Rabu, 25 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kaum Jompo Wajib Tahu: Beda Neurobion Biru dan Neurobion Forte

Tata - Wednesday, 25 February 2026 | 06:20 PM

Background
Kaum Jompo Wajib Tahu: Beda Neurobion Biru dan Neurobion Forte

Neurobion vs Neurobion Forte: Mana yang Lebih 'Nendang' Buat Si Kaum Jompo?

Pernah nggak sih kamu ngerasa bangun tidur bukannya seger, malah badan kerasa kayak abis dipukulin warga sekampung? Atau lagi asyik ngetik kerjaan di depan laptop, tiba-tiba jari-jari tangan berasa kesemutan yang nggak hilang-hilang? Kalau iya, selamat, mungkin kamu sudah resmi menyandang gelar 'kaum jompo' sebelum waktunya. Di titik inilah biasanya kita bakal lari ke apotek dan dihadapkan pada dua pilihan legendaris yang warnanya mirip tapi tak sama: Neurobion biru atau Neurobion Forte yang warnanya putih-pink.

Masalahnya, banyak dari kita yang asal ambil aja. "Ah, yang Forte pasti lebih kuat, kan ada embel-embel Forte-nya," begitu pikir kita. Padahal, urusan vitamin saraf nggak sesimpel milih topping seblak. Ada takaran, ada fungsi, dan ada kebutuhan tubuh yang beda-beda. Biar nggak makin bingung dan biar nggak salah telan, yuk kita bedah tuntas apa sih bedanya si biru dan si Forte ini dengan gaya yang lebih santai.

Pertama, Kenalan Dulu sama Geng Vitamin B

Sebelum masuk ke perbedaan dosis, kita harus paham dulu kenapa vitamin ini isinya B1, B6, dan B12. Ketiga bersaudara ini sering disebut sebagai vitamin neurotropik. Singkatnya, mereka ini adalah 'makanan' buat saraf-saraf kita. Bayangin saraf kamu itu kabel listrik di rumah. Kalau kabelnya terkelupas atau kekurangan daya, lampunya bakal kedap-kedip atau malah korsleting. Nah, vitamin B inilah yang bertugas ngerawat kulit kabel itu biar aliran listrik (sinyal saraf) di tubuh kamu lancar jaya.

Vitamin B1 (Thiamine) itu ibarat bensin buat saraf, B6 (Pyridoxine) ngebantu metabolisme di dalam saraf, dan B12 (Cobalamin) punya tugas berat buat memperbaiki jaringan saraf yang rusak. Jadi, kalau kamu sering ngerasa kebas atau kesemutan, itu tandanya kabel-kabel di tubuh kamu lagi butuh asupan tambahan.

Neurobion Biru: Si Penjaga Ritme Harian

Neurobion reguler yang kemasannya warna biru ini sebenarnya didesain buat pencegahan atau perawatan ringan. Kalau kita intip komposisinya, biasanya berisi Vitamin B1 100 mg, Vitamin B6 200 mg, dan Vitamin B12 200 mcg. Perhatikan deh angka di B12-nya, cuma dalam hitungan mikrogram (mcg).



Varian biru ini cocok banget buat kamu yang aktivitasnya padat tapi belum sampai tahap yang bikin jari kaku atau jalan aja udah nggak enak. Istilahnya, ini adalah suplemen harian biar saraf kamu nggak 'ngambek' di tengah jalan. Buat yang sering lembur tapi masih pengen tetep waras, Neurobion biru biasanya udah cukup banget buat ngejaga stamina saraf tetap stabil.

Neurobion Forte: Versi 'Gaspol' Buat yang Sudah Parah

Nah, sekarang kita bahas si Forte. Dalam bahasa medis, 'Forte' itu artinya kuat atau dosis tinggi. Kalau kamu liat kemasannya yang putih dengan sentuhan pink, komposisinya emang bikin melongo dibanding saudaranya yang biru. Neurobion Forte mengandung Vitamin B1 100 mg, Vitamin B6 100 mg, dan Vitamin B12 sebanyak 5.000 mcg (alias 5 mg).

