Kenapa Saat Panik atau Cemas Tubuh Bisa Berkeringat? Ini Penjelasan Medisnya
Liaa - Thursday, 25 June 2026 | 11:01 AM


Pernah merasa telapak tangan basah, dahi berkeringat, atau tubuh tiba-tiba lembap saat sedang gugup, panik, atau cemas? Meski tidak sedang berada di tempat panas atau melakukan aktivitas berat, keringat tetap bisa muncul. Kondisi ini sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh saat menghadapi tekanan emosional.
Ketika seseorang merasa panik, takut, atau sangat cemas, otak akan menganggap situasi tersebut sebagai ancaman. Respons ini kemudian mengaktifkan sistem saraf simpatik, yaitu bagian dari sistem saraf otonom yang bertugas menyiapkan tubuh untuk menghadapi bahaya. Respons ini dikenal sebagai fight or flight, yaitu mekanisme tubuh untuk melawan atau menghindari ancaman.
Saat sistem ini aktif, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin (epinephrine) dan noradrenalin. Kedua hormon ini memicu berbagai perubahan fisik dalam waktu singkat, misalnya detak jantung menjadi lebih cepat, napas terasa lebih pendek, otot menegang, dan tubuh menjadi lebih waspada. Pada saat yang sama, kelenjar keringat ikut terangsang sehingga produksi keringat meningkat.
Keringat yang muncul saat cemas sering disebut sebagai keringat emosional. Berbeda dengan keringat karena cuaca panas atau olahraga, keringat emosional biasanya muncul di area tertentu seperti telapak tangan, telapak kaki, wajah, dahi, atau ketiak. Tubuh melakukan ini sebagai bagian dari reaksi otomatis terhadap stres, meski sebenarnya tidak ada ancaman fisik nyata di sekitar kita.
Secara sederhana, tubuh sedang "salah paham" mengira Anda berada dalam kondisi darurat. Akibatnya, sistem pertahanan tubuh menyala penuh. Keringat pun keluar sebagai bagian dari paket respons tersebut, bersama jantung berdebar, tangan gemetar, dada terasa sesak, atau perut tidak nyaman. Karena itulah, saat seseorang mengalami serangan panik, berkeringat menjadi salah satu gejala yang cukup umum.
Meski normal terjadi sesekali, kondisi ini perlu diperhatikan bila muncul terlalu sering, sangat berlebihan, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika keringat berlebih muncul tanpa pemicu yang jelas, atau disertai gejala lain seperti nyeri dada, pusing berat, sesak napas, penurunan berat badan, atau keringat malam terus-menerus, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Bisa saja ada kondisi lain yang ikut berperan, misalnya gangguan kecemasan, hiperhidrosis, masalah hormon, atau kondisi medis tertentu.
Pada akhirnya, berkeringat saat panik atau cemas adalah bentuk respons alami tubuh terhadap tekanan. Jadi, jika Anda pernah mengalaminya, itu bukan hal aneh. Tubuh hanya sedang bereaksi terhadap sinyal stres yang diterima otak. Yang penting, kenali pemicunya dan cari bantuan bila keluhan muncul terlalu sering atau terasa makin berat.
Next News

Kenapa Anak Sering Cemburu dengan Adik? Ini Penyebab yang Perlu Dipahami Orang Tua
in 6 hours

Kenapa Anak Sering Berantem dengan Saudaranya? Ini Penyebab yang Sering Terjadi
in 6 hours

Kenapa Ada Orang yang Takut dengan Ketinggian? Ini Penjelasan di Baliknya
in 6 hours

Mengapa Anak Sering Menangis Saat Baru Bangun Tidur?
in 6 hours

Anak Sering Rewel Saat Diajak Keluar? Coba Tips Ini Biar Perjalanan Lebih Tenang
in 6 hours

Sering Mual di Mobil atau Bus? Ini Alasan Ada Orang yang Mudah Mabuk Kendaraan
in 6 hours

Kenapa Tubuh Gampang Sakit setelah Kehujanan? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui
in 6 hours

Kenapa Tubuh Gampang Sakit Walau Sudah Makan Sehat? Ini Kemungkinan Penyebabnya
in 6 hours

Mengenal Teknik Deep Breathing untuk Mengontrol Detak Jantung dan Menenangkan Tubuh
in 6 hours

Kenapa Bisa Muncul Rasa Kaget? Ini Penjelasan Tubuh Saat Merespons Kejutan
in 5 hours





