Rabu, 15 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Satgas PRR Tinjau Pembangunan Huntap Tapsel, 214 KK Ditargetkan Segera Pindah dari Huntara

Laila - Wednesday, 15 July 2026 | 05:13 PM

Background
Satgas PRR Tinjau Pembangunan Huntap Tapsel, 214 KK Ditargetkan Segera Pindah dari Huntara

TAPANULI SELATAN – Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana, Letjen TNI Richard Tampubolon, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Hunian Sementara (Huntara) Simatohir, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (14/7/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Kedatangan rombongan disambut Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan kementerian, BNPB, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta warga penghuni huntara.

Dalam arahannya, Richard Tampubolon menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memantau langsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, terutama percepatan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang masih tinggal di hunian sementara.

Berdasarkan laporan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, saat ini terdapat 214 kepala keluarga yang masih menghuni Huntara Simatohir. Seluruh warga tersebut direncanakan akan direlokasi ke kawasan hunian tetap yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,5 hektare.

Kawasan Huntap tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti jalan lingkungan, jaringan listrik, air bersih, serta fasilitas umum lainnya. Secara keseluruhan, akan dibangun 227 unit rumah untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.



Richard juga mengapresiasi peran Yayasan Buddha Tzu Chi yang menjadi pelaksana utama pembangunan hunian tetap tersebut. Menurutnya, keberhasilan program rehabilitasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta dukungan masyarakat melalui semangat gotong royong.

Ia berharap masyarakat yang masih tinggal di hunian sementara dapat segera menempati rumah permanen sehingga mampu memulai kehidupan baru dengan lebih baik. Selain pembangunan rumah, pemerintah daerah juga diharapkan mempersiapkan infrastruktur pendukung dan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi agar masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu melalui Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui Satgas PRR dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berkomitmen memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh tempat tinggal yang aman, layak, dan nyaman. Saat ini, proses pematangan lahan di Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, terus dilakukan sebagai persiapan pembangunan hunian tetap.

Hunian tersebut diprioritaskan bagi warga terdampak dari Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, serta Dusun Lobu Uhom, Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat.



Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar menjelaskan bahwa kawasan Simatohir merupakan satu dari lima lokasi relokasi terpusat pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Saat ini, di kawasan tersebut telah berdiri 135 unit hunian sementara yang dibangun oleh BNPB. Adapun pembangunan hunian tetap akan dilakukan secara bertahap, yakni 118 unit di lokasi A dan 96 unit di lokasi C, sehingga tersedia 214 unit rumah untuk menampung warga terdampak dari dua wilayah tersebut.

Sekda juga mengungkapkan bahwa proses pembangunan masih menghadapi kendala berupa penyelesaian legalitas lahan yang memerlukan pelepasan Hak Guna Usaha (HGU). Meski demikian, lahan pembangunan telah dipersiapkan dan pembangunan fisik oleh Yayasan Buddha Tzu Chi diharapkan segera dimulai.

Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Satgas PRR, BNPB, Yayasan Buddha Tzu Chi, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana. Dengan demikian, masyarakat Tapanuli Selatan diharapkan dapat segera menempati hunian yang lebih layak, bangkit dari dampak bencana, dan menjalani kehidupan yang lebih aman serta sejahtera.

Usai meninjau kawasan Huntara Simatohir dan lokasi rencana pembangunan Huntap, Wakil Ketua Satgas PRR bersama rombongan juga meninjau kondisi Jembatan Garoga yang rusak akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi percepatan rehabilitasi infrastruktur di Kabupaten Tapanuli Selatan.