Misteri Mabuk Perjalanan
Liaa - Friday, 20 March 2026 | 11:50 AM


Misteri Mabuk Perjalanan: Kenapa Sih Perut Bisa Mendadak Demo Pas Lagi OTW?
Pernah nggak sih kamu sudah tampil all-out, pakai baju paling kece, parfum wangi semerbak, dan sudah siap buat pamer foto liburan di Instagram, tapi baru setengah jam perjalanan di mobil, dunia serasa berputar? Tiba-tiba keringat dingin mengucur, mulut terasa asam, dan perut rasanya kayak lagi dikocok-kocok pakai mixer. Ujung-ujungnya, bukannya pose cantik di tempat wisata, kamu malah sibuk meluk plastik kresek di pinggir jalan. Benar-benar sebuah skenario horor yang nyata buat banyak orang.
Mabuk perjalanan, atau dalam bahasa kerennya disebut motion sickness, adalah musuh bebuyutan bagi para penjelajah jalanan. Mau itu naik mobil, bus, kapal laut, sampai pesawat, drama mual-mual ini selalu jadi bayang-bayang yang nggak diinginkan. Anehnya, ada orang yang bisa santai saja baca buku di dalam bus yang ugal-ugalan, sementara ada yang baru mencium bau jok mobil saja sudah pengen jackpot. Lantas, sebenarnya apa sih yang salah sama tubuh kita? Kenapa otak kita mendadak lemot dalam memproses gerakan sampai-sampai bikin isi perut pengen keluar?
Pertengkaran Antara Mata dan Telinga
Usut punya usut, mabuk perjalanan itu bukan karena perut kamu yang lemah atau kamu kurang makan. Akar masalahnya ada di koordinasi antara indra-indra kita yang lagi nggak akur. Di dalam kepala kita, ada yang namanya sistem vestibular, alias pusat keseimbangan yang letaknya di telinga bagian dalam. Tugasnya berat, yaitu ngasih tahu otak kalau kita lagi gerak, miring, atau tegak.
Nah, masalah muncul ketika terjadi konflik informasi. Bayangkan kamu lagi duduk di kursi belakang mobil sambil asyik scrolling TikTok. Mata kamu fokus ke layar HP yang diam, jadi mata bilang ke otak, "Eh, kita lagi diem nih, nggak gerak." Tapi di saat yang sama, cairan di telinga bagian dalam kamu ngerasain guncangan, belokan, dan rem mendadak. Telinga bakal teriak ke otak, "Woi, ini kita lagi ngebut, goyang-goyang!"
Di titik inilah otak kamu jadi bingung alias nge-lag. Karena dapet laporan yang beda dari mata dan telinga, otak jadi panik. Dalam kondisi bingung ini, otak mengirimkan sinyal darurat ke seluruh tubuh. Dan sayangnya, salah satu respon darurat otak itu adalah bikin perut kamu mual. Ibarat komputer yang dapet instruksi kontradiktif, sistemnya jadi error dan akhirnya forced close dalam bentuk mual-mual.
Teori Keracunan: Otak yang Terlalu Protektif
Ada teori menarik yang sering dibahas para ahli, yaitu teori neurotoksin. Katanya, ketika otak menerima sinyal yang berantakan antara mata dan keseimbangan, ia bakal mikir kalau kita lagi halusinasi. Nah, secara evolusi, kalau manusia zaman dulu ngerasa dunianya berputar padahal dia nggak gerak, biasanya itu karena satu hal: habis makan jamur beracun atau zat berbahaya lainnya.
Jadi, otak kita yang sebenarnya bermaksud baik ini bakal mengambil langkah preventif. Dia bakal bilang, "Waduh, ini pasti racun! Ayo keluarin semuanya sekarang juga!" Maka, terjadilah instruksi untuk muntah. Jadi sebenarnya, perut kamu itu nggak salah apa-apa. Dia cuma jadi korban dari "over-protective" nya otak kamu yang ngira kamu lagi keracunan duren atau bensin, padahal cuma lagi di dalam mobil travel menuju Bandung.
Kenapa Bau Mobil Malah Bikin Tambah Parah?
