Menteri PU Targetkan Pemulihan Bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh Rampung 2029, Tukka Diprioritaskan 2026
Liaa - Friday, 27 February 2026 | 08:52 AM


Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menargetkan proses pemulihan wilayah terdampak bencana di tiga provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dapat dituntaskan paling lambat pada 2029.
Menurut Dody, perhitungan sementara menunjukkan bahwa rehabilitasi infrastruktur di tiga wilayah tersebut dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi terdampak parah di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (26/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU didampingi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon serta Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
Dody menjelaskan, Kementerian PU akan melakukan normalisasi sungai yang dimulai dari bagian hulu di sejumlah sungai besar di tiga provinsi tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mencegah banjir berulang.
Saat peninjauan, ia melihat langsung kondisi tanggul darurat di Kelurahan Hutanabolon yang mengalami kerusakan akibat tidak mampu menahan tingginya debit air serta material kayu yang terbawa arus banjir pada 11 Februari 2026 lalu.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian PU akan mempercepat pembangunan sabo dam di Kecamatan Tukka guna mengurangi risiko banjir dari Sungai Aek Sigalagala dan Aek Harse. Khusus untuk wilayah Tukka, Dody menegaskan agar seluruh pekerjaan dapat dirampungkan pada 2026.
Rehabilitasi kawasan hulu juga menjadi perhatian, mengingat kondisi lereng gunung yang mulai gundul sehingga rawan memicu banjir susulan ketika curah hujan tinggi. Ia memastikan pekerjaan fisik akan mulai dilaksanakan pekan depan.
Meski Tukka menjadi prioritas utama, penanganan di kecamatan lain di Tapanuli Tengah tetap berjalan secara paralel dengan pembagian tim di beberapa titik sungai.
Untuk memperkuat daya tampung, Kementerian PU telah merancang desain pelebaran dan pendalaman tanggul dengan kedalaman mencapai tiga meter dan lebar hingga 50 meter agar mampu menahan debit air dari hulu.
Adapun rencana pembangunan sabo dam di DAS Aek Tukka/Pandan meliputi:
- Sabodam Kelurahan Bona Lumban: bentang 50 meter, tinggi 4 meter, kapasitas tampung 47 ribu meter kubik.
- Sabodam Kelurahan Hutanabolon: bentang 50 meter, tinggi 6 meter, kapasitas tampung 38 ribu meter kubik.
- Sabodam Aek Sigalagala: bentang 15 meter, tinggi 5 meter, kapasitas tampung 20 ribu meter kubik.
- Sabodam Kelurahan Tukka: bentang 50 meter, tinggi 3 meter, kapasitas tampung 100 ribu meter kubik.
Next News

Fakta Menarik tentang Rempah-rempah Nusantara yang Mendunia
8 hours ago

Pemkab Tapanuli Selatan Sambut Monitoring TP PKK Sumut, Gus Irawan Tekankan Sinergi Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
8 hours ago

Bupati Gus Irawan Ajak Masyarakat Kunjungi Paviliun Tapanuli Selatan di PRSU ke-50
8 hours ago

Bupati Gus Irawan Ajak Warga Manfaatkan Lahan Tidur untuk Perkuat Ekonomi Keluarga
9 hours ago

Drama Musikal "Sinergi Kuat Tapsel Bangkit" Memukau Ribuan Pengunjung di PRSU ke-50
9 hours ago

Paviliun Madina di PRSU Ke-50 Tampilkan Kopi Mandailing, Amak Lampisan, Labu Jipang, hingga Gordang Sambilan
15 hours ago

Pasangan Lansia Indonesia Tempuh Ekspedisi Darat ke Mekkah dan Eropa Selama 10 Bulan dengan Toyota Voxy
2 days ago

Buka PRSU Ke-50, Wagub Surya: Ini Bukan Cuma Hiburan, Tapi Ruang Temu Investasi Daerah
2 days ago

Kemenperin percepat pemulihan IKM terdampak bencana Sumatera
a day ago

Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan, Menko AHY: Pendidikan Gratis Putus Rantai Kemiskinan
2 days ago





