Benarkah Asam Jawa Bisa Mengikat Mikroplastik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Laila - Wednesday, 10 June 2026 | 11:45 AM


Belakangan ini, muncul informasi yang menyebutkan bahwa tamarin atau asam jawa (Tamarindus indica) mampu membantu mengikat hingga 90 persen kandungan mikroplastik dalam air. Temuan ini tentu menarik perhatian karena mikroplastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan di seluruh dunia.
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, umumnya kurang dari 5 milimeter, yang dapat berasal dari berbagai sumber seperti limbah plastik, pakaian sintetis, hingga produk perawatan pribadi. Partikel-partikel ini kini ditemukan di sungai, laut, tanah, bahkan dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia.
Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa bahan alami yang berasal dari tumbuhan, termasuk biji asam jawa, memiliki senyawa tertentu yang berpotensi membantu menggumpalkan atau mengikat partikel-partikel kecil di dalam air. Proses ini dikenal sebagai koagulasi alami, yaitu teknik pemurnian air yang memanfaatkan zat organik untuk mengumpulkan partikel pencemar sehingga lebih mudah dipisahkan.
Jika hasil penelitian menunjukkan efektivitas tinggi dalam mengurangi mikroplastik di air, hal tersebut merupakan kabar baik bagi pengembangan teknologi pengolahan air yang lebih ramah lingkungan dan murah.
Namun, muncul pertanyaan lain yang tak kalah penting: bagaimana jika mikroplastik sudah berada di dalam tubuh manusia?
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengonsumsi asam jawa dapat mengikat atau mengeluarkan mikroplastik yang telah masuk ke dalam tubuh manusia. Penelitian mengenai kemampuan asam jawa yang mengikat mikroplastik umumnya dilakukan pada proses penyaringan atau pengolahan air, bukan pada sistem pencernaan manusia.
Tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk membuang sebagian zat asing melalui sistem pencernaan, urin, dan proses biologis lainnya. Akan tetapi, beberapa penelitian menemukan bahwa sebagian mikroplastik dapat bertahan dalam tubuh dan bahkan ditemukan pada darah, paru-paru, hingga jaringan tertentu. Dampak jangka panjangnya masih terus diteliti oleh para ilmuwan.
Karena itu, meskipun asam jawa berpotensi membantu mengurangi mikroplastik dalam air melalui teknologi pengolahan tertentu, manfaat tersebut tidak serta-merta berlaku untuk membersihkan mikroplastik yang sudah berada di dalam tubuh.
Langkah terbaik saat ini adalah mengurangi paparan mikroplastik sejak awal, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih wadah makanan yang lebih aman, serta menggunakan sumber air yang telah melalui proses penyaringan yang baik.
Penelitian mengenai mikroplastik dan berbagai solusi alami untuk mengatasinya masih terus berkembang. Temuan terkait asam jawa menjadi salah satu contoh bagaimana bahan-bahan alami dapat berperan dalam membantu mengatasi tantangan lingkungan modern.
Next News

Rasa Diterima Ternyata Tidak Datang Begitu Saja, Ini Cara Membangunnya
5 hours ago

Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan: Manis di Lidah, Risiko bagi Kesehatan
in 6 hours

8 Janji Allah dalam Al-Qur'an yang Menenangkan Hati Saat Menghadapi Ujian Hidup
in 6 hours

Mengenal Angin Duduk: Kondisi Serius yang Kerap Disalahartikan sebagai Masuk Angin
6 hours ago

Benarkah Otak Lebih Aktif Saat Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 4 hours

Korek Api Ternyata Ditemukan Secara Tak Sengaja, Berawal dari Kesalahan Seorang Apoteker
in 4 hours

Sejarah Tahu di Indonesia, Berawal dari Tiongkok hingga Melahirkan Tahu Sumedang yang Legendaris
in 4 hours

Shanay-Timpishka, Sungai Hampir Mendidih di Hutan Amazon yang Bukan Berasal dari Gunung Berapi
in 4 hours

Benarkah Tidur 5 Jam Sudah Cukup? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
in 4 hours

Apa Itu Cahaya? Mengenal Energi yang Membuat Kita Bisa Melihat Dunia
in 3 hours





