Jangan Anggap Sepele Obesitas, Risiko Penyakit Serius Mengintai
Tata - Saturday, 09 May 2026 | 10:00 PM


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat tentang bahaya obesitas yang dapat meningkatkan risiko kematian dini di Indonesia. Menurutnya, obesitas berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol yang menjadi pemicu berbagai penyakit serius.
Dalam sebuah talkshow World Obesity Day 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026), Menkes membandingkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dengan Denmark. Ia menilai pola hidup sehat masyarakat Denmark menjadi salah satu faktor utama tingginya usia harapan hidup di negara tersebut.
Rata-rata harapan hidup di Denmark mencapai 82-83 tahun, sedangkan Indonesia sekitar 70-73 tahun.
Ia juga menyoroti tingkat obesitas di Denmark yang tergolong rendah, yakni di bawah 20 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menkes menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi berkaitan langsung dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga ukuran lingkar perut tetap ideal.
Untuk laki-laki, lingkar perut sebaiknya di bawah 90 cm, sedangkan perempuan di bawah 80 cm. Ini bukan masalah fisik, melainkan soal kesehatan.
Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong penerapan label nutrisi atau Nutri Level di pusat perbelanjaan dan jaringan kedai kopi. Program ini bertujuan membantu masyarakat memahami kandungan gizi makanan dan minuman dengan lebih mudah.
Melalui sistem tersebut, produk akan diberi label mulai dari level A hingga D berdasarkan kandungan nutrisi dan kalorinya. Produk dengan kandungan gula dan kalori lebih rendah akan mendapatkan penilaian yang lebih baik.
Menkes menyebut sejumlah jaringan kedai kopi mulai bersedia menerapkan sistem tersebut. Nantinya, konsumen dapat melihat kategori nutrisi pada menu minuman, seperti americano yang mendapat label lebih sehat dibanding minuman tinggi gula.
Menurutnya, pendekatan berbasis gaya hidup dinilai lebih efektif untuk mengubah kebiasaan masyarakat dibandingkan hanya menerapkan aturan ketat. Pemerintah ingin membangun anggapan bahwa memilih makanan dan minuman sehat merupakan bagian dari gaya hidup modern dan positif.
Ia menambahkan, tren gaya hidup sehat diharapkan dapat memengaruhi pilihan masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari obesitas.
Next News

Umur 20-an Rasa 80-an: Alasan Tubuh Kita Cepat Lelah dan Pegal
4 hours ago

Mitos atau Fakta: Apakah Nanas Berbahaya bagi Ibu Hamil?
5 hours ago

Dulu Dipanggul, Kini Bisa Dinaiki: Sejarah Koper dari Masa ke Masa
5 hours ago

Mengapa Usia Orang Korea Selatan Bisa Berbeda dari Sistem Internasional?
5 hours ago

Mitos atau Fakta: Apakah Cokelat Benar-Benar Menyebabkan Jerawat?
5 hours ago

Mitos atau Fakta: Benarkah Permen Karet Bertahan 7 Tahun di Dalam Tubuh?
7 hours ago

Air Bumi Diduga Berasal dari Asteroid: Jejak Kosmik di Balik Segelas Air Minum
7 hours ago

Mengenal Paru-Paru: Organ Vital yang Bekerja Tanpa Henti dan Penuh Fakta Mengejutkan
8 hours ago

Mengenal Cincin Epsilon, Struktur Cincin Paling Terang di Planet Uranus
8 hours ago

Fakta Menarik tentang Cara Pohon Berkomunikasi Melalui Akar
8 hours ago





