Rakortekrenbang Tahun 2026 Digelar, Tapsel Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Liaa - Wednesday, 01 April 2026 | 04:31 PM


TAPANULI SELATAN
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Tahun 2026 yang menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah berbasis potensi unggulan di Aula Sarasi Lantai Tiga Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan Sipirok, Rabu (01/042026).
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga mengawali kegiatan dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di bumi Dalihan Natolu. Sebuah kehormatan bagi Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi bagian dari agenda penting perencanaan pembangunan tersebut.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa fokus utama pembahasan Rakortekrenbang kali ini adalah pengembangan kawasan komoditas unggulan sebagai salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan komoditas unggulan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi semata, tetapi juga mencakup hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, penguatan rantai pasok, hingga perluasan akses pasar. "Diperlukan sinergi yang kuat antar sektor dan antar wilayah agar seluruh potensi unggulan daerah dapat berkembang secara optimal," ujar Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati.
Disampaikan pula bahwa pelaksanaan Rakortekrenbang memiliki arti yang sangat penting bagi Kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya dalam upaya pemulihan daerah pascabencana yang berdampak pada 14 kecamatan. Pemerintah daerah saat ini menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai langkah percepatan pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kabupaten Tapanuli Selatan sendiri memiliki berbagai komoditas unggulan yang potensial untuk terus dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan, di antaranya kopi, aren, kakao, kolang-kaling, serta komoditas pertanian dan perkebunan lainnya.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap terbangun sinkronisasi program dan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mendukung penguatan kawasan komoditas unggulan di seluruh wilayah Sumatera Utara.
"Kami berharap Rakortekrenbang ini menghasilkan rekomendasi strategis, inovatif, dan aplikatif guna mendorong pembangunan berbasis potensi unggulan daerah sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sumatera Utara, Dr. Dikky Anugerah, menyampaikan bahwa Rakortekrenbang memiliki posisi sangat strategis dalam keseluruhan siklus perencanaan pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, forum ini menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD Tahun 2027 sekaligus implementasi RPJMD Tahun 2025–2029. Pembangunan daerah, katanya, merupakan proses transformasi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, tahun 2027 akan menjadi fase ekspansi pembangunan, sehingga perencanaan kerja tahun tersebut menjadi titik ungkit penting untuk memperluas sasaran, cakupan, dan manfaat pembangunan secara masif di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Dengan mengusung tema "Hilirisasi dan Industrialisasi Berbasis Komoditas Unggulan", pembangunan ekonomi daerah ke depan tidak cukup hanya berhenti pada peningkatan produksi komoditas primer, melainkan harus diwujudkan melalui keterpaduan lintas sektor secara terintegrasi dan berkelanjutan.
"Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Kami berharap Rakortekrenbang ini melahirkan program yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat," tegasnya.
Rakortekrenbang Tahun 2026 tersebut berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 1 hingga 2 April 2026, yang terbagi dalam dua desk pembahasan, yakni Desk Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di Aula Dinas Kesehatan dan Desk Infrastruktur di Aula Bappeda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bupati/Wali Kota se-Sumatera Utara, Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Selatan, serta para camat se-Kabupaten Tapanuli Selatan.
Rakortekrenbang diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi pembangunan daerah menuju pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Next News

Gaji ke-13 di Kota Padangsidimpuan Mulai Dicairkan, Total Anggaran Rp16,9 Miliar
17 hours ago

Bobby Nasution Lepas Pelari Dunia Trail of The Kings UTMB, Danau Toba Kian Mendunia Lewat Sport Tourism
19 hours ago

Peringatan Dini Cuaca BMKG 13-14 Juni 2026, Sejumlah Wilayah Berstatus Siaga Hujan Lebat
15 hours ago

Trail of The Kings by UTMB 2026 Resmi Dimulai, Ribuan Pelari dari 34 Negara Ramaikan Samosir
a day ago

PLN Pulihkan Listrik Sumut 72 Jam Lebih Cepat, Pemadaman Bergilir Resmi Dihentikan
2 days ago

Panen Jagung Betras 32 di Arse Nauli Capai 8 Ton per Hektare, Wabup Tapsel Ajak Masyarakat Maksimalkan Lahan dan Manfaatkan KUR Nol Persen
a day ago

Bupati Kembali Rombak Pejabat Madina, Tiga Kadis Bergeser Posisi
2 days ago

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Sumut
2 days ago

Bulog Sumut Pastikan Stok Pangan Aman hingga Akhir Juni
2 days ago

Pemprov gelontorkan Rp1,1 triliun percepat Program Hasil Terbaik Cepat
3 days ago




