Rabu, 14 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

BNNP Sumut Soroti Pengguna Vape Narkotika dari Kalangan Remaja, Prevalensi Narkoba Jadi Perhatian

RAU - Tuesday, 13 October 2026 | 04:52 PM

Background
BNNP Sumut Soroti Pengguna Vape Narkotika dari Kalangan Remaja, Prevalensi Narkoba Jadi Perhatian

Medan – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menyoroti penggunaan vape yang mengandung etomidate atau dikenal sebagai pod getar, terutama di kalangan remaja. Berdasarkan hasil pengungkapan kasus, pengguna berusia 15 hingga 20 tahun menjadi kelompok yang paling banyak ditangkap.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Josua Tampubolon, mengatakan bahwa pengguna vape narkotika yang ditemukan dalam pengungkapan kasus tersebut banyak berasal dari kalangan pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa.

Menurut Josua, dominasi kelompok usia remaja tersebut menjadi perhatian bagi pihaknya. Ia menyebutkan bahwa pengguna berusia 15–20 tahun merupakan kelompok yang paling banyak ditemukan dalam kasus-kasus yang diungkap BNNP Sumut.

Selain persoalan vape yang mengandung zat berbahaya, Josua juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara. Ia menyebutkan bahwa wilayah tersebut masih menjadi salah satu daerah dengan prevalensi penyalahgunaan narkotika tertinggi di Indonesia.

Josua memperkirakan jumlah pengguna narkotika di Sumatera Utara mencapai satu juta hingga 1,5 juta orang. Dengan jumlah penduduk yang diperkirakan sekitar 15 juta jiwa, ia menilai angka tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang harus dihadapi dalam upaya pencegahan narkotika.



Ia menyampaikan bahwa perkiraan tersebut setara dengan hampir 10 persen dari jumlah penduduk Sumatera Utara. Angka ini merupakan pernyataan yang disampaikan Josua dan perlu dipahami berdasarkan definisi pengguna, periode pengukuran, serta metode penghitungan yang digunakan dalam data prevalensi.

Sumatera Utara Jadi Perhatian dalam Penanganan Narkotika

Josua mengatakan Sumatera Utara masih berada di posisi teratas dalam persoalan penyalahgunaan narkotika menurut pemaparan yang disampaikannya. Ia menyebut sejumlah wilayah lain yang juga menghadapi persoalan tersebut, yakni Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Tingginya angka penyalahgunaan narkotika, menurut Josua, perlu menjadi perhatian bersama. Penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat luas.

Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui penyebaran informasi yang benar mengenai risiko narkotika, pengawasan lingkungan pergaulan, serta penyediaan akses bantuan bagi orang yang mengalami masalah penyalahgunaan zat.

Penggunaan Vape Mengandung Etomidate pada Remaja

Temuan pengguna vape yang mengandung etomidate dari kelompok usia 15–20 tahun turut menjadi perhatian karena banyak di antaranya masih berstatus pelajar dan mahasiswa.



Etomidate merupakan zat anestesi yang digunakan dalam praktik medis tertentu di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Penggunaan di luar peruntukan medis dapat menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, cairan vape yang diduga mengandung etomidate tidak boleh dianggap aman hanya karena dikemas dalam perangkat yang menyerupai rokok elektronik.

Remaja perlu mendapatkan pemahaman bahwa produk dengan tampilan serupa belum tentu memiliki kandungan yang sama. Menghindari produk yang tidak jelas asal-usul dan komposisinya merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko paparan zat berbahaya.

Keluarga dan lingkungan pendidikan juga dapat berperan dengan membangun komunikasi terbuka, memberikan edukasi yang mudah dipahami, serta membantu remaja mencari pertolongan apabila menghadapi tekanan pergaulan atau terlanjur menggunakan zat berbahaya.

BNNP Sumut Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran

Josua mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan mencegah penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara. Ia menilai ancaman narkotika di wilayah tersebut perlu ditangani melalui kerja sama yang berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat perlu membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan tidak menganggap penyalahgunaan narkotika sebagai persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab aparat.



Pencegahan juga perlu disertai dukungan terhadap orang yang membutuhkan pertolongan. Selain penindakan terhadap peredaran gelap narkotika, edukasi dan layanan pemulihan dapat membantu mengurangi dampak penyalahgunaan zat terhadap individu, keluarga, dan masyarakat.

Dengan adanya temuan penggunaan vape mengandung etomidate di kalangan remaja serta perkiraan tingginya jumlah pengguna narkotika, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting. Kesadaran bersama, informasi yang akurat, dan akses terhadap bantuan diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara.