Banjir Kembali Terjang Tapteng, 150 Warga Mengungsi
Laila - Tuesday, 04 August 2026 | 11:52 AM


Banjir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Senin (3/8/2026). Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur kawasan tersebut sepanjang hari menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 150 warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air bercampur lumpur. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng bersama petugas penyelamat masih melakukan penanganan dan evakuasi terhadap warga terdampak.
Luapan Sungai Robohkan Tanggul Sementara
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapteng, Erianto Tambunan, menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah debit air sungai meningkat dan menyebabkan tanggul sementara tidak mampu menahan aliran air.
Air kemudian meluap ke kawasan permukiman, menggenangi rumah warga sekaligus merendam berbagai perabotan yang berada di dalam rumah.
"Situasi terkini di Kelurahan Sipange debit air sudah mulai naik. Begitu juga di Lorong I Kelurahan Hutanabolon sudah banjir dan warga sudah mengungsi ke Bukit Kuburan," ujar Erianto.
Empat Wilayah Terdampak Banjir
BPBD Tapanuli Tengah mencatat beberapa wilayah yang terdampak banjir, yaitu:
- Kelurahan Sipange.
- Kelurahan Hutanabolon.
- Pasar Tukka.
- Lopian.
Di Kelurahan Hutanabolon, BPBD juga mulai memasang tenda pengungsian di Lingkungan II, Kecamatan Tukka, untuk menampung warga yang terdampak banjir.
Air Sungai Lopian Meluap ke Jalan
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah Lopian. Luapan Sungai Lopian menyebabkan air menggenangi badan jalan dengan ketinggian mencapai betis orang dewasa.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu, terutama bagi pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi terdampak.
BPBD Masih Pantau Kondisi Lapangan
Hingga Senin malam, hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. BPBD Tapteng terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi serta memastikan proses evakuasi dan penanganan warga berjalan.
Banjir ini kembali menjadi perhatian karena sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah masih mengalami kejadian banjir berulang, terutama kawasan yang berada dekat aliran sungai dan pesisir Sumatera Utara.
Imbauan bagi Warga Terdampak
Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan debit air, terutama saat hujan masih berlangsung. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan segera melakukan evakuasi apabila kondisi semakin memburuk.
Kesimpulan
Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah menyebabkan 150 warga mengungsi akibat luapan sungai yang merendam permukiman. BPBD Tapteng masih melakukan penanganan, menyiapkan lokasi pengungsian, dan memantau kondisi cuaca untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
Next News

BMKG lakukan modifikasi cuaca jaga ketersediaan air hadapi El Nino
14 hours ago

Bulog siap distribusi bantuan beras ke 33,2 juta KPM mulai 17 Agustus
14 hours ago

PP Nomor 30 Tahun 2026 berlaku, Kemenkum sesuaikan jenis dan tarif PNBP
14 hours ago

BMKG: Juli 2026 menjadi Juli terkering sejak 1991
14 hours ago

Indonesia kirim 14 perenang ke Asian Games 2026
14 hours ago

Zulhas : Pembangunan 35.872 KDKMP rampung di Agustus ini
15 hours ago

Menko PM luncurkan program 10.000 MCK untuk pesantren di Indonesia
15 hours ago

BPBD: Sebanyak 272 bencana alam terjadi di Sumut per Januari-Juli 2026
15 hours ago

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok 4 Agustus 2026, Ini Daftar Wilayahnya
12 hours ago

AS Resmikan Kebijakan Visa Bond, Pemohon dari 50 Negara Wajib Setor Jaminan hingga Rp360 Juta
2 days ago





