Cara Mengolah Jahe agar Rasanya Tidak Terlalu Pedas
Liaa - Monday, 27 July 2026 | 11:37 AM


Jahe merupakan salah satu rempah yang banyak digunakan dalam masakan dan minuman. Aroma khas serta sensasi hangat yang dihasilkan membuat jahe sering dijadikan bahan wedang, teh, jamu, hingga campuran berbagai hidangan.
Namun, rasa pedas jahe terkadang terasa terlalu kuat bagi sebagian orang. Sensasi tersebut berasal dari senyawa alami dalam jahe yang memberikan rasa hangat dan pedas. Tingkat kepedasannya pun dapat berbeda-beda, tergantung jenis dan kondisi jahe yang digunakan.
Bagi yang ingin menikmati aroma jahe tanpa rasa pedas yang terlalu dominan, ada beberapa cara yang dapat dicoba.
1. Pilih Jenis Jahe yang Sesuai
Jenis jahe yang digunakan dapat memengaruhi rasa akhir olahan. Jahe merah umumnya memiliki rasa yang lebih kuat dan pedas dibandingkan beberapa jenis jahe lainnya. Jika menginginkan rasa yang lebih ringan, gunakan jahe dengan karakter rasa yang lebih lembut.
2. Gunakan Jahe Secukupnya
Salah satu cara paling sederhana adalah mengurangi jumlah jahe yang digunakan. Tidak perlu menggunakan terlalu banyak jahe untuk mendapatkan aromanya. Mulailah dengan jumlah sedikit, kemudian tambahkan secara bertahap sesuai selera.
3. Iris atau Memarkan Jahe
Cara memotong jahe juga dapat disesuaikan dengan jenis olahan. Jahe yang hanya dimemarkan dapat memberikan aroma dan rasa secara perlahan ketika direbus. Sementara itu, jahe yang diparut atau dihaluskan dapat menghasilkan rasa yang lebih kuat.
Jika ingin rasa yang tidak terlalu tajam, jahe dapat diiris tipis atau cukup dimemarkan sebelum digunakan.
4. Rebus dengan Air yang Cukup
Untuk membuat minuman jahe, gunakan air dalam jumlah yang cukup agar rasa pedasnya tidak terlalu terkonsentrasi. Setelah direbus, rasa jahe dapat disesuaikan dengan menambahkan air jika dirasa terlalu kuat.
5. Padukan dengan Bahan Lain
Rasa pedas jahe dapat dibuat lebih seimbang dengan menambahkan bahan lain. Madu, gula aren, atau sedikit gula dapat memberikan rasa manis yang membantu mengurangi sensasi pedas.
Selain itu, jahe juga dapat dipadukan dengan bahan seperti serai, kayu manis, atau perasan jeruk untuk menghasilkan rasa dan aroma yang lebih beragam.
6. Tambahkan Susu
Bagi yang menyukai minuman dengan rasa lembut, jahe dapat dicampurkan dengan susu. Kombinasi tersebut dapat menghasilkan minuman yang lebih creamy dengan sensasi hangat dari jahe yang tidak terlalu dominan.
Namun, pastikan bahan tambahan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.
7. Jangan Memasak Jahe Terlalu Lama Jika Tidak Ingin Rasanya Terlalu Kuat
Lama pengolahan juga dapat memengaruhi intensitas rasa. Semakin lama jahe diekstrak dalam air panas, rasa dan aromanya dapat menjadi lebih kuat. Karena itu, waktu perebusan dapat disesuaikan dengan tingkat rasa yang diinginkan.
Pada akhirnya, rasa pedas jahe sebenarnya bukan sesuatu yang harus dihindari. Sensasi hangat tersebut justru menjadi ciri khas yang membuat jahe banyak disukai. Namun, jika ingin rasa yang lebih ringan, pengolahan dan takaran jahe dapat disesuaikan.
Dengan memilih jenis jahe yang tepat, menggunakan jumlah secukupnya, serta mengombinasikannya dengan bahan lain, minuman atau masakan berbahan jahe tetap dapat dinikmati tanpa rasa pedas yang terlalu kuat.
Next News

Terlalu Lama Rebahan dan Dampaknya bagi Produktivitas Sehari-hari
in 6 hours

Jangan Asal Minum Jamu, Hal Ini Perlu Diperhatikan
in 6 hours

Mengapa Kulit Bisa Terlihat Berbeda Saat Kurang Tidur?
in 6 hours

Kebiasaan Menyentuh Wajah yang Bisa Memengaruhi Kondisi Kulit
in 6 hours

Perut Sering Kembung, Bisa Jadi Ada Kebiasaan Makan yang Perlu Diubah
in 6 hours

Kurang Bergerak Setiap Hari Bisa Berdampak pada Kesehatan
in 5 hours

Kebiasaan Menunda Buang Air yang Sebaiknya Tidak Dijadikan Rutinitas
in 4 hours

Nilai Kejujuran yang Tetap Relevan di Tengah Kehidupan Modern
in 4 hours

Menjaga Privasi dan Aib Orang Lain dalam Pandangan Islam
in 3 hours

Hikmah di Balik Anjuran Menjaga Kebersihan dalam Islam
in 3 hours





