Prabowo: Indonesia Hentikan Impor Solar Mulai Juli 2026 Berkat Produksi B50
RAU - Sunday, 19 July 2026 | 01:36 PM


Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia mulai menghentikan impor solar sejak Juli 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah berhasil mengembangkan dan memproduksi bahan bakar diesel B50 yang menggunakan campuran 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit sebagai bagian dari program kemandirian energi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam kegiatan Panen Raya TNI untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Menurut Presiden, Indonesia menjadi negara pertama yang berhasil memproduksi dan menerapkan B50 dalam skala nasional. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, khususnya solar.
Prabowo menjelaskan, penghentian impor solar akan memberikan dampak ekonomi yang positif. Dana yang sebelumnya digunakan untuk membeli solar dari luar negeri kini diharapkan dapat berputar di dalam negeri dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama petani kelapa sawit yang menjadi pemasok bahan baku biodiesel.
Selain pengembangan B50, pemerintah juga terus mempercepat program transisi energi melalui pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya dalam negeri. Salah satu langkah yang sedang dijalankan adalah pengembangan bensin dengan campuran bioetanol sebesar 10 persen atau E10.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan penggunaan bioetanol hingga mencapai campuran E20. Untuk mendukung target tersebut, pembangunan pabrik bioetanol baru akan dipercepat agar kapasitas produksi nasional dapat meningkat.
Presiden mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik bioetanol. Karena itu, penambahan fasilitas produksi dinilai menjadi kebutuhan penting agar pasokan bioetanol mampu memenuhi target bauran energi yang telah ditetapkan pemerintah.
Melalui pengembangan biodiesel dan bioetanol, pemerintah berharap Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dalam negeri, khususnya kelapa sawit dan tanaman penghasil bioetanol.
Next News

Indonesia dan Korea Selatan Bangun Pusat Pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran Hutan
17 hours ago

Pemerintah Matangkan Pembaruan Buku Ajar Nasional, Prabowo Soroti Kualitas Materi dan Fisik Buku Pelajaran
17 hours ago

BGN Proses Pemberhentian Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Diduga Langgar Disiplin hingga Hukum
17 hours ago

Bobby Nasution Siapkan RSUD dr M Thomsen Nias Gunungsitoli Jadi Rumah Sakit Regional Kepulauan Nias
17 hours ago

MUI Tegaskan Hukum Haram Buang Sampah ke Sungai, Serukan Aturan Tegas Lindungi Lingkungan
18 hours ago

BGN percepat pembangunan SPPG 3T targetkan rampung dalam satu minggu
12 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Jumat 7 Agustus 2026: Cek Wilayah Nias, Samosir hingga Medan
16 hours ago

Karhutla Hanguskan 2 Hektare Lahan di Tahura Bukit Soeharto, Petugas Terkendala Sumber Air
a day ago

Pemerintah perpanjang WFH ASN hingga akhir September 2026
a day ago

Istana buka pendaftaran undangan HUT Ke-81 RI mulai 5 Agustus
a day ago





