Fakta Unik dan Menarik tentang Orang Kidal
RAU - Thursday, 09 April 2026 | 03:37 AM


Sebagian orang di dunia lebih sering memakai tangan kiri dibandingkan dengan tangan kanannya, dan mereka disebut sebagai orang kidal.
Dahulu, menjadi kidal adalah aib, bahkan dikaitkan dengan perbuatan setan. Namun sekt, kidal telah diterima di masyarakat. Walaupun begitu, terdapat beberapa fakta menarik tentang orang kidal.
Hanya Sekitar 10 Persen Manusia yang Kidal
Menurut berbagai penelitian neurologi, sekitar 10 persen populasi manusia di dunia adalah kidal, sementara sekitar 90 persen lainnya menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan.
Menariknya, angka ini relatif konsisten di berbagai negara dan budaya.
Para ilmuwan percaya bahwa fenomena ini berkaitan dengan perkembangan otak manusia selama evolusi.
Dominasi tangan juga terkait dengan lateralitas otak, yaitu pembagian fungsi antara otak kiri dan otak kanan.
Pada kebanyakan orang, otak kiri lebih dominan dalam mengontrol bahasa dan gerakan tangan kanan. Pada orang kidal, pola dominasi ini bisa berbeda.
Banyak Tokoh Jenius Dunia Ternyata Kidal
Sejumlah tokoh besar dunia diketahui menggunakan tangan kiri.
Beberapa di antaranya bahkan dikenal sebagai ilmuwan dan seniman paling berpengaruh dalam sejarah.
Contohnya:
•Leonardo da Vinci – pelukis dan ilmuwan Renaissance
•Marie Curie – ilmuwan peraih Nobel
•Isaac Newton – fisikawan dan matematikawan
•Albert Einstein – ilmuwan teori relativitas (meski ada perdebatan tentang dominasi tangannya)
Selain itu, beberapa pemimpin dunia juga kidal, seperti:
•Barack Obama
•Bill Clinton
Hal ini membuat banyak orang percaya bahwa kidal memiliki hubungan dengan kreativitas tinggi, meskipun para ilmuwan masih terus meneliti hubungan tersebut.
Orang Kidal Sering Dianggap Berbeda dalam Sejarah
Dalam sejarah, penggunaan tangan kiri sering dipandang negatif di beberapa budaya.
Bahkan kata "sinister" dalam bahasa Latin yang berarti kiri pernah diasosiasikan dengan sesuatu yang buruk.
Di beberapa negara, anak-anak yang kidal bahkan pernah dipaksa belajar menggunakan tangan kanan saat menulis di sekolah.
Namun pandangan ini telah berubah dalam masyarakat modern, dan kini penggunaan tangan kiri dianggap sebagai variasi alami manusia.
Orang Kidal Sering Lebih Unggul dalam Beberapa Olahraga
Dalam beberapa olahraga, menjadi kidal justru dapat menjadi keuntungan.
Misalnya dalam:
•tenis
•tinju
•baseball
•bulu tangkis
Karena sebagian besar atlet menggunakan tangan kanan, lawan sering tidak terbiasa menghadapi gerakan pemain kidal.
Menurut penelitian dari Journal of Sports Sciences, pemain kidal memiliki peluang lebih besar untuk mencapai level profesional dalam beberapa olahraga kompetitif.
Orang Kidal Harus Beradaptasi dengan Dunia yang Didominasi Tangan Kanan
Sebagian besar alat sehari-hari dirancang untuk pengguna tangan kanan.
Contohnya:
•gunting
•meja sekolah
•kamera
•alat dapur
•mouse komputer
Akibatnya, orang kidal sering harus beradaptasi sejak kecil dengan lingkungan yang tidak sepenuhnya dirancang untuk mereka.
Namun kini banyak perusahaan mulai membuat produk ramah pengguna kidal, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah.
Hari Internasional Orang Kidal
Menariknya, orang kidal juga memiliki hari peringatan khusus.
Hari Orang Kidal Sedunia diperingati setiap 13 Agustus.
Hari ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 untuk meningkatkan kesadaran tentang pengalaman unik orang kidal dalam kehidupan sehari-hari.
Dianggap berumur lebih pendek daripada orang bertangan kanan
Dikutip dari BBC News, anggapan bahwa orang kidal umurnya lebih pendek sembilan tahun daripada orang yang bertangan kanan berasal dari penelitian pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an.
