Jumat, 15 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Waspada Kebiasaan Mengunyah Satu Sisi: Risiko Asimetri Wajah hingga Gangguan Sendi Rahang

Laila - Wednesday, 13 May 2026 | 05:35 PM

Background
Waspada Kebiasaan Mengunyah Satu Sisi: Risiko Asimetri Wajah hingga Gangguan Sendi Rahang

Kebiasaan Sepele yang Berdampak Serius

Sebagian orang mungkin menyadari adanya perbedaan bentuk pipi atau garis rahang ketika bercermin. Salah satu penyebab yang jarang disadari adalah kebiasaan mengunyah makanan hanya pada satu sisi.

Tubuh manusia bekerja berdasarkan prinsip keseimbangan. Ketika satu bagian digunakan secara berlebihan sementara sisi lainnya jarang difungsikan, ketidakseimbangan akan muncul, baik secara estetika maupun kesehatan.

Pembesaran Otot Rahang yang Tidak Seimbang

Di area rahang terdapat otot utama bernama musculus masseter, yang berperan penting dalam proses mengunyah. Jika seseorang secara konsisten menggunakan satu sisi rahang, otot pada sisi tersebut akan mengalami hipertrofi atau pembesaran akibat stimulasi berulang.

Sebaliknya, sisi yang jarang digunakan dapat mengalami atrofi atau penyusutan otot. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan wajah tampak asimetris, terutama pada bagian pipi dan garis rahang.

Risiko Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ)

Dampak kebiasaan ini tidak hanya bersifat estetis. Sendi temporomandibular (Temporomandibular Joint/TMJ), yaitu sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak, juga dapat mengalami tekanan yang tidak merata.



Beban berlebih pada satu sisi sendi dapat memicu gangguan TMJ. Gejalanya meliputi bunyi klik saat membuka mulut, nyeri di sekitar rahang dan telinga, sakit kepala, hingga kondisi rahang terkunci (locked jaw). Jika tidak ditangani, gangguan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan dan berbicara.

Dampak terhadap Kebersihan Gigi

Mengunyah makanan sebenarnya membantu proses pembersihan alami gigi melalui gesekan makanan dan aliran air liur. Apabila satu sisi jarang digunakan, area tersebut lebih rentan mengalami penumpukan plak dan karang gigi.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko bau mulut, radang gusi, serta kerusakan gigi dalam jangka panjang.

Penyebab Kebiasaan Mengunyah Satu Sisi

Kebiasaan ini sering kali berawal dari ketidaknyamanan, seperti gigi berlubang, gigi sensitif, atau gigi yang hilang pada satu sisi. Tubuh secara otomatis beradaptasi dengan menggunakan sisi yang terasa lebih nyaman.

Selain itu, faktor kebiasaan jangka panjang dan pola postur tertentu juga dapat memengaruhi preferensi penggunaan satu sisi rahang.



Cara Mengatasi dan Mencegah

Langkah pertama adalah meningkatkan kesadaran saat makan. Usahakan untuk mendistribusikan makanan secara merata di kedua sisi rahang.

Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga sangat penting, terutama jika terdapat keluhan gigi berlubang, nyeri, atau kehilangan gigi. Penanganan dini dapat mencegah gangguan yang lebih serius, termasuk masalah sendi rahang.

Mengunyah makanan hanya pada satu sisi bukan sekadar kebiasaan kecil, melainkan dapat berdampak pada keseimbangan otot wajah, kesehatan sendi rahang, serta kebersihan gigi. Menjaga keseimbangan penggunaan rahang dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi di kemudian hari.