Sabtu, 4 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Makanan yang Membuat Kita Cepat Mengantuk

Nanda - Thursday, 02 April 2026 | 10:06 AM

Background
Mengenal Makanan yang Membuat Kita Cepat Mengantuk

Mengantuk setelah makan dikenal sebagai fenomena postprandial somnolence. Kondisi ini terjadi karena tubuh mengalihkan energi untuk proses pencernaan, sekaligus adanya perubahan hormon dan kadar gula darah.

Namun tidak semua makanan memberi efek yang sama. Beberapa jenis makanan terbukti lebih cepat memicu rasa kantuk dibanding yang lain.


1. Makanan Tinggi Karbohidrat Sederhana

Nasi putih dalam porsi besar, roti tawar, mie instan, kue manis, hingga donat termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi.

Karbohidrat sederhana cepat meningkatkan kadar gula darah, lalu diikuti lonjakan insulin. Respons ini membantu asam amino triptofan lebih mudah masuk ke otak. Triptofan kemudian diubah menjadi serotonin dan melatonin, hormon yang berkaitan dengan rasa tenang dan kantuk.



Akibatnya, tubuh terasa lebih rileks dan mengantuk setelah mengonsumsinya.


2. Makanan Tinggi Gula

Minuman manis, teh kemasan, soda, dan dessert manis memberi efek lonjakan energi cepat.

Namun setelah lonjakan tersebut, kadar gula darah bisa turun drastis. Penurunan ini membuat tubuh terasa lemas dan memicu rasa kantuk. Inilah yang sering disebut sebagai sugar crash.




3. Makanan Tinggi Lemak

Gorengan, makanan cepat saji, dan santan pekat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Proses pencernaan yang berat membuat aliran darah lebih banyak terfokus ke sistem pencernaan. Akibatnya, aliran darah ke otak sedikit berkurang dan tubuh terasa lebih lambat serta mengantuk.


4. Makanan Kaya Triptofan

Beberapa makanan secara alami mengandung triptofan, seperti telur, keju, susu, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan daging ayam.

Triptofan berperan dalam pembentukan serotonin dan melatonin. Jika dikombinasikan dengan karbohidrat, efek rasa kantuk bisa semakin terasa.



Namun penting dipahami, makanan ini tidak serta-merta membuat tidur mendadak. Efeknya bergantung pada jumlah dan kombinasi makanan yang dikonsumsi.


5. Porsi Makan yang Terlalu Besar

Bukan hanya jenis makanan, tetapi juga jumlahnya.

Makan dalam porsi besar membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Tubuh merespons dengan meningkatkan aktivitas parasimpatis, yaitu sistem saraf yang memicu kondisi rileks. Hasilnya, rasa kantuk muncul lebih cepat.




Apakah Semua Orang Mengalami Hal yang Sama

Respons tubuh setiap orang berbeda. Faktor usia, kualitas tidur malam sebelumnya, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi medis seperti diabetes turut memengaruhi tingkat kantuk setelah makan.

Waktu makan juga berpengaruh. Siang hari memang secara alami menjadi periode energi tubuh sedikit menurun, sehingga rasa kantuk lebih mudah muncul.


Cara Mengurangi Rasa Kantuk Setelah Makan

Jika Anda sering merasa mengantuk setelah makan dan itu mengganggu produktivitas, beberapa langkah ini bisa membantu

  • Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum
  • Kombinasikan dengan protein dan serat
  • Hindari porsi berlebihan
  • Kurangi minuman manis
  • Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki 10 hingga 15 menit

Langkah sederhana ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi lonjakan hormon yang memicu kantuk.




Rasa mengantuk setelah makan memang wajar, tetapi memahami penyebabnya membantu kita mengatur pola makan dengan lebih bijak. Bukan berarti harus menghindari makanan tertentu sepenuhnya, melainkan memilih jenis dan porsi yang seimbang agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.