Pembangunan Jalan Sipiongot Paluta Dilanjutkan, Proyek Strategis Daerah Ditargetkan Mulai Maret 2026
Tata - Saturday, 31 January 2026 | 08:13 AM


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), setelah sebelumnya sempat terhenti.
Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Harry Rizal Hasibuan, menyampaikan bahwa proyek tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada Maret 2026 dan telah masuk dalam kategori program strategis daerah.
Pembangunan jalan ini mencakup beberapa ruas utama, yakni ruas Sipiongot–batas Kabupaten Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer dengan anggaran Rp96 miliar, ruas Sipiongot–batas Kabupaten Tapanuli Selatan sepanjang 12 kilometer dengan nilai Rp72 miliar, serta ruas Hutaimbaru–Sipiongot Paluta sepanjang 11,8 kilometer dengan anggaran Rp70,8 miliar.
Harry menjelaskan, pembangunan jalan di kawasan Sipiongot telah lama dinantikan masyarakat setempat. Selama puluhan tahun, kondisi akses transportasi di wilayah tersebut tergolong rusak berat, berlumpur saat hujan, dan sulit dilalui kendaraan.
Ia mengungkapkan bahwa kawasan Sipiongot sebelumnya termasuk daerah tertinggal, bahkan pada dekade 1980–1990-an akses transportasi masyarakat masih harus ditempuh menggunakan kuda.
Dengan dimulainya kembali pembangunan ini, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah Paluta, Tapanuli Selatan, dan Labuhanbatu dapat semakin terbuka. Selain meningkatkan akses transportasi, proyek ini juga diharapkan mempercepat pergerakan ekonomi warga yang selama ini terisolasi akibat keterbatasan infrastruktur jalan.
Pembangunan jalan Sipiongot juga diproyeksikan mempermudah akses masyarakat menuju pusat-pusat layanan publik, seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Dolok dan sekitarnya.
Secara strategis, proyek ini dinilai mampu memperkuat integrasi wilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dasar.
Next News

Bupati Gus Irawan Dorong Siswa SMA 2 Plus dan SMK Martabe Sipirok Berprestasi hingga Tingkat Nasional
12 hours ago

Bupati Tapsel Turun ke Desa, Serap Aspirasi Warga dan Dorong Pengembangan Kopi serta Jagung
12 hours ago

Dari Desa untuk Tapsel Bangkit, Gus Irawan Kawal Kopi 600 Hektare hingga Restocking 2.500 Benih Ikan
13 hours ago

Peringatan Dini Cuaca Besok Senin 7 September 2026, BMKG: Waspada Hujan Lebat & Angin Kencang
16 hours ago

Kabut Asap Mulai Selimuti Sejumlah Wilayah Madina, Sumbernya Masih Belum Diketahui
a day ago

BNPB Catat 15 Kecamatan di Lampung dan Banten Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
a day ago

Tekuk Australia 2-0, Timnas U20 Indonesia Lolos ke Piala Asia U20 2027
a day ago

Sekolah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Diminta Terapkan PJJ, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
a day ago

Bulog Turun Langsung ke Pasar, Pastikan Stok Beras SPHP dan Harga Pangan Tetap Terkendali
2 days ago

Memasuki perbatasan China, kakek-nenek asal Aceh hadapi pemeriksaan ketat
2 days ago





