Sabtu, 13 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Baking Soda dan Baking Powder: Serupa tetapi Tak Sama, Ini Perbedaannya

Laila - Friday, 15 May 2026 | 02:00 PM

Background
Baking Soda dan Baking Powder: Serupa tetapi Tak Sama, Ini Perbedaannya

Baking Soda dan Baking Powder: Serupa tetapi Tak Sama, Ini Perbedaannya

Dalam dunia baking, baking soda dan baking powder sering dianggap sebagai bahan yang dapat saling menggantikan. Keduanya berbentuk bubuk putih dan sama-sama berfungsi sebagai bahan pengembang. Namun, secara kimia dan cara kerja, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Kesalahan dalam menggunakan salah satu bahan ini dapat menyebabkan tekstur kue menjadi bantat, terlalu padat, atau bahkan memiliki rasa pahit yang tidak diinginkan.

Baking Soda: Pengembang yang Membutuhkan Asam

Baking soda dikenal secara kimia sebagai natrium bikarbonat. Bahan ini bersifat basa dan merupakan zat murni tanpa campuran komponen lain.

Agar dapat menghasilkan efek pengembangan pada adonan, baking soda harus bereaksi dengan bahan yang bersifat asam, seperti yogurt, buttermilk, air lemon, cuka, atau cokelat bubuk alami. Ketika bereaksi dengan asam dan cairan, baking soda menghasilkan gas karbon dioksida yang membentuk gelembung udara dalam adonan, sehingga kue dapat mengembang.

Namun, baking soda memiliki kekuatan reaksi yang cukup tinggi, sekitar tiga hingga empat kali lebih kuat dibandingkan baking powder. Oleh karena itu, penggunaannya harus tepat takaran. Jika terlalu banyak dan tidak diimbangi dengan bahan asam yang cukup, kue dapat meninggalkan rasa pahit atau getir.



Baking soda juga cenderung membantu proses pencokelatan pada kue, sehingga sering digunakan dalam pembuatan kukis atau produk yang membutuhkan warna lebih gelap.

Baking Powder: Pengembang Serbaguna yang Praktis

Berbeda dengan baking soda, baking powder merupakan campuran yang telah mengandung natrium bikarbonat, zat asam (umumnya cream of tartar), serta sedikit pati sebagai penstabil.

Sebagian besar baking powder yang beredar di pasaran merupakan jenis double acting. Artinya, reaksi pengembangan terjadi dalam dua tahap: pertama saat bercampur dengan cairan, dan kedua saat terkena panas di dalam oven.

Karena sudah mengandung komponen asam di dalamnya, baking powder dapat digunakan tanpa perlu menambahkan bahan asam tambahan. Sifat ini membuatnya lebih praktis dan relatif aman digunakan oleh pemula.

Hasil akhir penggunaan baking powder biasanya menghasilkan tekstur kue yang lebih ringan, lembut, dan berpori halus.



Apakah Keduanya Bisa Saling Menggantikan?

Secara teknis, baking soda dan baking powder dapat saling menggantikan, tetapi tidak secara langsung dan tanpa penyesuaian.

Jika mengganti baking soda dengan baking powder, diperlukan jumlah yang lebih banyak, umumnya dengan perbandingan sekitar 1:3. Artinya, satu sendok teh baking soda setara dengan tiga sendok teh baking powder. Namun, perubahan ini dapat memengaruhi rasa dan tekstur akhir.

Sebaliknya, jika mengganti baking powder dengan baking soda, perlu ditambahkan bahan asam dalam adonan serta menyesuaikan takaran agar tidak menimbulkan rasa pahit.

Untuk hasil terbaik, disarankan mengikuti resep sesuai dengan jenis bahan pengembang yang telah ditentukan.

Cara Menguji Kelayakan Baking Soda dan Baking Powder

Sebelum digunakan, penting untuk memastikan bahan pengembang masih aktif.



Uji baking soda:

Campurkan sedikit baking soda dengan cuka atau air jeruk nipis. Jika muncul reaksi berbusa dan berdesis, berarti masih aktif.

Uji baking powder:

Campurkan sedikit baking powder dengan air panas. Jika muncul gelembung, bahan tersebut masih layak digunakan.

Jika tidak terjadi reaksi, sebaiknya bahan tidak digunakan karena dapat menyebabkan adonan gagal mengembang.



Baking soda dan baking powder memiliki fungsi yang sama sebagai pengembang, tetapi berbeda dalam komposisi dan cara kerja. Baking soda memerlukan bahan asam untuk bereaksi, sedangkan baking powder telah mengandung komponen lengkap yang memungkinkannya bekerja secara mandiri.

Memahami perbedaan ini penting untuk menghasilkan kue dengan tekstur, rasa, dan tampilan yang optimal. Ketelitian dalam membaca resep dan takaran menjadi kunci keberhasilan dalam proses baking.