Rabu, 13 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Fakta di Balik Sendok Kayu: Aman atau Justru Berisiko?

RAU - Wednesday, 13 May 2026 | 01:31 PM

Background
Fakta di Balik Sendok Kayu: Aman atau Justru Berisiko?

Sendok kayu sejak lama menjadi alat masak favorit di banyak dapur. Selain tampilannya yang estetik, sendok kayu juga nyaman digunakan untuk mengaduk berbagai jenis masakan. Namun, belakangan muncul kekhawatiran bahwa pori-pori kayu bisa menyimpan bakteri dan meningkatkan risiko kontaminasi makanan.

Tak sedikit orang yang akhirnya beralih ke sendok berbahan silikon atau stainless steel karena menganggap kayu kurang higienis. Lalu, benarkah sendok kayu menyimpan bahaya tersembunyi? Berikut penjelasannya.

1. Sendok kayu sebenarnya tetap aman digunakan

Banyak yang mengira sendok kayu berisiko karena sifatnya yang menyerap cairan dan memiliki pori-pori kecil. Padahal, para ahli keamanan pangan menyebut sendok kayu tetap aman dipakai untuk memasak sehari-hari selama kondisinya masih baik dan dibersihkan dengan benar.

Masalah biasanya muncul jika sendok sudah retak, pecah, atau memiliki permukaan kasar. Pada kondisi tersebut, sisa makanan bisa terjebak di celah kecil dan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. Inilah yang berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi makanan.

2. Jenis dan kualitas kayu ikut menentukan keamanannya

Tidak semua sendok kayu dibuat dari bahan dengan kualitas yang sama. Beberapa jenis kayu diketahui lebih tahan terhadap pertumbuhan mikroba dibanding yang lain.



Kayu dengan struktur lebih padat umumnya lebih kuat dan tidak mudah menyerap cairan. Karena itu, memilih sendok kayu berkualitas baik sangat penting agar alat tidak cepat rusak dan tetap aman digunakan dalam jangka panjang.

3. Cara mencuci sendok kayu tidak boleh sembarangan

Kesalahan yang sering dilakukan adalah merendam sendok kayu terlalu lama di dalam air. Kebiasaan ini bisa membuat kayu menjadi lembap, mudah retak, dan lebih cepat menyerap sisa makanan.

Sendok kayu sebaiknya dicuci menggunakan air panas dan sabun setelah dipakai. Setelah itu, alat harus benar-benar dikeringkan sebelum disimpan. Pengeringan menyeluruh penting untuk mencegah kelembapan yang dapat memicu pertumbuhan bakteri.

4. Perebusan bisa membantu menjaga kebersihan

Selain dicuci, sendok kayu juga bisa direbus secara berkala untuk membantu mengurangi mikroorganisme yang mungkin menempel di permukaannya.

Perebusan dalam air panas dapat membantu menghancurkan biofilm atau lapisan bakteri yang sulit dibersihkan hanya dengan mencuci biasa. Langkah ini terutama dianjurkan jika sendok sering digunakan untuk mengolah bahan mentah seperti daging.



5. Kontaminasi silang justru jadi risiko terbesar

Masalah utama dalam penggunaan sendok kayu sebenarnya bukan hanya soal bahannya, melainkan cara pemakaiannya. Menggunakan satu sendok untuk bahan mentah lalu langsung mencicipi makanan matang dapat memindahkan bakteri berbahaya.

Karena itu, penting memisahkan alat masak saat mengolah bahan mentah dan makanan siap saji agar risiko keracunan makanan bisa diminimalkan.

6. Perawatan rutin membuat sendok kayu lebih awet

Sendok kayu juga perlu dirawat agar tidak cepat retak atau kasar. Permukaan yang mulai pecah dapat menjadi tempat menempelnya sisa makanan dan bakteri sehingga lebih sulit dibersihkan.

Beberapa orang menggunakan minyak mineral khusus untuk menjaga kelembapan kayu dan mencegah retakan. Dengan perawatan yang tepat, sendok kayu bisa bertahan lama sekaligus tetap aman digunakan.

Sendok kayu tidak seberbahaya yang sering dibayangkan. Selama digunakan dengan benar, dibersihkan secara menyeluruh, dan diganti jika sudah rusak, alat masak klasik ini tetap aman menjadi bagian dari aktivitas memasak sehari-hari.