Pemkab Dairi dukung sekolah kopi untuk kejayaan Kopi Sidikalang


Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendukung program dari Yayasan Pendidikan Parulian Medan yang merencanakan akan mendirikan sekolah kopi di Kabupaten Dairi.
Hal itu disampaikan Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu di Sidikalang, Sabtu, terkait rencana pendirian sekolah SMK Kopi di Kabupaten Dairi oleh Yayasan Pendidikan Parulian Medan.

Ia mengatakan pendirian sekolah, salah satunya sekolah kopi, merupakan salah satu program yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Dairi.
Terkait dengan pengembangan Kopi Sidikalang, Ia juga menyampaikan dalam rangka mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang, Pemkab Dairi yang juga tertuang dalam RPJMD melakukan program penanaman 5 juta batang kopi dan telah tertanam sebanyak 1.800.000 batang kopi di beberapa daerah.
"Kami juga telah menerapkan teknologi pertanian modern (smart farming) untuk budidaya kopi, yakni dengan berbasis Internet Of Things (IOT). Dengan berbagai langkah yang telah kami lakukan itu, keyakinan masyarakat terhadap pengembangan Kopi Sidikalang mulai tumbuh," katanya.
Selain terhadap pengembangan Kopi Sidikalang, ia juga menyampaikan, Pemkab Dairi melakukan pelatihan kepada para UMKM yang ada di Kabupaten Dairi melalui program inkubasi bisnis melalui kerjasama dengan PT. Bank Mestika.
Dimana para UMKM tersebut diberikan ilmu dan pengetahuan bagaimana cara mengembangkan usahanya.
Sementara Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Parulian Medan, Sopar Siburian, mengatakan potensi yang dimiliki oleh anak-anak Kabupaten Dairi sangat luar biasa, namun belum ada klaster untuk sekolah seperti halnya sekolah kopi.
Diutarakan Sopar bahwa Kabupaten Dairi terkenal akan kopinya, yakni Kopi Sidikalang, sehingga hal tersebutlah yang mendorong pihaknya untuk mendirikan sekolah kopi di Kabupaten Dairi.
"Sekolah kopi ini nantinya diharapkan akan menjadi ikon baru di Kabupaten Dairi. Oleh karena itu, kami harapkan perlu adanya sinergitas dari pemerintah agar pendirian sekolah dimaksud dapat berjalan dengan baik," katanya.
Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendukung program dari Yayasan Pendidikan Parulian Medan yang merencanakan akan mendirikan sekolah kopi di Kabupaten Dairi.
Hal itu disampaikan Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu di Sidikalang, Sabtu, terkait rencana pendirian sekolah SMK Kopi di Kabupaten Dairi oleh Yayasan Pendidikan Parulian Medan.
Ia mengatakan pendirian sekolah, salah satunya sekolah kopi, merupakan salah satu program yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Dairi.
Terkait dengan pengembangan Kopi Sidikalang, Ia juga menyampaikan dalam rangka mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang, Pemkab Dairi yang juga tertuang dalam RPJMD melakukan program penanaman 5 juta batang kopi dan telah tertanam sebanyak 1.800.000 batang kopi di beberapa daerah.
"Kami juga telah menerapkan teknologi pertanian modern (smart farming) untuk budidaya kopi, yakni dengan berbasis Internet Of Things (IOT). Dengan berbagai langkah yang telah kami lakukan itu, keyakinan masyarakat terhadap pengembangan Kopi Sidikalang mulai tumbuh," katanya.
Selain terhadap pengembangan Kopi Sidikalang, ia juga menyampaikan, Pemkab Dairi melakukan pelatihan kepada para UMKM yang ada di Kabupaten Dairi melalui program inkubasi bisnis melalui kerjasama dengan PT. Bank Mestika.
Dimana para UMKM tersebut diberikan ilmu dan pengetahuan bagaimana cara mengembangkan usahanya.
Sementara Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Parulian Medan, Sopar Siburian, mengatakan potensi yang dimiliki oleh anak-anak Kabupaten Dairi sangat luar biasa, namun belum ada klaster untuk sekolah seperti halnya sekolah kopi.
Diutarakan Sopar bahwa Kabupaten Dairi terkenal akan kopinya, yakni Kopi Sidikalang, sehingga hal tersebutlah yang mendorong pihaknya untuk mendirikan sekolah kopi di Kabupaten Dairi.
"Sekolah kopi ini nantinya diharapkan akan menjadi ikon baru di Kabupaten Dairi. Oleh karena itu, kami harapkan perlu adanya sinergitas dari pemerintah agar pendirian sekolah dimaksud dapat berjalan dengan baik," katanya.
Next News

BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai 1.200 Jiwa
2 months ago

Bupati Masinton Pastikan Normalisasi Sungai Aek Harse Berjalan, 12 Alat Berat Dikerahkan
2 months ago

BMKG: Cuaca Indonesia Masih Didominasi Hujan dengan Intensitas Beragam
2 months ago

Pusdalops Sumut Catat 121 Warga Luka dan 41 Orang Hilang Akibat Bencana Alam
2 months ago

Harga Cabai Merah di Sumut Terus Turun, Humbahas Sentuh Rp18 Ribu per Kilogram
2 months ago

Pemerintah Terapkan Sistem Padat Karya untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera
2 months ago

BMKG Peringatkan Mayoritas Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Disertai Petir
2 months ago

TNI AD Kerahkan Puluhan Alat Berat Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
2 months ago

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Hari Ini
2 months ago

Bobby Nasution Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Sumut Jelang Ramadan
2 months ago





