Minggu, 17 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mitos atau Fakta Minum Air Es Setelah Makan Bisa Bikin Berat Badan Naik

Liaa - Friday, 15 May 2026 | 01:20 PM

Background
Mitos atau Fakta Minum Air Es Setelah Makan Bisa Bikin Berat Badan Naik

Mitos Air Es Setelah Makan Bikin Buncit: Benar atau Cuma Nakut-nakutin Doang?

Bayangkan pemandangan ini: kamu baru saja menghabiskan satu porsi besar nasi padang dengan lauk rendang, perkedel, dan siraman kuah gulai yang melimpah. Di tengah cuaca Indonesia yang lagi panas-panasnya, godaan paling besar setelah suapan terakhir tentu saja adalah segelas es teh manis atau air putih dingin yang es batunya masih gemeretak. Segar banget, kan? Tapi, baru saja mau menyeruput, tiba-tiba suara peringatan dari orang tua atau teman terngiang di telinga, "Jangan minum air es habis makan, nanti lemaknya membeku di perut terus jadi buncit!"

Pernyataan ini sudah jadi semacam "urban legend" yang mendarah daging di tengah masyarakat kita. Konon, air es punya kekuatan magis untuk mengubah lemak cair dari gorengan yang kita makan menjadi gumpalan keras yang sulit dicerna, yang ujung-ujungnya bikin berat badan naik drastis. Pertanyaannya, apakah secara medis tubuh kita bekerja seperti itu? Atau ini cuma taktik orang tua zaman dulu supaya kita nggak keseringan batuk pilek?

Logika Lemak Beku yang Ternyata Keliru

Mari kita bedah mitos ini dengan kepala dingin sedingin air es yang sedang kita bicarakan. Logika yang sering dipakai adalah kalau kita meneteskan minyak goreng ke dalam air es, minyak tersebut pasti bakal memadat atau menggumpal. Nah, orang-orang berpikir proses yang sama terjadi di dalam lambung kita. Kedengarannya masuk akal, tapi sebenarnya ini adalah penyederhanaan yang agak ngawur.

Manusia itu makhluk berdarah panas. Suhu internal tubuh kita secara alami berada di kisaran 36 hingga 37 derajat Celcius. Begitu air es masuk ke kerongkongan dan sampai ke lambung, suhu air tersebut tidak akan bertahan lama. Tubuh kita punya mekanisme canggih untuk menyesuaikan suhu apa pun yang masuk ke dalam perut agar sesuai dengan suhu tubuh. Jadi, sebelum air es itu sempat "membekukan" rendang yang baru kamu telan, tubuhmu sudah lebih dulu menghangatkan air tersebut. Lagipula, proses pencernaan itu melibatkan asam lambung dan berbagai enzim, bukan cuma soal suhu.

Sains Berkata Lain: Air Es Justru Bakar Kalori?

Kalau kita bicara soal berat badan, variabel utamanya adalah kalori. Air putih, mau suhunya mendidih atau sampai jadi es batu sekalipun, kalorinya tetap nol. Tidak ada ceritanya sesuatu yang nol kalori bisa tiba-tiba berubah jadi timbunan lemak hanya karena suhunya dingin. Justru, kalau mau sedikit teknis, ada sebuah teori kecil yang menyebutkan kalau minum air dingin bisa membantu pembakaran kalori, meski jumlahnya sangat sedikit.



Kenapa bisa begitu? Karena saat kamu meminum air dingin, tubuhmu harus bekerja ekstra keras untuk memanaskan air tersebut agar mencapai suhu tubuh normal. Proses ini namanya termogenesis. Ya, walaupun jumlah kalori yang terbakar cuma sedikit banget mungkin nggak sebanding sama satu gigitan kerupuk tapi ini membuktikan kalau air es nggak bikin kamu gemuk. Jadi, kalau ada yang bilang air es bikin berat badan naik, secara biologi itu nggak nyambung.

Siapa Biang Kerok Sebenarnya?

