Jumat, 31 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Penyakit Demam Berdarah dan Pencegahannya: Waspadai Gejala Sejak Dini

RAU - Friday, 31 July 2026 | 03:00 PM

Background
Mengenal Penyakit Demam Berdarah dan Pencegahannya: Waspadai Gejala Sejak Dini

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Penyakit ini banyak ditemukan di negara-negara beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, terutama saat musim hujan ketika populasi nyamuk meningkat.

Seseorang yang terinfeksi virus dengue umumnya akan mengalami gejala setelah masa inkubasi sekitar 4 hingga 10 hari sejak gigitan nyamuk yang membawa virus. Gejala awal biasanya berupa demam tinggi yang muncul secara mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta muncul ruam pada kulit. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah.

Apabila tidak ditangani dengan baik, DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Penurunan jumlah trombosit, kebocoran plasma darah, hingga syok dengue dapat mengancam keselamatan penderita. Oleh karena itu, siapa pun yang mengalami demam tinggi disertai gejala yang mengarah pada DBD sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Hingga saat ini belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan infeksi virus dengue. Penanganan umumnya bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Penderita dianjurkan memperbanyak konsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi, beristirahat yang cukup, serta menjalani pemantauan kondisi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pada kasus tertentu, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.

Pencegahan DBD menjadi langkah yang paling efektif untuk mengurangi risiko penularan. Salah satu upaya yang dikenal luas adalah penerapan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang yang dapat menampung air hujan. Langkah "Plus" meliputi penggunaan obat antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, menggunakan pakaian yang menutupi tubuh saat berada di area yang banyak nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan.



Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan jentik nyamuk di sekitar tempat tinggal. Pemeriksaan tempat penampungan air secara berkala dan keterlibatan seluruh anggota keluarga maupun masyarakat sangat penting dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Dalam beberapa kondisi, vaksin dengue dapat menjadi salah satu upaya pencegahan bagi kelompok tertentu sesuai rekomendasi tenaga kesehatan dan kebijakan yang berlaku. Namun, vaksinasi tidak menggantikan pentingnya pengendalian nyamuk dan penerapan perilaku hidup bersih serta sehat.

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan penerapan langkah-langkah pencegahan secara konsisten. Dengan mengenali gejala sejak dini dan segera mendapatkan penanganan medis apabila diperlukan, risiko komplikasi akibat DBD dapat dikurangi secara signifikan.