Bulog Sumut Siapkan Tambahan 36.000 Ton Beras untuk Perkuat Stok Pangan
RAU - Friday, 28 August 2026 | 08:22 AM


Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara akan mendapatkan tambahan pasokan sekitar 36.000 ton beras dari sejumlah wilayah di Indonesia. Penambahan tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memperkuat stok pangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat Sumatera Utara tetap terpenuhi.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan pasokan tambahan tersebut berasal dari Bulog Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Pengiriman beras akan dilakukan secara bertahap mulai awal September 2026 hingga jumlah yang telah ditargetkan terpenuhi.
Stok Beras untuk Bantuan Pangan dan SPHP
Tambahan pasokan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga cadangan beras di Sumatera Utara. Stok juga akan digunakan untuk mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk bantuan pangan serta penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Beras SPHP nantinya disalurkan ke pasar, mitra Bulog, serta jaringan distribusi lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga yang sesuai ketentuan.
Peningkatan pasokan juga menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga ketersediaan beras SPHP di tengah penyaluran yang terus berjalan melalui berbagai mitra.
Masyarakat Diimbau Tidak Membeli Berlebihan
Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, Bulog Sumut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan.
Penyaluran beras SPHP akan terus dilakukan secara bertahap melalui jaringan pengecer resmi. Karena itu, masyarakat diharapkan membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong yang berpotensi mengganggu distribusi di tingkat konsumen.
Ketersediaan stok yang diperkuat dengan pasokan dari sejumlah wilayah diharapkan dapat menjaga distribusi beras tetap berjalan secara normal.
Harga Beras SPHP Tetap Mengacu HET
Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog Sumut juga menyatakan bahwa harga beras SPHP tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Harga jual beras SPHP di wilayah tersebut disebut berada pada angka Rp13.100 per kilogram.
Pengawasan terhadap distribusi dan harga menjadi bagian penting dalam program SPHP. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memperoleh beras dengan harga yang sesuai ketentuan melalui jalur penjualan resmi.
Stok Dikelola Sesuai Kebutuhan
Bulog Sumut menyatakan stok yang tersedia akan terus dikelola berdasarkan kebutuhan masyarakat serta penugasan yang diberikan pemerintah.
Beras yang berada dalam pengelolaan Bulog dapat disalurkan melalui berbagai program pangan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pengaturan tersebut dilakukan agar ketersediaan beras tetap terjaga sekaligus mendukung kelancaran distribusi kepada masyarakat.
Tambahan 36.000 ton dari sejumlah provinsi diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi Bulog Sumut dalam mengelola pasokan selama periode penyaluran berikutnya.
Kualitas Beras Juga Menjadi Perhatian
Tidak hanya berfokus pada jumlah stok, Bulog Sumut juga melakukan perawatan secara berkala untuk mempertahankan kualitas beras selama berada dalam penyimpanan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah perawatan melalui proses fumigasi dan penyemprotan secara berkala sesuai kebutuhan penyimpanan.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kondisi beras agar tetap memenuhi standar kualitas sebelum akhirnya disalurkan kepada masyarakat.
Pasokan Diperkuat, Distribusi Tetap Dijaga
Tambahan sekitar 36.000 ton beras menjadi bagian dari strategi Bulog Sumut dalam memperkuat ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Pasokan yang berasal dari Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat akan masuk secara bertahap mulai September 2026. Beras tersebut nantinya mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan pangan hingga penyaluran SPHP melalui jaringan distribusi yang tersedia.
Dengan stok yang lebih kuat, Bulog Sumut berharap kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan. Masyarakat pun diimbau tetap berbelanja secara wajar karena penyaluran beras SPHP terus dilakukan melalui jaringan pengecer resmi.
Upaya menjaga jumlah stok, kestabilan harga, kelancaran distribusi, dan kualitas beras tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan di Sumatera Utara.
Next News

Banpres Rp3 Juta Disiapkan untuk Bantu UMKM Terdampak Bencana di 3 Provinsi
7 hours ago

Wabup Jafar Dorong ASN Tapsel Siapkan Masa Pensiun melalui Kredit Mapan Bank Sumut
9 hours ago

Dampak Asap Kebakaran di Sumut, Gubernur Bobby Siapkan Aturan Siswa Belajar Jarak Jauh jika Perlu
12 minutes ago

Wakil Bupati Tapsel Motivasi 817 Mahasiswa Baru: Jangan Pernah Berhenti Belajar dan Berjuang All Out
6 hours ago

Makassar Jadi Lokasi Akad Massal KPR Subsidi di Luar Jawa, Prabowo Dijadwalkan Hadir
6 hours ago

Kemdikti Saintek Bebaskan UKT Satu Semester untuk 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
6 hours ago

Hujan Guyur 7 Wilayah Sumatera Utara Jumat (28/8), Cek Daftar Lengkapnya
6 hours ago

BMKG Ingatkan Potensi Longsor dan Banjir Bandang Saat Musim Hujan Tiba
18 hours ago

Baru 6.030 dari 14.683 Bidang Bersertifikat, Pemko Medan Dukung Percepatan Tanah Wakaf
18 hours ago

Porprovsu XII 2026 Digelar November : Ribuan Atlet Siap Berebut 2.683 Medali
18 hours ago