Nah, di sinilah letak salah kaprahnya. Masalahnya bukan pada "es"-nya, tapi pada apa yang menyertai es tersebut. Kebanyakan orang Indonesia kalau minum es itu jarang yang cuma air putih tawar. Kita lebih sering memesan es teh manis, es jeruk, es cendol, atau boba drink yang kadar gulanya bisa bikin geleng-geleng kepala.

Satu gelas es teh manis restoran bisa mengandung dua sampai tiga sendok makan gula. Kalau kamu makan besar lalu ditambah asupan gula cair sebanyak itu, ya jelas asupan kalorimu meledak. Jadi, yang bikin perut buncit dan berat badan naik itu bukan suhu dinginnya, melainkan tumpukan karbohidrat dari nasi dan gula dari minuman manismu itu. Kita sering kali menyalahkan air es karena itu kambing hitam yang paling gampang, padahal aslinya kita cuma gagal mengontrol asupan gula harian.

Hubungan Air Es dan Pencernaan

Meski tidak bikin gemuk, apakah minum air es setelah makan itu sepenuhnya tanpa efek samping? Beberapa orang memang merasa perutnya jadi begah atau kembung kalau minum air dingin saat perut penuh. Ini biasanya terjadi karena suhu dingin bisa menyebabkan pembuluh darah di sekitar perut sedikit menyempit dan otot perut jadi agak kaku.

Bagi mereka yang punya pencernaan sensitif atau penderita akalasia (gangguan pada kerongkongan), air es memang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, bagi kebanyakan orang sehat, minum air es setelah makan nggak akan mengganggu proses penyerapan nutrisi secara signifikan. Jadi, kalau kamu merasa baik-baik saja dan nggak merasa kembung, silakan lanjut menyeruput air dinginmu dengan santuy.



Kenapa Mitos Ini Begitu Awet?

Mitos soal air es ini bertahan lama karena kita cenderung suka mencari alasan eksternal yang simpel untuk masalah yang kompleks seperti kenaikan berat badan. Lebih mudah menyalahkan "suhu air" daripada mengakui kalau kita sudah makan gorengan lima biji dalam sekali duduk. Selain itu, nasihat "jangan minum es" ini sudah turun-temurun, jadi kita sering menelan mentah-mentah tanpa sempat kroscek ke dokter atau literatur kesehatan yang valid.

Di media sosial, konten-konten yang menakut-nakuti soal air es juga sering kali lebih cepat viral daripada penjelasan ilmiah yang membosankan. Kita lebih suka narasi yang berbau konspirasi atau peringatan bahaya yang bombastis. Padahal, kalau kita mau jujur, musuh terbesar lingkar pinggang kita adalah gaya hidup sedenter alias kurang gerak dan pola makan yang nggak seimbang.

Kesimpulan: Minum Saja, Tapi...

Jadi, untuk menjawab pertanyaan di judul tadi: minum air es setelah makan bikin berat badan naik adalah MITOS. Kamu nggak perlu merasa berdosa kalau mau minum air putih dingin sehabis makan bakso urat yang pedasnya minta ampun. Lemakmu nggak akan mendadak jadi bongkahan semen di dalam perut.

Namun, ada catatan pentingnya. Pastikan yang kamu minum adalah air putih, bukan minuman manis yang penuh sirup atau kental manis. Tetap perhatikan porsi makananmu dan jangan lupa untuk tetap aktif bergerak. Kalau kamu tetap merasa khawatir, coba deh sesekali ganti air es dengan air suhu ruang atau air hangat yang memang terbukti lebih ramah untuk merilekskan otot-otot pencernaan.

Intinya, jangan sampai mitos-mitos begini bikin kamu stres berlebihan. Kesehatan itu soal keseimbangan jangka panjang, bukan cuma soal suhu air yang masuk ke kerongkonganmu dalam sekali tegukan. Jadi, hari ini mau minum es atau nggak? Pilihan ada di tanganmu, yang penting tetap jaga kesehatan ya!