Benarkah Pria Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung? Kenali Faktanya dan Gejalanya
Liaa - Monday, 16 February 2026 | 04:37 AM


Serangan jantung atau infark miokard merupakan kondisi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya akibat penyumbatan pembuluh darah koroner. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal.
Menurut data dari World Health Organization, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.
Pria diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung pada usia lebih muda dibanding wanita.
Mengapa Pria Lebih Rentan?
Menurut American Heart Association, ada beberapa faktor yang membuat pria lebih berisiko:
1️⃣ Faktor Hormon
Wanita sebelum menopause memiliki hormon estrogen yang membantu melindungi pembuluh darah. Hormon ini berperan menjaga elastisitas pembuluh dan kadar kolesterol lebih stabil. Pria tidak memiliki perlindungan hormonal ini dalam kadar yang sama.
2️⃣ Pola Hidup
Pria secara statistik lebih banyak merokok, mengonsumsi alkohol, dan memiliki pola makan tinggi lemak jenuh. Kebiasaan ini mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah.
3️⃣ Lemak Visceral
Pria cenderung menyimpan lemak di area perut (lemak visceral), yang berkaitan erat dengan peradangan dan peningkatan risiko penyakit jantung.
⚠️ Serangan Jantung Bisa Terjadi Kapan Saja dan Di Mana Saja
Banyak orang mengira serangan jantung hanya terjadi saat seseorang sedang stres berat atau memiliki riwayat sakit jantung. Faktanya, serangan jantung bisa terjadi:
Saat sedang berolahraga,
Ketika bekerja di kantor,
Saat menyetir,
Bahkan ketika sedang beristirahat.
Aktivitas fisik memang sehat, tetapi pada individu dengan penyumbatan pembuluh darah yang tidak terdeteksi, peningkatan denyut jantung mendadak bisa memicu serangan.
Karena itu, penting mengenali tanda-tandanya.
Bagaimana Mengenali Gejala Serangan Jantung?
Gejala klasik yang sering terjadi pada pria meliputi:
•Nyeri atau tekanan berat di dada (seperti tertindih benda berat)
•Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang
•Sesak napas
•Keringat dingin
•Mual atau pusing
Namun, gejala bisa berbeda pada setiap orang. Beberapa orang hanya merasakan ketidaknyamanan ringan di dada atau kelelahan ekstrem.
Jika gejala berlangsung lebih dari 5–10 menit, segera cari pertolongan medis. Penanganan cepat sangat menentukan keselamatan.
Kesimpulan
Ya, pria memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung pada usia lebih muda. Namun, penyakit ini tidak mengenal tempat dan waktu.
Serangan jantung bisa terjadi kapan saja — bahkan saat sedang berolahraga atau tampak sehat.
Kunci pencegahan adalah:
-Rutin cek tekanan darah dan kolesterol
-Hindari merokok
-Jaga berat badan
-Olahraga teratur sesuai kondisi
-Kelola stres
Karena jantung tidak memberi peringatan panjang. Ia hanya memberi sinyal singkat — dan kita harus peka mengenalinya.
Next News

Olahraga Bukan Soal Body Goals: Saatnya Bergerak demi Kesehatan, Bukan Validasi
in 7 hours

Menikmati Makanan Tanpa Mengorbankan Kesehatan: Cara Cerdas Menyeimbangkan Gaya Hidup dan Pola Makan
in 6 hours

Healing Tak Harus ke Bali: Cara Menemukan Ketenangan Tanpa Menguras Dompet
in 6 hours

Bangun Pagi Bukan Sekadar Disiplin, Tapi Strategi Mengelola Energi dan Ritme Hidup
in 6 hours

Antara Benci dan Rindu, Inilah Daya Tarik Magis Jengkol
in 4 hours

Lobak Putih, Detoks Alami buat Hati dan Ginjal
in 4 hours

Diet Besok Terus? Inilah 5 Cara Realistis Turunkan Berat Badan Tanpa Harus Menyiksa Diri
in 3 hours

Sering Basah Kuyup Sendirian? Kenali Penyebab Keringat Berlebih
in 3 hours

Timbangan Naik Bukan Akhir Dunia, tapi Ya Jangan Cuek-cuek Amat Juga
in 3 hours

Angin Duduk: Bukan Masuk Angin Biasa, Waspada Tanda Penyakit Jantung
in an hour





