Pekerjaan yang Berpotensi Tergantikan AI di Masa Depan, Apa Saja Itu?
Liaa - Sunday, 22 February 2026 | 09:45 AM


1. Pekerjaan Administratif & Rutin
Contoh: entry data, staf administrasi, operator telepon, kasir supermarket.
AI dengan kemampuan OCR (Optical Character Recognition) dan chatbot bisa menangani data, menjawab pertanyaan rutin, dan memproses transaksi.
Menurut laporan McKinsey Global Institute (2023), sekitar 50% pekerjaan administratif bisa otomatis dalam 10–15 tahun mendatang.
2. Pekerjaan Berbasis Analisis Data Dasar
Contoh: analis laporan sederhana, audit rutin, akuntan junior.
AI dapat memproses data, membuat laporan, dan menemukan pola lebih cepat dibanding manusia.
Sistem machine learning dan algoritma prediktif semakin akurat untuk deteksi kesalahan, tren, dan rekomendasi.
3. Pekerjaan Kreatif Rutin
Contoh: penulis konten dasar, desainer grafis template, editor video standar.
AI generatif (seperti GPT, DALL·E, MidJourney) bisa membuat konten tekstual, visual, dan audio untuk kebutuhan marketing, media sosial, atau branding dasar.
Namun, ide unik, storytelling mendalam, atau desain high-concept masih sulit digantikan sepenuhnya.
4. Transportasi & Logistik
Contoh: sopir truk, kurir, pengemudi taksi/ride-hailing.
Mobil self-driving dan drone pengantar barang sudah dalam tahap uji coba.
Pekerjaan ini kemungkinan digantikan bertahap, terutama di rute tetap atau logistik warehouse.
5. Pekerjaan Industri Rutin
Contoh: operator mesin pabrik, pekerja lini perakitan.
Robot industri mampu melakukan pengelasan, pengecatan, dan packing dengan presisi tinggi tanpa lelah.
Di negara maju, sebagian besar lini produksi sudah mengadopsi otomatisasi industri 4.0.
Apakah Masih Ada Pekerjaan yang Relatif Aman dari AI?
•Profesi yang memerlukan kreativitas tinggi: penulis novel, sutradara, desainer high-fashion, seniman konseptual.
•Profesi yang memerlukan empati & interaksi manusia: psikolog, guru, konselor, perawat.
•Profesi kompleks dan multi-tasking non-rutin: CEO, pengambil keputusan strategis, ilmuwan riset lanjutan.
Menurut penelitian dari World Economic Forum (2024), pekerjaan dengan kombinasi kognisi kompleks + interaksi sosial tetap menjadi keunggulan manusia.
AI akan menggantikan banyak pekerjaan rutin, berbasis data, dan dapat diotomatiskan, tapi manusia tetap unggul pada kreativitas, empati, dan pengambilan keputusan kompleks. Strategi terbaik adalah mengasah skill unik manusia, belajar literasi digital, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja hybrid manusia dan AI.
Next News

Kupu-Kupu, Si Cantik yang Hidupnya Ternyata Hardcore Banget
2 hours ago

Kenapa Suara Hujan Bikin Kita Nagih?
2 hours ago

Seni Menggunakan Micin dengan Bijak pada Masakan
2 hours ago

Tanda-Tanda Penuaan Dini yang Sering Tidak Disadari
15 hours ago

Tekanan Darah Naik Saat Emosi, Apakah Berbahaya?
15 hours ago

Internet Super Cepat 5G,Apakah Indonesia Sudah Siap?
15 hours ago

Anak Kidal , Benarkah Lebih Kreatif dan Jenius?
15 hours ago

Benarkah Musik Bisa Membuat Anak Menjadi Cerdas?
15 hours ago

Seni Makan Kerang
8 hours ago

Pear: Si Buah "Pasir" yang Sering Dianaktirikan Padahal Manfaatnya Gila-gilaan
8 hours ago





