Rabu, 15 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Bupati Tapsel Ajak Camat dan Kepala Desa Sukseskan KUR Berkah Bunga 0 Persen untuk Lawan Rentenir

RAU - Tuesday, 14 July 2026 | 03:11 PM

Background
Bupati Tapsel Ajak Camat dan Kepala Desa Sukseskan KUR Berkah Bunga 0 Persen untuk Lawan Rentenir

SIPIROK – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak seluruh camat, lurah, kepala desa, dan penyuluh pertanian berperan aktif dalam menyukseskan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah berbunga 0 persen sebagai langkah membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi dan Evaluasi Program Pembangunan serta Pemberdayaan Masyarakat di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa M. Yusuf Nasution, pimpinan OPD, jajaran Bank Sumut, para camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Tapanuli Selatan, serta para penyuluh pertanian.

Tiga Program Prioritas Daerah

Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini fokus menjalankan tiga agenda utama yang disebut sebagai "tiga perang", yakni perang melawan narkoba, perang melawan rentenir, dan perang melawan kemiskinan.

Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pemerintah hingga tingkat desa.



"Ketiga persoalan ini saling berkaitan. Karena itu saya mengajak seluruh jajaran pemerintah, terutama kepala desa dan lurah sebagai ujung tombak di lapangan, untuk bersama-sama mengambil peran dalam mengatasinya," ujarnya.

KUR Berkah Jadi Solusi Lepas dari Rentenir

Bupati menjelaskan bahwa Program KUR Berkah merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Bank Sumut.

Melalui program ini, masyarakat terdampak bencana memperoleh fasilitas pembiayaan dengan bunga 0 persen pada tahun pertama, sehingga diharapkan tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.

Ia meminta seluruh kepala desa mendata warga yang masih memiliki pinjaman dengan bunga besar agar dapat dialihkan ke pembiayaan melalui Bank Sumut.

"Kalau masih punya pinjaman di lembaga pembiayaan dengan bunga 30 sampai 40 persen, kita lunasi melalui KUR Bank Sumut. Setelah itu mereka cukup mencicil di Bank Sumut dengan bunga yang jauh lebih ringan. Ini cara kita menyelamatkan masyarakat dari jeratan rentenir," jelasnya.



Gus Irawan juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut melunasi pinjaman lama apabila ada pihak yang berusaha menghalangi.

Menurutnya, pemerintah telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak ada aturan yang melarang masyarakat melunasi pinjamannya lebih awal.

Dana Lebih dari Rp100 Miliar Disiapkan

Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan lebih dari Rp100 miliar dana KUR khusus untuk Kabupaten Tapanuli Selatan yang harus dimanfaatkan secara optimal hingga akhir tahun 2026.

Ia berharap seluruh aparatur pemerintah membantu menyosialisasikan program tersebut agar benar-benar dimanfaatkan masyarakat.

"Pemerintah pusat sudah memberikan kesempatan luar biasa kepada daerah terdampak bencana untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Jangan sampai kesempatan ini terlewat," katanya.



Dukung Program 10.000 Hektare Jagung

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irawan juga memaparkan program pengembangan pertanian melalui Gerakan 10.000 Hektare Jagung yang didukung pembiayaan KUR Berkah.

Program tersebut melibatkan kerja sama dengan perusahaan pakan ternak nasional sebagai penyedia benih, pakan, sekaligus pembeli hasil panen petani.

Berdasarkan hasil panen perdana pascabencana di Kecamatan Batang Toru, produktivitas jagung mencapai sekitar 5,5 ton per hektare dengan keuntungan bersih lebih dari Rp25 juta dalam satu musim tanam.

Meski demikian, Bupati mengingatkan agar pengembangan jagung tidak dilakukan dengan mengalihfungsikan lahan sawah.

"Yang kita dorong adalah rotasi tanaman agar produktivitas lahan tetap terjaga," pesannya.



Penyuluh Pertanian Diminta Menjaga Integritas

Kepada para penyuluh pertanian, Gus Irawan berpesan agar tetap bekerja secara profesional dalam proses pengajuan pembiayaan KUR.

Ia menegaskan bahwa penyuluh hanya bertugas memberikan keterangan teknis mengenai kondisi lahan dan usaha tani berdasarkan fakta di lapangan, bukan memberikan rekomendasi maupun bertanggung jawab atas pinjaman nasabah.

Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh camat, lurah, kepala desa, dan penyuluh pertanian menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Ia optimistis, melalui kerja sama seluruh pihak, upaya memerangi narkoba, rentenir, dan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif sehingga kesejahteraan masyarakat Tapanuli Selatan terus meningkat.