Namun, penelitian tersebut kini telah dibantah karena metodenya keliru, yakni dengan mendata orang-orang yang meninggal dunia dan menanyakan apakah dia bertangan dominan kiri.
Meskipun begitu, fakta ini bisa juga muncul dari kecelakaan pada orang kidal akibat peralatan kerja yang dimaksudkan untuk orang yang dominan menggunakan tangan kanan.
Cenderung lebih kreatif dan artistik
Sebuah penelitian yang cukup lama dalam American Journal of Psychology (1995) menemukan bahwa orang kidal cenderung lebih kreatif, artistik, dan inovatif.
Peneliti juga menyebutkan bahwa orang yang memakai tangan kiri cenderung berpikir divergen, yakni suatu metode berpikir dengan mengeksplorasi berbagai kemungkinan.
Selain itu, survei yang dilakukan Left-Handers Club menemukan orang bertangan kiri cenderung bekerja di industri kreatif, seperti pada bidang seni, musik, dan teknologi informasi
Berisiko lebih besar untuk mengalami gangguan belajar
Para peneliti dari Uppsala University, Swedia, menyebutkan bahwa anak-anak yang kidal punya risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan belajar, seperti disleksia.
Kebanyakan orang mengandalkan belahan otak kiri untuk fungsi bahasa. Mendominasi satu belahan otak dianggap jauh lebih efisien daripada menggunakan keduanya.
Namun, orang yang lebih sering memakai tangan kirinya cenderung tidak memiliki belahan otak kiri atau kanan yang dominan. Itulah alasan mengapa mereka berisiko mengalami gangguan belajar.
Rentan mengalami psikosis
Meski orang kidal hanya menempati 10% dari total populasi umum, mereka lebih rentan untuk mengalami gangguan mental yang ditandai dengan psikosis.
Para peneliti dari Yale University dan University of Texas Southwestern Medical Center, AS, menilai 107 pasien yang mengunjungi klinik psikiatri rawat jalan.
Dari studi ini, ditemukan bahwa sebanyak 40% pengidap skizofrenia dan gangguan skizoafektif yang mengalami gejala psikosis merupakan orang-orang yang kidal.
Lebih mudah merasa malu
Orang kidal cenderung mudah merasa malu. Sebuah uji perilaku yang dilakukan di Abertay University, Skotlandia, menunjukkan keterkaitan antara kekidalan dengan rasa malu.
Dalam studi ini, banyak partisipan bertangan kiri yang melaporkan bahwa mereka lebih mudah merasa cemas dalam membuat kesalahan. Mereka juga lebih sensitif terhadap kritik.
Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan orang-orang dengan tangan kiri yang dominan merupakan orang yang cenderung ragu-ragu.
Gampang marah
Pernyataan bahwa orang kidal punya sifat gampang marah bersumber dari sebuah penelitian kecil yang diterbitkan dalam Journal of Nervous and Mental Disease (2002).
Studi ini menyebutkan bahwa seseorang yang kidal lebih rentan mengalami emosi negatif. Di samping itu, mereka juga cenderung lebih sulit dalam memproses perasaannya.
Kebanyakan dari mereka menunjukkan proses emosional yang tidak seimbang antara otak kanan dan kiri. Salah satu akibatnya yakni mereka lebih sering bad mood.
Next News

Mengapa Musik Bisa Mengubah Emosi Kita Secara Instan?
5 hours ago

9 April, Hari ASMR Internasional: Mengapa Suara Bisikan Bisa Membuat Kita Rileks?
5 hours ago

Sulit Mengenali Wajah? Waspada Prosopagnosia.
7 hours ago

Jantung Aman Kan?' Lagu Baru Fanirahmansyah yang Bikin Hati Tenang
in 3 hours

Baju Putih Lebih Adem, Baju Hitam Lebih Panas, Padahal Bahannya Sama! Kenapa Bisa Begitu?
in 3 hours

Antara Gaya dan Encok: Suka Duka Anak Tropis Nyobain Ski di Pegunungan
in 3 hours

Busa Peredam Suara: Kenapa Bisa Redam Suara Keras Padahal Cuma Busa?
in 3 hours

Jangan Sampai Kena Tipu! 5 Cara Nyentrik Bedain Batu Permata Asli vs Kaleng-Kaleng
in 3 hours

Pahami Arti Vegetarian: Lebih dari Sekadar Tidak Makan Daging
in 3 hours

Rahasia Dibalik Perbedaan Tinggi Badan Saat Beranjak Dewasa
in 3 hours





