Jangan Asal Minum Jamu, Hal Ini Perlu Diperhatikan
Liaa - Monday, 27 July 2026 | 11:40 AM


Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah dikenal secara turun-temurun. Berbagai jenis jamu dibuat menggunakan bahan tanaman seperti kunyit, jahe, temulawak, kencur, dan bahan alami lainnya.
Sebagian masyarakat mengonsumsi jamu sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Ada yang meminumnya untuk menjaga kebugaran, menghangatkan tubuh, atau sekadar menikmati cita rasa khasnya.
Meski menggunakan bahan alami, konsumsi jamu tetap tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Alami tidak selalu berarti bebas dari risiko, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau tidak sesuai dengan kondisi tubuh.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bahan yang digunakan. Pastikan tanaman atau rempah yang menjadi bahan jamu diketahui jenisnya dan aman untuk dikonsumsi. Jika membuat jamu sendiri, gunakan bahan yang masih segar dan bersih serta hindari tanaman yang tidak diketahui identitasnya.
Bagi yang membeli jamu dalam bentuk kemasan, perhatikan izin edar dan informasi pada label. Pilih produk yang memiliki keterangan yang jelas mengenai bahan, produsen, tanggal kedaluwarsa, dan cara penggunaan.
Kebersihan juga menjadi hal penting. Jamu yang dibuat menggunakan bahan atau air yang tidak higienis dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Karena itu, proses pengolahan dan penyimpanan harus diperhatikan dengan baik.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah konsumsi. Mengonsumsi jamu secara berlebihan bukan berarti manfaat yang diperoleh akan semakin besar. Beberapa bahan herbal memiliki senyawa aktif yang dapat memberikan efek tertentu pada tubuh sehingga penggunaannya tetap perlu disesuaikan.
Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu juga sebaiknya lebih berhati-hati. Beberapa tanaman herbal dapat berinteraksi dengan obat yang sedang digunakan. Interaksi tersebut dapat memengaruhi cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping.
Perhatian khusus juga diperlukan bagi ibu hamil dan menyusui, anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Tidak semua bahan herbal cocok untuk setiap orang. Jika ragu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi jamu secara rutin.
Selain itu, jangan menjadikan jamu sebagai pengganti pengobatan medis tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Jamu dapat menjadi bagian dari tradisi atau pelengkap pola hidup sehat, tetapi tidak seharusnya digunakan untuk menggantikan pengobatan yang telah direkomendasikan dokter.
Waspadai pula produk jamu yang mengklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam waktu singkat. Klaim yang terlalu berlebihan sebaiknya tidak langsung dipercaya. Konsumen perlu memeriksa informasi produk dan memilih sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jika setelah minum jamu muncul keluhan seperti mual, muntah, pusing, gatal, sesak napas, atau reaksi lain yang tidak biasa, konsumsi sebaiknya dihentikan dan segera mencari bantuan medis jika gejalanya berat.
Pada akhirnya, jamu dapat menjadi bagian dari kekayaan tradisi dan budaya Indonesia. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak. Memilih produk yang aman, memperhatikan kebersihan, tidak berlebihan dalam mengonsumsi, serta memahami kondisi kesehatan diri sendiri merupakan langkah penting sebelum menjadikan jamu sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Next News

Memulai Hari dengan Kebiasaan yang Positif
in 7 hours

Menepi Sejenak: 5 Desa di Dunia dengan Suasana Tenang yang Bikin Ingin Resign
7 hours ago

Bukan Nakal, 4 Kebiasaan Anak Ini Bisa Jadi Tanda Rasa Ingin Tahu dan Potensi yang Perlu Diarahkan
7 hours ago

Bukan Sekadar Bikin Kulit Halus, Ini 5 Manfaat Luluran yang Bisa Jadi Ritual Self-Care
7 hours ago

Meroe, Kota Piramida Sudan yang Jarang Diketahui: Jejak Kejayaan Kerajaan Kush di Afrika
7 hours ago

7 Bahasa Tubuh Kucing yang Sering Disalahpahami, Nomor 4 Bukan Berarti Minta Dielus
7 hours ago

Benarkah Wanita Lebih Emosional daripada Pria? Ini Fakta Psikologi di Balik Stereotip Gender
7 hours ago

Sering Begadang Diam-Diam Menguras Tubuh? Ini Dampaknya pada Otak, Berat Badan, Kulit, dan Mental
7 hours ago

Mengenal Anoreksia Nervosa: Bukan Sekadar Diet Ketat, Ini Gejala dan Cara Mendapatkan Bantuan
7 hours ago

Frozen Yoghurt Benarkah Lebih Sehat dari Es Krim? Ini Manfaat dan Cara Memilihnya
7 hours ago





