Rabu, 10 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Angin Duduk: Kondisi Serius yang Kerap Disalahartikan sebagai Masuk Angin

RAU - Wednesday, 10 June 2026 | 01:51 AM

Background
Mengenal Angin Duduk: Kondisi Serius yang Kerap Disalahartikan sebagai Masuk Angin

Istilah "angin duduk" cukup dikenal di masyarakat Indonesia. Banyak orang menganggap kondisi ini sama dengan masuk angin biasa. Padahal, angin duduk merupakan masalah kesehatan yang jauh lebih serius dan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jantung.

Dalam dunia medis, angin duduk dikenal sebagai angina pectoris, yaitu nyeri atau rasa tidak nyaman di dada yang terjadi karena otot jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang memasok darah ke jantung.

Gejala angin duduk biasanya berupa rasa nyeri, tertekan, atau seperti tertindih benda berat di bagian dada. Rasa sakit tersebut dapat menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, punggung, atau bahkan perut bagian atas. Beberapa penderita juga mengalami sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan tubuh terasa lemas.

Gejala sering muncul saat seseorang melakukan aktivitas fisik, mengalami stres emosional, atau setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Pada sebagian kasus, keluhan dapat mereda setelah beristirahat. Namun, jika nyeri dada berlangsung lebih dari beberapa menit atau semakin memburuk, kondisi tersebut perlu segera mendapatkan penanganan medis.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko angin duduk antara lain tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, kurang berolahraga, serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga.



Karena gejalanya sering menyerupai masuk angin, tidak sedikit orang yang menunda pemeriksaan ke dokter. Padahal, angin duduk bisa menjadi peringatan dini sebelum terjadinya serangan jantung. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini dapat berakibat fatal.

Untuk mengurangi risiko angin duduk, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol secara berkala.

Jika seseorang mengalami nyeri dada yang mencurigakan, terutama disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain, segera cari pertolongan medis. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Angin duduk bukanlah sekadar masuk angin biasa. Mengenali gejala dan faktor risikonya dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah terjadinya kondisi yang mengancam nyawa.