Bobby Nasution Minta Daerah di Sumut Jaga Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan
Liaa - Monday, 09 February 2026 | 12:03 PM


MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengimbau seluruh pemerintah daerah di wilayah Sumut untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok menjelang Ramadan. Langkah ini dinilai penting guna memastikan inflasi tetap terkendali dan harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan signifikan.
Menurut Bobby, peningkatan harga bahan pokok menjelang Ramadan hampir selalu terjadi setiap tahun akibat tingginya permintaan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh daerah untuk lebih waspada dalam menjaga distribusi dan ketersediaan barang.
"Semua wilayah di Sumatera Utara menjalani puasa, sehingga kebutuhan bahan pokok meningkat secara bersamaan. Stok harus benar-benar dijaga," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (8/2/2026).
Bobby juga menyinggung adanya permintaan pasokan bahan pokok dari daerah lain di luar Sumatera Utara. Ia mengingatkan para kepala daerah agar tidak sampai terjadi kekurangan stok di wilayah sendiri yang berpotensi memicu kenaikan harga.
"Daerah lain sering meminta suplai bahan pokok dari kita. Jangan sampai daerah kita justru kekurangan dan harga menjadi naik," tegasnya.
Sebagai solusi, Bobby mendorong pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menjaga stabilitas pasokan. Menurutnya, BUMD dapat membeli langsung komoditas dari petani dengan harga yang kompetitif sehingga distribusi bahan pokok tetap terkendali di dalam daerah.
Beberapa komoditas yang kerap menjadi pemicu inflasi di Sumut, antara lain cabai, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan ayam.
Ia juga meminta perhatian serius terhadap jalur distribusi, serta melibatkan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan. Pemerintah daerah diharapkan dapat bersinergi dengan kepolisian dan kejaksaan dalam mengawal stabilitas pasokan dan harga.
Menjelang Ramadan, Pemprov Sumut telah menyusun enam kesepakatan dalam road map pengendalian inflasi. Kesepakatan tersebut meliputi peningkatan frekuensi gerakan pasar murah, penambahan pasokan daging sapi dan kerbau, serta kerja sama dengan produsen ayam ras dan telur.
Selain itu, juga direncanakan pengendalian tarif administered price, sistem peringatan dini inflasi (early warning system), serta penguatan kerja sama TPID–SPPG agar menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap bervariasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memastikan pelaksanaan pasar murah selama Ramadan sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Next News

Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit
an hour ago

Dua Kepala Dinas Pemprov Sumut Resmi Mundur, Plh Langsung Ditunjuk
an hour ago

TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Dipusatkan di Sangkunur, Dorong Pembangunan Desa dan Kesejahteraan Warga
3 hours ago

Pemprov Sumut Akan Surati PPATK Terkait Data ASN Terlibat Judi Online Tahun 2025
a day ago

Pengungkapan Peredaran Ganja Lintas Kabupaten di Tapsel, Dua Pria Dibekuk Polisi dengan Barang Bukti Nyaris 4 Kg
a day ago

Pemprov Sumut Canangkan Gerakan Indonesia ASRI di Parapat, Dorong Pelestarian Danau Toba
2 days ago

Dinkes Sumut Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah, Perkuat Deteksi Dini dan Koordinasi Lintas Sektor
2 days ago

Longsor Terjang TPA Batu Bola Padangsidimpuan, Warga Diminta Waspada Longsor Susulan
3 days ago

Pemprov Sumut Terima Bantuan Kemanusiaan Rp600 Juta dari Kaltim untuk Korban Banjir dan Longsor
3 days ago

BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan, Waspada Petir di Sejumlah Daerah
4 days ago





