Rabu, 1 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Prakiraan Cuaca 1 Juli 2026: Waspada Bibit Siklon 96W dan Status Siaga di 3 Wilayah

Laila - Wednesday, 01 July 2026 | 01:38 PM

Background
Prakiraan Cuaca 1 Juli 2026: Waspada Bibit Siklon 96W dan Status Siaga di 3 Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku pada Rabu, 1 Juli 2026. Berdasarkan hasil pemantauan kondisi atmosfer terbaru, keberadaan Bibit Siklon Tropis 96W di wilayah Laut Filipina Barat menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di sejumlah daerah Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan status Siaga terhadap hujan lebat hingga sangat lebat, yaitu Aceh, Riau, dan Sulawesi Barat.

Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar

Untuk Rabu, 1 Juli 2026, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah kota besar sebagai berikut:

Hujan disertai petir berpotensi terjadi di Tanjung Pinang, Tanjung Selor, dan Nabire.



Hujan ringan diperkirakan mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera, termasuk Palangkaraya, Samarinda, Mamuju, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

Asap atau kabut diprakirakan terjadi di Bandar Lampung.

Cerah berawan hingga berawan tebal diprediksi terjadi di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, dan Gorontalo.

Analisis Kondisi Atmosfer

Menurut BMKG, Bibit Siklon Tropis 96W saat ini berada di kawasan Laut Filipina Barat dan bergerak ke arah barat laut. Sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara di beberapa wilayah, antara lain Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Selat Makassar bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, serta area di sekitar pusat bibit siklon.



Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya tiga sirkulasi siklonik yang berkembang di:

Samudra Hindia sebelah barat Sumatera Barat.

Selat Makassar.

Samudra Pasifik utara Papua Nugini.

Keberadaan sistem tersebut membentuk jalur konvergensi dan konfluensi yang membentang dari wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Selat Makassar bagian tengah, hingga memanjang dari Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Selatan.



Kombinasi antara aktivitas Bibit Siklon Tropis 96W dan beberapa pusat sirkulasi siklonik tersebut diperkirakan mampu meningkatkan pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.

Imbauan BMKG

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, maupun pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui situs resmi BMKG maupun kanal media sosial resminya agar memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.