Selain faktor konflik sensorik tadi, ada faktor lingkungan yang bikin keadaan makin runyam. Pernah nggak kamu merasa kalau bau pengharum ruangan mobil yang rasa jeruk atau bau bensin itu malah jadi pemicu utama? Padahal mungkin kalau di rumah, bau jeruk itu enak-enak aja.
Hal ini terjadi karena kondisi tubuh kita sudah dalam keadaan siaga satu. Begitu mencium bau yang menyengat, saraf kita jadi makin sensitif. Ruangan yang pengap, kurangnya sirkulasi udara, sampai posisi duduk yang nggak nyaman juga berperan besar. Duduk di kursi belakang biasanya paling rawan karena guncangannya lebih terasa dan pandangan kita ke arah depan terbatas. Kalau kamu cuma bisa liat sandaran kursi di depanmu, mata kamu nggak dapet referensi visual soal gerakan mobil, yang akhirnya memperparah konflik di otak tadi.
Gimana Caranya Biar Nggak Jadi Langganan Jackpot?
Lalu, apakah kita yang hobi mabuk ini harus pasrah jadi kaum rebahan di rumah aja? Tentu tidak. Ada beberapa trik yang bisa dicoba buat meminimalisir drama ini. Pertama, jadilah navigator alias duduk di depan. Dengan duduk di kursi depan, mata kamu bisa melihat cakrawala atau jalanan di depan secara luas. Mata dan telinga jadi lebih sinkron karena keduanya sama-sama melihat dan merasakan gerakan yang sama.
Kedua, jauhkan HP atau buku. Saya tahu, perjalanan jauh itu membosankan, tapi kalau kamu tipe yang gampang mabuk, mending dengerin podcast atau musik aja. Jangan maksa baca tulisan kecil di layar HP yang bikin mata kamu makin stres. Ketiga, pastikan ada udara segar. Kalau memungkinkan, buka sedikit jendela atau arahkan AC langsung ke wajah. Suhu yang dingin biasanya membantu menenangkan saraf yang lagi tegang.
Dan jangan lupa, siapkan senjata rahasia seperti minyak kayu putih, permen jahe, atau obat anti-mabuk yang bikin ngantuk itu. Kadang, solusi terbaik buat mabuk perjalanan adalah tidur. Karena kalau kamu tidur, otak kamu nggak perlu repot-repot memproses input dari mata, jadi dia bisa istirahat sejenak dari kegalauan sensorik itu.
Intinya, mabuk perjalanan itu hal yang manusiawi banget. Nggak usah malu kalau harus minta supir buat menepi sebentar. Daripada dipaksa bertahan tapi akhirnya "meledak" di dalam mobil, mending cari aman. Lagipula, setiap perjalanan punya ceritanya masing-masing, dan kalau kamu termasuk kaum pejuang kresek, anggap aja itu bumbu perjalanan yang bikin momen sampai di tujuan jadi terasa lebih bermakna. Jadi, sudah siap buat OTW lagi?
Next News

Keseruan kakek nenek ketemu Four Wheel Drive Brunai Darussalam di Jakarta
16 hours ago

Sejarah Rendang: Dari Minangkabau ke Penjuru Dunia
17 hours ago

Kenapa Semangka Jadi Buah Paling Pas Saat Matahari Menyengat
5 hours ago

Sakit Kepala Biasa atau Tanda Serius? Mengenal Gejala Tumor Otak dengan Lebih Bijak
6 hours ago

Tips Makeup Natural: Cara Mudah Tampil Cantik Alami Setiap Hari
6 hours ago

Seni Bertahan Hidup Saat Silaturahmi Lebaran: Antara Opor, Pertanyaan Sensitif, dan Dompet Menipis
6 hours ago

Dilema Behel Gigi: Antara Gaya, Rasa Sakit, dan Perjalanan Menuju Senyum Percaya Diri
6 hours ago

Bukan Sekadar Pewarna: Seni di Ujung Jari yang Bikin Dompet Menangis tapi Hati Bahagia
6 hours ago

Hati Ayam Bom Vitamin A yang Bikin Mata Sehat
11 hours ago

Pulang ke Huta: Serba-serbi Tradisi Lebaran Ala Mandailing yang Bikin Kangen Rumah
11 hours ago