Liat bedanya? Di varian Forte, kandungan B12-nya melonjak drastis dari 200 mcg jadi 5.000 mcg. Ini lompatan yang gede banget! Kenapa dibikin segede itu? Karena Neurobion Forte itu sebenernya bukan buat gaya-gayaan atau suplemen harian biasa. Ini adalah obat untuk terapi pengobatan. Biasanya direkomendasiin buat orang yang udah ngalamin gejala kerusakan saraf yang nyata, kayak kesemutan kronis, kebas yang nggak ilang-ilang, atau buat mereka yang emang punya defisiensi vitamin B akut.

Jadi, Pilih yang Mana? Jangan Asal Telan Ya!

Mungkin ada yang mikir, "Ya udah sih, ambil yang Forte aja biar cepet sembuh, kan dosisnya lebih tinggi." Eits, tunggu dulu. Tubuh manusia itu punya limitnya masing-masing. Kalau kamu cuma pegal-pegal biasa karena kelamaan duduk nonton drakor, minum yang Forte itu ibarat nembak burung pake meriam. Terlalu berlebihan.

Berikut adalah panduan sederhana (tapi tetap bukan pengganti saran dokter) buat milih mana yang kamu butuhin:



  • Pilih Neurobion Biru: Kalau kamu merasa cuma butuh tambahan nutrisi karena pola makan yang nggak teratur, sering merasa capek fisik yang standar, atau pengen sekadar jaga-jaga biar nggak gampang kesemutan.
  • Pilih Neurobion Forte: Kalau kamu udah ngerasa ada yang nggak beres sama indra peraba kamu. Jari-jari kerasa mati rasa, kesemutan yang frekuensinya udah kayak dapet notifikasi WhatsApp grup kerjaan, atau kamu emang lagi dalam masa pemulihan penyakit yang menyerang sistem saraf.

Sebuah Observasi Ringan Tentang Gaya Hidup Kita

Lucunya, tren konsumsi vitamin neurotropik ini makin naik di kalangan anak muda. Dulu mungkin yang beli Neurobion itu kakek-nenek kita. Sekarang? Anak magang yang baru kerja tiga bulan aja udah sedia Neurobion di laci mejanya. Ini sebenernya sindiran halus buat gaya hidup kita yang makin nggak sehat. Kurang gerak, terlalu lama natap layar, dan kurang asupan protein hewani (sumber alami B12) bikin saraf kita 'tua' sebelum waktunya.

Tapi inget ya, minum vitamin itu cuma salah satu usaha. Jangan mentang-mentang udah minum Neurobion Forte, terus kamu lanjut duduk 12 jam tanpa berdiri sama sekali. Itu namanya nyiksa diri pakai bantuan obat. Tubuh tetep butuh peregangan, butuh air putih yang banyak, dan butuh istirahat yang beneran tidur, bukan cuma rebahan sambil main HP.

Kesimpulan Akhir

Singkatnya, beda Neurobion biasa dan Forte itu terletak di dosis Vitamin B12-nya yang beda jauh. Si biru buat maintenance, si Forte buat pengobatan. Jangan lupa, meskipun ini obat bebas terbatas (lingkaran biru), tetep ada baiknya konsultasi ke dokter kalau gejalanya berlanjut. Apalagi kalau kamu punya riwayat penyakit ginjal atau alergi tertentu, karena kelebihan vitamin B dosis tinggi yang dibuang lewat urine juga bisa bikin ginjal kerja ekstra keras.

Intinya, dengerin apa kata tubuhmu. Kalau cuma butuh 'elusan' sayang, kasih yang biru. Tapi kalau sarafmu udah 'teriak' minta tolong karena kesemutan hebat, mungkin si Forte adalah jawabannya. Stay healthy, jangan sampai jadi jompo beneran di usia muda ya!