Gubernur: Pemekaran Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumut Berpotensi Kembali Terbuka
Liaa - Thursday, 16 April 2026 | 09:31 AM


Medan
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa peluang pemekaran wilayah di Sumut, baik pada tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, dapat kembali terbuka apabila pemerintah pusat mencabut moratorium pemekaran daerah. Namun, ia menegaskan bahwa selain pemekaran, terdapat kemungkinan lain berupa penyederhanaan atau penggabungan wilayah guna meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby dalam sidang paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Gedung DPRD Sumut, Rabu (15/4/2026).
Menurut Bobby, selama ini pemekaran daerah kerap dipahami sebatas pembentukan wilayah administratif baru. Padahal, kebijakan tersebut sejatinya dapat diarahkan untuk menata struktur pemerintahan agar lebih efisien, baik dalam pelayanan publik maupun pengelolaan anggaran.
"Jika moratorium resmi dibuka, bisa saja terjadi pemekaran provinsi atau kabupaten/kota. Namun, bukan tidak mungkin pula dilakukan penggabungan daerah demi meningkatkan efektivitas pemerintahan," ujarnya.
Bobby juga memaparkan perkembangan Sumatera Utara yang kini menjadi salah satu provinsi besar di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 15 juta jiwa. Ia menyebut berbagai capaian pembangunan yang diraih merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Dari sisi indikator makro, pertumbuhan ekonomi Sumut tercatat sebesar 4,53 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Sumatera mencapai 23,52 persen. Tingkat kemiskinan berada pada angka 7,24 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut mencapai 76,48 poin. Rata-rata lama sekolah tercatat 10,08 tahun dan harapan lama sekolah mencapai 13,5 tahun. Tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan perbaikan menjadi 5,32 persen.
Dalam aspek pelayanan publik, indeks pelayanan publik tahun 2025 mencapai 4,27 poin dengan kategori sangat baik. Adapun indeks kepuasan masyarakat berada di angka 95,62 poin.
Meski demikian, Bobby mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika ke depan.
"Perjalanan ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan semangat bersama untuk terus membangun dan mewariskan Sumatera Utara yang lebih baik bagi generasi mendatang," katanya.
Dalam sidang paripurna tersebut, Gubernur turut menyerahkan cinderamata kepada sejumlah mantan pejabat, serta memberikan penghargaan kepada atlet, tenaga medis, pelajar, camat, lurah, guru, dan berbagai profesi berprestasi lainnya. Acara juga dirangkaikan dengan pemotongan kue ulang tahun yang diikuti unsur pimpinan daerah dan tamu undangan.
Next News

Pemerintah tetapkan Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu 27 Mei 2026
16 hours ago

Mendikdasmen: Bahasa Inggris mata pelajaran wajib murid SD pada 2027
7 hours ago

Koperasi Merah Putih di Sumut Ditargetkan 6.110 Unit
a day ago

Penataan Non-ASN 2027, Pemprov Sumut Jamin Nasib Guru Honorer Tetap Aman
14 hours ago

Waspadai hujan disertai angin kencang di Sumut pada Minggu
a day ago

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Wakil Bupati Tapanuli Selatan Ikuti Zoom Nasional dari Batang Angkola
a day ago

Kemenhaj: 12 calon haji gagal berangkat ke Tanah Suci akibat sakit
a day ago

Gubernur pastikan peningkatan fasilitas puskesmas di wilayah terpencil
2 days ago

Pemkot Medan percepat persiapan Stadion Teladan sambut Piala AFF U19
2 days ago

Polda Sumut Musnahkan 21 Barak Narkoba dan Ungkap 81 Kasus dalam Dua Hari
2 days ago





