Minggu, 11 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

BGN Tutup Sementara SPPG Penyalur MBG di Medan Usai Belasan Siswa SD Diduga Keracunan

icaa - Sunday, 11 October 2026 | 09:57 AM

Background
BGN Tutup Sementara SPPG Penyalur MBG di Medan Usai Belasan Siswa SD Diduga Keracunan

MEDAN – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau, Medan. Keputusan tersebut diambil setelah belasan siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan lemas usai menyantap makanan pada Jumat (9/10/2026).

Kepala BGN Regional Sumatera Utara, Yoga Arizanto, mengatakan penutupan sementara dilakukan selama 20 hari sambil menunggu hasil investigasi mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Menurut Yoga, pihaknya sedang melakukan observasi dan pengujian laboratorium terhadap sampel seluruh komponen makanan yang disalurkan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan apakah keluhan para siswa berkaitan dengan makanan dari program MBG.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap operasional SPPG tersebut.

Apabila hasil investigasi membuktikan bahwa makanan yang disalurkan menjadi penyebab keracunan, BGN Regional Sumatera Utara dapat merekomendasikan penutupan SPPG secara permanen. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya keterkaitan, SPPG tersebut berpeluang kembali beroperasi.



Sementara itu, belasan siswa yang mengalami keluhan kesehatan telah dibawa ke Rumah Sakit Imelda Medan untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, ingin muntah, pusing, hingga tubuh terasa lemas setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.

Salah seorang keluarga siswa, Heri Setiawan, mengaku menerima kabar bahwa cucunya dirawat di rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah memperoleh informasi tersebut, ia segera menghubungi ibu korban untuk mengetahui kondisi anak tersebut sebelum mendatangi rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Heri melihat cucunya dalam kondisi lemas. Ia mengatakan cucunya masih mendapatkan perawatan medis berupa infus.

Heri juga mengaku belum mengetahui secara pasti jenis makanan yang dikonsumsi para siswa. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, paket MBG yang dibagikan terdiri atas makanan dan susu.

Setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual dan ingin muntah hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan.



Hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi selesai, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang. Penutupan sementara SPPG dilakukan sebagai langkah penanganan selama proses pemeriksaan berlangsung.