Senin, 27 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Kulit Bisa Terlihat Berbeda Saat Kurang Tidur?

Liaa - Monday, 27 July 2026 | 11:33 AM

Background
Mengapa Kulit Bisa Terlihat Berbeda Saat Kurang Tidur?

Tidur merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Ketika tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup, berbagai proses pemulihan dapat berlangsung dengan lebih baik. Sebaliknya, kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lelah dan pada sebagian orang perubahan tersebut juga terlihat pada kondisi kulit.

Salah satu perubahan yang sering terlihat adalah wajah tampak lebih kusam. Kurang tidur dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan sehingga kulit mungkin terlihat kurang segar dan tidak secerah biasanya.

Selain tampak kusam, area sekitar mata juga dapat terlihat berbeda. Mata bisa tampak lebih sembap atau muncul lingkaran gelap yang membuat wajah terlihat lelah. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurang tidur, faktor genetik, alergi, dan kebiasaan sehari-hari.

Kurang tidur juga dapat berkaitan dengan proses pemulihan kulit. Saat seseorang tidur, tubuh melakukan berbagai proses perbaikan dan pemulihan. Jika waktu tidur tidak mencukupi secara terus-menerus, proses tersebut dapat terganggu sehingga kulit mungkin terlihat kurang sehat.

Pada sebagian orang, kurang tidur juga dapat memengaruhi keseimbangan kondisi kulit. Perubahan hormon yang berkaitan dengan stres dapat memengaruhi produksi minyak dan respons peradangan tubuh. Akibatnya, sebagian orang mungkin lebih mudah mengalami masalah kulit seperti jerawat ketika sedang mengalami kurang tidur atau stres.



Selain itu, kurang tidur sering berjalan bersamaan dengan kebiasaan lain yang kurang mendukung kesehatan kulit. Misalnya, lebih sering mengonsumsi makanan tinggi gula, kurang minum air, atau melewatkan rutinitas perawatan wajah karena merasa terlalu lelah.

Untuk menjaga kondisi kulit, tidur yang cukup dan berkualitas merupakan salah satu kebiasaan yang penting. Kebutuhan tidur setiap orang dapat berbeda berdasarkan usia dan kondisi masing-masing, tetapi orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam.

Selain memperbaiki pola tidur, perawatan kulit dasar juga tetap perlu dilakukan. Membersihkan wajah secara teratur, menggunakan pelembap sesuai jenis kulit, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, serta menjaga asupan makanan dan cairan dapat membantu mendukung kesehatan kulit.

Jika seseorang mengalami kurang tidur sesekali, perubahan pada kulit biasanya bersifat sementara dan dapat membaik setelah tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Namun, jika masalah tidur berlangsung terus-menerus, sebaiknya tidak diabaikan karena dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Pada akhirnya, kulit yang terlihat lebih lelah ketika kurang tidur bukan sekadar persoalan penampilan. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu pengingat bahwa tubuh membutuhkan istirahat yang cukup.



Menjaga waktu tidur secara teratur, mengurangi kebiasaan begadang, dan menciptakan rutinitas sebelum tidur yang nyaman dapat membantu tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang lebih baik. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kulit, tetapi juga oleh kesehatan tubuh secara keseluruhan.