Benarkah Berendam Air Garam Punya Manfaat untuk Tubuh?
Nanda - Saturday, 28 February 2026 | 09:41 AM


Benarkah air garam bisa dipakai untuk berendam?
Ya, berendam dengan air garam dipercaya sebagai terapi alami untuk relaksasi sejak dulu kala.
Garam apa yang digunakan untuk berendam?
Air garam yang digunakan untuk berendam biasanya berupa garam laut atau garam Epsom (magnesium sulfat). Sifatnya berbeda dari garam dapur biasa, karena mengandung mineral tambahan.
Apa saja manfaat berendam dengan Air Garam?
1️⃣ Relaksasi Otot dan Mengurangi Nyeri
Garam Epsom kaya magnesium, yang dapat diserap kulit secara terbatas.
Magnesium dapat membantu mengendurkan otot dan mengurangi ketegangan.
Studi kecil menunjukkan berendam air hangat + garam dapat mengurangi nyeri ringan pada otot dan sendi, misalnya setelah olahraga.
Catatan: Efeknya lebih ke relaksasi sementara, bukan terapi pengganti obat.
2️⃣ Manfaat untuk Kulit
Air garam bersifat antiseptik ringan, dapat membantu membersihkan kulit.
Beberapa orang merasa kulit lebih halus setelah berendam karena garam membantu eksfoliasi ringan.
Bisa membantu kondisi kulit tertentu seperti eksim ringan atau psoriasis, tapi tetap harus dikonsultasikan dengan dokter dermatologi.
3️⃣ Efek Psikologis
Berendam hangat sendiri menurunkan stres dan meningkatkan relaksasi.
Aromaterapi bisa ditambahkan (misal minyak esensial) untuk efek lebih maksimal.
Studi psikologi menunjukkan ritual mandi atau berendam hangat bisa menurunkan hormon stres (cortisol) dan meningkatkan mood.
Apa saja yang harus diperhatikan saat ingin berendam Air Garam?
1.Jangan gunakan air garam terlalu panas agar tidak menyebabkan iritasi atau dehidrasi.
2.Penderita tekanan darah tinggi atau gangguan jantung sebaiknya konsultasi dulu sebelum berendam lama.
3.Jangan ditelan! Garam Epsom atau garam laut tidak untuk diminum tanpa aturan khusus.
Berbagai macam studi dan penelitian ya g telah dilakukan memang membuktikan berendam air garam memberikan manfaat relaksasi, peredaan nyeri ringan, dan membantu kondisi kulit tertentu. Namun,efeknya lebih ke terapi pendukung, bukan pengganti obat atau perawatan medis.
Next News

Kenapa Lidah Sering Kelu Saat Grogi? Simak Solusinya
in 7 hours

Alasan Mengapa Musik Bisa Menenangkan Jiwa yang Lelah
in 6 hours

Duel Anggur Merah Lawan Hijau: Mana yang Paling Banyak Gizi?
in 6 hours

Perlunya Peregangan saat Bangun Tidur
in 6 hours

Mengenal Sisi Lain Ikan Tuna yang Ternyata Melampaui Imajinasi Kita
in 6 hours

Bukan Lebay, Ini Alasan Medis Pria Terlihat Payah Saat Flu
in 6 hours

Kenapa Duduk Lama Itu Berbahaya?
in 6 hours

Apakah Hewan Bisa Memprediksi Gempa?
13 hours ago

Asam Urat dan Gangguan Ginjal: Apa Hubungannya?
13 hours ago

Indonesia Nomor 1 di Asia Tenggara ; Masyarakatnya Bermain Ponsel Dengan Waktu Terbanyak!
13 hours ago





