Jumat, 3 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kaki Tiba-Tiba Kesemutan?Jangan Langsung Dianggap Sepele, Kenali Penyebabnya

Laila - Wednesday, 01 July 2026 | 12:27 PM

Background
Kaki Tiba-Tiba Kesemutan?Jangan Langsung Dianggap Sepele, Kenali Penyebabnya

Hampir semua orang pernah mengalami kesemutan.

Biasanya terjadi setelah duduk bersila terlalu lama, jongkok, atau tanpa sadar menyilangkan kaki saat bekerja. Awalnya kaki terasa kebas. Beberapa saat kemudian muncul sensasi seperti ditusuk ribuan jarum kecil yang membuat kita buru-buru mengubah posisi.

Banyak orang menyebutnya sebagai "darah tidak lancar".

Padahal, penjelasan ilmiahnya ternyata sedikit berbeda.

Kesemutan lebih sering berkaitan dengan saraf yang mendapat tekanan, meskipun aliran darah juga ikut berperan.



Apa Itu Kesemutan?

Dalam dunia medis, kesemutan dikenal dengan istilah *paresthesia*.


Paresthesia adalah sensasi yang muncul tanpa adanya rangsangan dari luar, misalnya rasa kebas, geli, tertusuk jarum, panas, atau seperti dialiri aliran listrik kecil.

Sebagian besar paresthesia bersifat sementara dan akan hilang setelah tekanan pada saraf menghilang.



Karena itulah kesemutan akibat salah posisi duduk umumnya tidak berbahaya.

Mengapa Duduk Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Kesemutan?

Di dalam kaki terdapat banyak saraf yang bertugas mengirimkan sinyal antara otak dan seluruh bagian tubuh.

Saat seseorang duduk bersila, jongkok, atau menyilangkan kaki terlalu lama, beberapa saraf dapat tertekan oleh berat tubuh atau posisi sendi.

Tekanan ini membuat sinyal dari saraf menjadi terganggu untuk sementara.



Pada saat yang sama, pembuluh darah di area tersebut juga bisa ikut tertekan sehingga pasokan oksigen ke jaringan sedikit berkurang.

Kombinasi kedua hal inilah yang akhirnya menimbulkan sensasi kesemutan.

Kenapa Kesemutan Justru Bertambah Saat Bergerak?

Banyak orang merasa kaki yang semula kebas malah terasa lebih "menusuk" ketika mulai berdiri.

Hal ini sebenarnya merupakan tanda bahwa saraf mulai kembali bekerja secara normal.



Begitu tekanan hilang, aliran darah membaik dan saraf kembali mengirimkan sinyal ke otak.

Proses pemulihan ini menghasilkan sensasi khas berupa rasa seperti ditusuk jarum atau geli yang biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit.

Apakah Kesemutan Selalu Berarti Aliran Darah Tidak Lancar?

Tidak.

Ini adalah salah satu mitos yang paling sering beredar.



Aliran darah memang dapat berpengaruh, tetapi penyebab utama kesemutan sementara biasanya adalah tekanan pada saraf, bukan karena darah "berhenti mengalir".

Jika hanya disebabkan oleh posisi duduk, kesemutan biasanya akan membaik setelah posisi tubuh diubah.

Kapan Kesemutan Masih Dianggap Normal?

Kesemutan umumnya masih dianggap normal apabila:

muncul setelah duduk atau jongkok terlalu lama;



hanya berlangsung beberapa menit;

hilang setelah mengubah posisi tubuh;

tidak disertai nyeri hebat atau kelemahan otot.

Kondisi seperti ini tidak memerlukan pengobatan khusus.

Kapan Harus Mulai Waspada?



Kesemutan sebaiknya tidak dianggap sepele jika:

sering muncul tanpa penyebab yang jelas;

berlangsung selama berjam-jam atau berhari-hari;

hanya terjadi pada satu sisi tubuh;

disertai kelemahan otot;



menyebabkan sulit berjalan atau memegang benda;

disertai gangguan bicara atau wajah mencong.

Keluhan tersebut dapat menjadi tanda gangguan saraf atau kondisi medis lain yang memerlukan pemeriksaan dokter.

Penyakit Apa Saja yang Bisa Menyebabkan Kesemutan?

Kesemutan yang berulang atau menetap dapat berkaitan dengan beberapa kondisi, antara lain:



•Diabetes mellitus, yang dapat merusak saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam waktu lama.

•Kekurangan vitamin B12, yang penting untuk menjaga kesehatan saraf.

•Saraf terjepit, terutama di daerah pinggang atau leher.

•Gangguan sirkulasi darah tertentu.

•Efek samping beberapa obat.



•Penyakit neurologis, seperti Multiple sclerosis, meskipun kasus ini jauh lebih jarang.

Karena penyebabnya beragam, kesemutan yang tidak kunjung membaik sebaiknya diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Kesemutan?*

Jika kesemutan terjadi akibat salah posisi, beberapa langkah sederhana biasanya sudah cukup membantu:

ubah posisi duduk atau berdiri;



gerakkan kaki secara perlahan;

lakukan peregangan ringan;

berjalan beberapa langkah agar tekanan pada saraf berkurang;

hindari duduk dalam posisi yang sama terlalu lama.

Bila Anda bekerja di depan komputer, usahakan berdiri dan bergerak setiap 30–60 menit.



Kesemutan pada kaki merupakan kondisi yang sangat umum dan dalam banyak kasus bukanlah sesuatu yang berbahaya.

Penyebab tersering adalah tekanan sementara pada saraf akibat posisi duduk, jongkok, atau menyilangkan kaki terlalu lama.

Namun, jika kesemutan sering muncul tanpa sebab, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti kelemahan otot atau gangguan berjalan, jangan menundanya.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.