Minggu, 19 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Digelar Secara Desentralisasi hingga Desa dan Sekolah

RAU - Sunday, 19 July 2026 | 01:30 PM

Background
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Digelar Secara Desentralisasi hingga Desa dan Sekolah

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memastikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 akan kembali dilaksanakan dengan konsep desentralisasi hingga ke tingkat desa dan sekolah. Langkah ini diambil agar lebih banyak anak di berbagai wilayah Indonesia dapat terlibat secara langsung dalam rangkaian kegiatan peringatan.

Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus KemenPPPA, Ciput Eka Purwianti, mengatakan konsep tersebut merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Menurutnya, pendekatan desentralisasi memungkinkan kegiatan Hari Anak Nasional memberikan manfaat yang lebih nyata bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, peringatan yang hanya dipusatkan di satu lokasi memang memiliki nilai simbolis, namun dinilai belum mampu menjangkau partisipasi anak secara luas. Karena itu, pelaksanaan di berbagai daerah diharapkan dapat menghadirkan kegiatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak tanpa menghilangkan nilai budaya lokal.

Melalui konsep tersebut, pemerintah berharap Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan yang tumbuh dari masyarakat. Dengan demikian, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk berpartisipasi aktif dan merasa memiliki peran dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Dalam rangkaian Hari Anak Nasional 2026, KemenPPPA telah menyiapkan sejumlah program, di antaranya Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA), kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian), Jelajah SAPA, Lokakarya Forum Anak Nasional, serta kegiatan Anak Goes to Istana Negara Jakarta.



Program Anak Goes to Istana Negara Jakarta dirancang sebagai kegiatan edukatif yang memberikan pengalaman bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan serta sejarah Istana Presiden. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, jiwa kepemimpinan, kecintaan terhadap tanah air, serta keyakinan bahwa suara anak memiliki arti penting bagi masa depan bangsa.

Selain itu, pemerintah juga menggelar berbagai kegiatan lain, seperti Gerak Bersama Anak Indonesia, Kemudi Anak, Main Raya Anak Nusantara, hingga kunjungan bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) ke Dunia Fantasi (Dufan).

Melalui beragam kegiatan tersebut, KemenPPPA berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan, pemenuhan hak, serta partisipasi anak di seluruh Indonesia.