Minggu, 31 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bosan Pakai Daster? Intip Gaya Fashion Ibu-Ibu yang Lagi Tren

Laila - Sunday, 31 May 2026 | 09:25 PM

Background
Bosan Pakai Daster? Intip Gaya Fashion Ibu-Ibu yang Lagi Tren

Seni Tampil Kece Tanpa Harus Ribet: Panduan Outfit Ibu-Ibu Zaman Now

Kalau kita bicara soal fashion ibu-ibu, hal pertama yang biasanya muncul di kepala adalah daster. Ya, daster batik dengan kancing depan yang sudah agak longgar itu memang "koentji" kenyamanan hakiki di dalam rumah. Tapi, mari kita jujur sejenak. Masa iya, setiap kali mau keluar rumah, entah itu buat jemput anak sekolah, pergi arisan, atau sekadar window shopping di mal, kita cuma mengandalkan setelan yang itu-itu saja? Menjadi seorang ibu bukan berarti kita harus mempensiunkan diri dari dunia gaya-gayaan. Justru, di fase inilah kita butuh "seragam" perang yang tidak hanya nyaman, tapi juga bikin kepercayaan diri meningkat drastis.

Zaman sekarang, istilah "Mahmud" alias Mama Muda bukan cuma sekadar status, tapi sudah jadi estetika tersendiri. Namun, masalahnya sering kali adalah waktu. Mana sempat dandan satu jam di depan cermin kalau si kecil sudah teriak-teriak minta sarapan atau jemputan sekolah sudah klakson di depan pagar? Nah, di sinilah seni memilih outfit yang "sat-set" tapi tetap terlihat slay diuji. Kita butuh pakaian yang fungsional, bisa dipakai mengejar balita yang lari-larian, tapi tetap kelihatan oke saat diajak foto aesthetic di kafe.

Kemeja Oversize: Penyelamat Segala Situasi

Kalau ditanya satu item yang wajib ada di lemari ibu-ibu modern, jawabannya jelas: kemeja oversize. Kenapa? Karena kemeja ini adalah "masker" terbaik untuk segala kekurangan di area tubuh setelah melahirkan. Ingin menyembunyikan perut yang belum sempat sit-up? Kemeja oversize solusinya. Ingin tampil formal tapi malas pakai blazer yang gerah? Kemeja oversize bahan linen atau katun jawabannya.

Cara pakainya juga gampang banget. Biar nggak kelihatan kayak pakai karung goni, cobalah teknik half-tuck, alias memasukkan bagian depan kemeja saja ke dalam celana, sementara bagian belakangnya dibiarkan menjuntai. Teknik ini memberikan kesan jenjang pada kaki sekaligus menutupi bagian bokong. Padukan dengan celana denim atau legging hitam, dan voila, Anda siap jadi pusat perhatian di grup WhatsApp wali murid.

Celana Kulot: Selamat Tinggal Jeans yang Bikin Sesak

Mari kita akui, memakai skinny jeans di usia kepala tiga atau empat ke atas itu kadang terasa seperti penyiksaan sukarela. Rasanya sesak, gerah, dan susah buat jongkok. Makanya, celana kulot adalah penemuan paling jenius untuk kaum ibu. Potongannya yang lebar membuat sirkulasi udara lancar jaya, dan yang paling penting, kita bisa bebas bergerak tanpa takut jahitan celana robek saat harus menggendong anak.



Pilihlah kulot dengan bahan jatuh seperti pleated (plisket) atau kain crepe. Kulot high-waist juga sangat direkomendasikan karena bisa memberikan ilusi perut yang lebih rata dan kaki yang lebih panjang. Kalau ingin tampil lebih santai, kulot bahan kaos juga oke banget, asal pilih warna-warna yang solid seperti cokelat kopi, abu-abu tua, atau hitam supaya tetap terlihat berkelas.

Outer Panjang: Senjata Rahasia Saat Mager

Pernah nggak sih, tiba-tiba harus keluar rumah karena ada paket datang atau ada tamu mendadak, padahal kita cuma pakai kaos oblong rumah yang sudah agak buluk? Di sinilah peran long outer atau kardigan panjang menjadi sangat krusial. Tinggal cemplungin tangan, kancingin satu (atau biarkan terbuka), dan seketika penampilan kita naik kelas dari "emak-emak dasteran" jadi "perempuan karier yang lagi santai".

Outer dengan potongan lurus dan tanpa banyak motif biasanya lebih mudah dipadupadankan. Tapi kalau Anda tipe yang suka jadi pusat perhatian, outer dengan motif etnik atau batik modern juga bisa jadi pilihan yang sangat keren. Selain menutupi lekuk tubuh, outer juga memberikan kesan proteksi dan kenyamanan ekstra, apalagi kalau kita sedang berada di ruangan ber-AC seperti mal atau bioskop.

Warna Bumi dan Monokrom: Biar Gak Kelihatan 'Sakit Mata'

Jujurly, kadang kita sering tergoda beli baju warna-warni mentereng karena lapar mata saat scrolling di aplikasi belanja. Tapi pas dipakai, kok malah kerasa kayak kue lapis? Untuk ibu-ibu yang ingin tampil elegan tanpa banyak mikir, pilihlah palet warna bumi (earth tones) atau monokrom. Warna-warna seperti krem, khaki, sage green, terracota, putih, dan hitam itu nggak pernah salah.

Warna-warna netral ini punya kekuatan ajaib untuk membuat seseorang terlihat lebih tenang dan berwibawa. Selain itu, baju dengan warna netral itu sangat mudah untuk "mix and match". Atasan warna putih bakal cocok dengan bawahan warna apa saja. Ini sangat membantu menghemat waktu di pagi hari supaya kita nggak perlu drama "nggak punya baju" padahal isi lemari sudah mau tumpah.



Sneakers adalah Heels Baru

Dulu mungkin kita merasa harus pakai sepatu hak tinggi biar kelihatan cantik. Tapi sekarang, zamannya sudah berubah. Kesehatan pinggang dan tumit adalah prioritas utama. Untungnya, tren fashion sekarang sangat mendukung penggunaan sneakers untuk hampir semua acara. Pakai gamis? Cocok pakai sneakers. Pakai kulot dan kemeja? Makin keren pakai sneakers.

Pilihlah sneakers yang modelnya simpel dengan warna dominan putih atau pastel. Selain nyaman dipakai jalan jauh saat belanja bulanan, sneakers juga memberikan kesan awet muda dan dinamis. Kalaupun harus pakai sepatu yang agak formal, flat shoes atau mules dengan ujung lancip bisa jadi alternatif yang tetap elegan tanpa harus menyiksa kaki.

Pada akhirnya, outfit terbaik untuk ibu-ibu bukanlah baju yang paling mahal atau yang paling mengikuti tren terbaru di TikTok. Baju yang bagus adalah baju yang membuat kita merasa nyaman dengan diri sendiri. Saat kita merasa nyaman, aura positif itu bakal terpancar dengan sendirinya. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen. Daster memang juara di hati, tapi sesekali tampil modis buat diri sendiri itu perlu banget sebagai bentuk self-love di tengah rutinitas domestik yang nggak ada habisnya. Tetap semangat, para mama hebat!