Bupati Tapsel Ajak Camat dan Kepala Desa Sukseskan KUR Berkah Bunga 0 Persen untuk Lawan Rentenir
RAU - Tuesday, 14 July 2026 | 03:11 PM


SIPIROK – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak seluruh camat, lurah, kepala desa, dan penyuluh pertanian berperan aktif dalam menyukseskan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah berbunga 0 persen sebagai langkah membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi dan Evaluasi Program Pembangunan serta Pemberdayaan Masyarakat di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa M. Yusuf Nasution, pimpinan OPD, jajaran Bank Sumut, para camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Tapanuli Selatan, serta para penyuluh pertanian.
Tiga Program Prioritas Daerah
Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini fokus menjalankan tiga agenda utama yang disebut sebagai "tiga perang", yakni perang melawan narkoba, perang melawan rentenir, dan perang melawan kemiskinan.
Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pemerintah hingga tingkat desa.
"Ketiga persoalan ini saling berkaitan. Karena itu saya mengajak seluruh jajaran pemerintah, terutama kepala desa dan lurah sebagai ujung tombak di lapangan, untuk bersama-sama mengambil peran dalam mengatasinya," ujarnya.
KUR Berkah Jadi Solusi Lepas dari Rentenir
Bupati menjelaskan bahwa Program KUR Berkah merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Bank Sumut.
Melalui program ini, masyarakat terdampak bencana memperoleh fasilitas pembiayaan dengan bunga 0 persen pada tahun pertama, sehingga diharapkan tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.
Ia meminta seluruh kepala desa mendata warga yang masih memiliki pinjaman dengan bunga besar agar dapat dialihkan ke pembiayaan melalui Bank Sumut.
"Kalau masih punya pinjaman di lembaga pembiayaan dengan bunga 30 sampai 40 persen, kita lunasi melalui KUR Bank Sumut. Setelah itu mereka cukup mencicil di Bank Sumut dengan bunga yang jauh lebih ringan. Ini cara kita menyelamatkan masyarakat dari jeratan rentenir," jelasnya.
Gus Irawan juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut melunasi pinjaman lama apabila ada pihak yang berusaha menghalangi.
Menurutnya, pemerintah telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak ada aturan yang melarang masyarakat melunasi pinjamannya lebih awal.
Dana Lebih dari Rp100 Miliar Disiapkan
Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan lebih dari Rp100 miliar dana KUR khusus untuk Kabupaten Tapanuli Selatan yang harus dimanfaatkan secara optimal hingga akhir tahun 2026.
Ia berharap seluruh aparatur pemerintah membantu menyosialisasikan program tersebut agar benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
"Pemerintah pusat sudah memberikan kesempatan luar biasa kepada daerah terdampak bencana untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Jangan sampai kesempatan ini terlewat," katanya.
Dukung Program 10.000 Hektare Jagung
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irawan juga memaparkan program pengembangan pertanian melalui Gerakan 10.000 Hektare Jagung yang didukung pembiayaan KUR Berkah.
Program tersebut melibatkan kerja sama dengan perusahaan pakan ternak nasional sebagai penyedia benih, pakan, sekaligus pembeli hasil panen petani.
Berdasarkan hasil panen perdana pascabencana di Kecamatan Batang Toru, produktivitas jagung mencapai sekitar 5,5 ton per hektare dengan keuntungan bersih lebih dari Rp25 juta dalam satu musim tanam.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar pengembangan jagung tidak dilakukan dengan mengalihfungsikan lahan sawah.
"Yang kita dorong adalah rotasi tanaman agar produktivitas lahan tetap terjaga," pesannya.
Penyuluh Pertanian Diminta Menjaga Integritas
Kepada para penyuluh pertanian, Gus Irawan berpesan agar tetap bekerja secara profesional dalam proses pengajuan pembiayaan KUR.
Ia menegaskan bahwa penyuluh hanya bertugas memberikan keterangan teknis mengenai kondisi lahan dan usaha tani berdasarkan fakta di lapangan, bukan memberikan rekomendasi maupun bertanggung jawab atas pinjaman nasabah.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh camat, lurah, kepala desa, dan penyuluh pertanian menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
Ia optimistis, melalui kerja sama seluruh pihak, upaya memerangi narkoba, rentenir, dan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif sehingga kesejahteraan masyarakat Tapanuli Selatan terus meningkat.
Next News

Bupati Gus Irawan Buka Sosialisasi Penyelesaian Penguasaan Tanah di Kawasan Hutan, Dorong Kepastian Hukum bagi Masyarakat Tapsel
2 hours ago

Satgas PRR Tinjau Pembangunan Huntap Tapsel, 214 KK Ditargetkan Segera Pindah dari Huntara
2 hours ago

Cuaca Sumut Hari Ini Rabu 15 Juli 2026, 6 Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
10 hours ago

Hadiri Pengajian BKMT Sipirok, Bupati Tapsel Ajak Perkuat Keimanan dan Dukung Program KUR Berkah
a day ago

Bupati Tapsel Tutup GRIB Jaya Cup I, Dorong Kebangkitan Prestasi Sepak Bola Tabagsel
a day ago

Bupati Tapsel Dorong Percepatan Program Pembangunan dan Penguatan Desa Binaan Saat Pimpin Apel Gabungan ASN
a day ago

Pemkab Tapsel Perkuat Sinergi Penanggulangan Kemiskinan, Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi 6,12 Persen
a day ago

Bupati Tapsel Buka Diklat 125 Bakal Calon Kepala Sekolah, Tekankan Kepemimpinan dan Peningkatan Mutu Pendidikan
a day ago

Gubernur Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II, Sabar Jaya Telaumbanua Kadis Kelautan dan Perikanan Sumut
2 days ago

Gubernur Sumut berangkatkan 19 Penggalang ke Jamnas 2026 di Cibubur
2 days ago





