Keracunan MBG di Karo Bertambah, 353 Siswa Terdampak dan Satu Korban Dirujuk ke Medan
RAU - Saturday, 15 August 2026 | 11:13 AM
Kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami peningkatan jumlah korban. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 353 siswa dilaporkan terdampak, setelah sebelumnya jumlah korban berada di kisaran 260 orang.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, terdapat satu korban yang mengalami kondisi serius sehingga harus mendapatkan rujukan ke Kota Medan. Sementara itu, seorang korban yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di ICU dilaporkan mulai menunjukkan kondisi membaik.
Menurut Bobby, munculnya gejala pada korban tidak terjadi secara bersamaan. Sebagian siswa mengalami reaksi saat kegiatan belajar berlangsung, sedangkan korban lainnya baru diketahui mengalami keluhan hingga malam hari. Hal tersebut menyebabkan jumlah korban terus diperbarui.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah dengan memberikan sanksi berupa pemberhentian sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
SPPG tersebut diketahui memiliki jumlah penerima manfaat lebih dari 2.900 orang. Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah dibawa ke laboratorium milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Bobby mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium belum diterima. Proses penelitian diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan sebelum menyimpulkan sumber persoalan.
SPPG tersebut diketahui memiliki dua sesi memasak dalam satu hari. Berdasarkan informasi awal yang diterima pemerintah, makanan yang disiapkan pada sesi tertentu untuk ibu hamil dilaporkan tidak mengalami masalah. Namun, dugaan persoalan sementara mengarah pada sesi memasak lainnya.
Pemprov Sumatera Utara akan terus berkoordinasi dengan BGN untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Pemerintah berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan menjadi evaluasi untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat aman serta memenuhi standar yang ditetapkan.
Next News

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan
9 hours ago

Bisnis Read English Version Translate Berita Bahasa Inggris Produksi 1 Juta Unit, Industri Molinas Bakal Dapat Insentif dari Pemerintah
9 hours ago

Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka 2026 di Istana Negara
9 hours ago

TP PKK Sumut Evaluasi Tiga Daerah di Tapsel
9 hours ago

Sumut Salurkan Bantuan Beras untuk 1,73 Juta PBP, Tidak Diperjualbelikan
a day ago

Gempa M7,7 Guncang NTT: BMKG Ungkap Pemicunya Sesar Naik Busur Flores dan Ingatkan Potensi Maksimal M7,9
a day ago

Pelita Palas Hadirkan Layanan Jemput Bola Paspor, 100 Warga Dilayani Selama Dua Hari
18 hours ago

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp820,9 Triliun, Sasar Jutaan Siswa dan Guru
18 hours ago

BMKG Minta Warga Sumatera Utara Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Sabtu 15 Agustus 2026
18 hours ago

Berobat Gratis di Sumut Cukup Pakai KTP, Pemprov: Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien
2 days ago





