Kamis, 25 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Nostalgia Maraton Kartun MNCTV yang Pernah Mengisi Masa Kecil Kita

Liaa - Thursday, 04 June 2026 | 02:35 PM

Background
Nostalgia Maraton Kartun MNCTV yang Pernah Mengisi Masa Kecil Kita

Menolak Lupa: Nostalgia Maraton Kartun MNCTV yang Pernah Mengisi Masa Kecil Kita

Kalau kita bicara soal ritual hari Minggu atau libur sekolah di masa lalu, rasanya nggak sah kalau nggak menyinggung soal televisi. Jauh sebelum algoritma YouTube Kids menguasai perhatian anak-anak atau Netflix memberikan pilihan tontonan tanpa batas, kita pernah berada di era di mana "remot TV" adalah benda paling sakti di rumah. Dan jika kita bicara soal stasiun televisi yang punya tempat spesial di hati untuk urusan kartun, MNCTV (yang dulu kita kenal sebagai TPI) jelas berada di garda terdepan.

Ada getaran yang beda kalau kita ingat-ingat lagi momen nongkrong di depan layar kaca sambil selonjoran di karpet. MNCTV itu seperti punya magnet tersendiri. Kalau stasiun sebelah mungkin sibuk dengan robot-robotan atau ninja, MNCTV hadir dengan selera yang lebih membumi, penuh warna, dan terkadang sangat absurd tapi bikin nagih. Mari kita putar balik waktu sebentar dan meresapi kembali memori-memori indah tersebut.

Upin & Ipin: Sang Legenda yang Melampaui Zaman

Bicara soal MNCTV tanpa menyebut Upin & Ipin itu ibarat makan seblak tapi nggak pakai kerupuk; ada yang kurang. Duo bocah botak dari Kampung Durian Runtuh ini bukan cuma sekadar tontonan, tapi sudah jadi ikon budaya. Masih ingat nggak gimana dulu kita belajar bahasa Melayu gara-gara mereka? Kata-kata seperti "Betul, betul, betul!" atau "Eh, ayam goreng!" mendadak jadi jargon wajib di sekolah.

Yang bikin Upin & Ipin ini spesial adalah kesederhanaannya. Mereka nggak punya kekuatan super, nggak bisa terbang, tapi keseharian mereka bareng Kak Ros yang galak (tapi penyayang) dan Opah yang sabarnya seluas samudera itu terasa sangat dekat dengan kehidupan kita. Kita diajak melihat indahnya keberagaman lewat teman-teman mereka seperti Mei Mei, Jarjit yang jago pantun, sampai Mail yang jiwa dagangnya sudah setara CEO startup. Nonton Upin & Ipin di MNCTV itu rasanya kayak pulang ke rumah; hangat dan menenangkan.

Bernard Bear dan Nasib Sial yang Mengocok Perut

Selain Upin & Ipin, ada satu sosok beruang kutub yang nasibnya selalu bikin kita antara kasihan dan pengen ketawa: Bernard Bear. Kartun tanpa dialog ini adalah bukti kalau komedi fisik atau slapstick itu nggak akan pernah mati. Bernard ini tipikal karakter yang niatnya baik atau sekadar pengen santai, tapi dunia seolah-olah berkonspirasi untuk mencelakainya.



Mau main golf, celaka. Mau naik lift, kejepit. Mau olahraga, malah masuk rumah sakit. Menonton Bernard itu memberikan kita pelajaran hidup yang cukup dalam meski dikemas lewat tawa: terkadang hidup memang sebercanda itu. MNCTV dulu sering memutar Bernard di jam-jam nanggung, dan anehnya, kita nggak pernah bosan meski episodenya diulang-ulang sampai kita hafal gerakannya.

Dunia Oscar's Oasis dan Ketegangan di Padang Pasir

Jangan lupakan juga Oscar's Oasis. Tokoh utamanya adalah seekor kadal yang tinggal di padang pasir yang gersang. Musuhnya? Trio hewan yang nggak kalah kocak: Harchi si hyena, Popy si rubah, dan Buck si burung unta. Mereka ini berebut apa saja, mulai dari air sampai barang-barang bekas yang jatuh dari truk manusia.

Vibes dari Oscar's Oasis ini sangat dinamis. Animasinya yang halus (pada masanya) dan kejar-kejaran yang intens bikin kita yang nonton ikutan capek tapi terhibur. Ada kepuasan tersendiri melihat Oscar berhasil mengelabui lawan-lawannya, meskipun ujung-ujungnya dia sering kena sial juga. Kartun-kartun tanpa kata seperti ini justru yang paling nempel di kepala karena musik latarnya yang ikonik.

Little Krishna: Sentuhan Epik dari Negeri Bollywood

MNCTV juga sempat membawa angin segar dengan menayangkan Little Krishna. Berbeda dengan kartun-kartun sebelumnya yang lebih ke arah komedi, Little Krishna memberikan nuansa aksi dan spiritual yang kental. Visualnya yang penuh warna cerah khas India dan cerita tentang keberanian Krishna kecil melawan monster-monster kiriman Raja Kamsa benar-benar seru untuk diikuti.

Nonton Little Krishna itu rasanya kayak nonton film kolosal tapi versi kartun. Kita jadi tahu sedikit banyak tentang mitologi India dengan cara yang asik. Karakter Krishna yang usil tapi sakti ini benar-benar bikin anak-anak zaman dulu terpaku di depan layar, terutama saat dia mulai mengeluarkan seruling saktinya atau berubah menjadi raksasa.



Kenapa Nostalgia Ini Begitu Kuat?

Kalau dipikir-pikir, kenapa ya kita kangen banget sama zaman itu? Padahal kalau mau jujur, kualitas grafis kartun sekarang jauh lebih gila. Jawabannya mungkin sederhana: karena waktu itu hidup terasa lebih lambat. Kita belum pusing dengan urusan pekerjaan, cicilan, atau drama di media sosial. Hiburan kita adalah hal-hal yang kolektif. Kita nonton kartun yang sama di jam yang sama, lalu besoknya dibahas bareng teman di sekolah.

MNCTV dengan deretan kartunnya berhasil menciptakan semesta kecil di mana kita bisa tertawa lepas tanpa beban. Menonton kembali potongan video kartun-kartun lama itu sekarang rasanya seperti mesin waktu. Kita bukan cuma kangen sama kartunnya, tapi kita kangen sama versi diri kita yang dulu; yang bahagia hanya karena melihat seekor beruang kutub terpeleset kulit pisang.

Era TV mungkin sudah mulai bergeser ke platform streaming, tapi kenangan tentang duduk manis menunggu lagu intro Upin & Ipin dimulai akan selalu punya tempat di sudut hati paling dalam. Terima kasih, MNCTV, sudah pernah menjadi bagian dari masa kecil yang penuh tawa dan imajinasi.