Alasan Medis di Balik Cowok yang Sulit Mengenali Nama Warna
Liaa - Wednesday, 06 May 2026 | 12:25 PM


Kenapa Sih Kebanyakan Cowok Nggak Bisa Bedain Hijau Tosca dan Biru Laut? Menguak Mitos dan Fakta Buta Warna
Pernah nggak sih kamu lagi asyik belanja baju bareng pacar atau temen cowok, terus terjadi perdebatan sengit cuma gara-gara warna? Kamu bilang itu warnanya "dusty pink", tapi si cowok dengan muka lempengnya bilang, "Bukannya itu krem, ya?". Di saat itu, mungkin kamu pengen banget garuk-garuk aspal saking gemasnya. Kamu mungkin mikir, ini cowok emang males belajar nama warna atau jangan-jangan matanya bermasalah?
Nah, dari perdebatan remeh-temeh soal warna baju itulah muncul sebuah anggapan yang udah kadung nempel di masyarakat: "Cuma laki-laki yang bisa buta warna." Tapi, bener nggak sih pernyataan itu? Apa iya perempuan itu makhluk sakti yang kebal dari gangguan penglihatan warna? Mari kita bedah pelan-pelan sambil ngopi, biar nggak salah paham terus kalau lagi milih cat tembok.
Genetik Itu Emang Kadang Nggak Adil, Gaes
Secara sains, fakta bahwa laki-laki jauh lebih banyak yang buta warna itu bener banget. Tapi kalau dibilang "hanya" laki-laki, nah di situ salahnya. Perempuan juga bisa buta warna, cuma peluangnya itu langka banget, ibarat nyari jarum di tumpukan jerami atau nyari parkiran kosong di mall saat malam minggu. Angkanya kira-kira begini: sekitar 1 dari 12 laki-laki di dunia itu buta warna, sedangkan buat perempuan, perbandingannya cuma 1 dari 200 orang. Jomplang banget, kan?
Kenapa bisa begitu? Semua ini salah genetik, atau lebih tepatnya salah kromosom X. Kita semua tahu (atau seenggaknya pernah denger di pelajaran Biologi SMP) kalau perempuan punya kromosom XX, sedangkan laki-laki punya XY. Nah, gen yang bertanggung jawab buat ngatur pigmen warna di mata itu nempelnya di kromosom X.
Bayangin kromosom X itu kayak ban serep. Karena perempuan punya dua X, kalau salah satu X-nya "rusak" atau membawa sifat buta warna, dia masih punya satu X lagi yang normal buat nge-back up. Hasilnya? Si perempuan tetap bisa melihat warna dengan normal, tapi dia jadi "carrier" alias pembawa bakat yang nanti bisa diturunin ke anaknya. Sementara itu, laki-laki cuma punya satu X. Kalau X yang satu-satunya itu membawa sifat buta warna, ya sudah, wasalam. Nggak ada ban serep yang bisa nolongin. Itulah kenapa kaum adam jauh lebih rentan kena "kutukan" nggak bisa bedain warna ini.
Derita Cowok: Jadi Bahan Tes Warna Berjalan
Buat temen-temen cowok yang buta warna parsial (biasanya susah bedain merah dan hijau), hidup itu kadang penuh tantangan yang nggak perlu. Tantangan terbesarnya bukan pas lagi nyetir dan liat lampu merah—karena mereka biasanya hafal posisi lampu (atas merah, bawah hijau)—tapi pas lagi kumpul bareng temen-temennya.
Begitu ketahuan buta warna, biasanya muncul pertanyaan klasik yang bikin males: "Eh, kalau ini warna apa? Kalau itu warna apa?". Plis deh, buta warna itu bukan berarti dunia jadi hitam putih kayak film Charlie Chaplin. Mereka cuma kesulitan membedakan gradasi atau perpaduan warna tertentu. Menjadikan mereka "bahan tes warna berjalan" itu rasanya sama kayak nanyain orang pake kacamata, "Eh, kalau nggak pake kacamata, gue keliatan berapa orang?". Garing banget, kan?
Belum lagi kalau urusan nyari kerja. Banyak profesi keren yang tertutup rapat gara-gara syarat "tidak buta warna". Mau jadi pilot? Susah. Mau jadi dokter spesialis tertentu? Berat. Bahkan mau masuk jurusan desain grafis atau teknik elektro pun seringkali terhambat. Di sini kita sadar, kalau urusan mata ini bukan cuma soal gaya-gayaan bisa bedain warna lipstik, tapi soal masa depan juga.
Perempuan dan Kelebihan "Mata Elang" Mereka
Di sisi lain, perempuan nggak cuma punya keuntungan karena jarang buta warna. Ada fenomena unik yang namanya "tetrachromacy". Ini adalah kondisi di mana seseorang punya empat jenis sel kerucut di matanya, padahal manusia normal cuma punya tiga. Dan tebak siapa yang bisa punya kelebihan ini? Yup, cuma perempuan.
Seorang tetrachromat konon bisa melihat jutaan warna yang nggak bisa dilihat mata manusia biasa. Kalau kita cuma liat warna "hijau", mereka bisa liat variasi hijau yang jumlahnya ribuan. Makanya, jangan heran kalau cewek bisa berantem sama cowoknya cuma gara-gara si cowok beli kerudung warna "hijau lumut" padahal yang diminta "hijau botol". Bagi cowok, itu barang yang sama. Bagi cewek, perbedaannya sedalam samudera.
Bukan Berarti Kiamat, Sih
Meskipun kedengarannya ribet, hidup sebagai orang yang buta warna di zaman sekarang sebenarnya nggak sedramatis itu. Teknologi udah makin canggih. Sekarang udah ada kacamata khusus buat bantu penderita buta warna melihat spektrum yang selama ini hilang. Meskipun harganya lumayan menguras kantong, tapi itu memberikan harapan baru buat mereka yang pengen liat senja dengan warna yang "sebenarnya".
Selain itu, di dunia desain atau aplikasi, sekarang udah banyak fitur "Color Blind Mode". Developer game dan aplikasi mulai sadar kalau audiens mereka nggak semuanya punya mata yang "sempurna". Ini adalah bentuk inklusivitas yang manis, supaya semua orang bisa menikmati konten yang sama tanpa ada yang merasa dianaktirikan.
Jadi, kesimpulannya, kalau ada yang bilang cuma laki-laki yang bisa buta warna, kamu bisa jawab dengan nada sok tahu dikit: "Hampir bener, tapi kurang tepat. Perempuan juga bisa, cuma emang laki-laki yang dapet jatah lebih banyak gara-gara urusan kromosom X yang nggak punya cadangan."
Pada akhirnya, mau kita bisa liat pelangi dengan lengkap atau nggak, yang paling penting itu gimana kita memandang dunia ini dengan cara yang positif. Toh, warna itu cuma frekuensi cahaya yang diolah otak, kan? Yang penting hati jangan ikut-ikutan buta warna sampai nggak bisa bedain mana yang tulus dan mana yang modus. Duh, jadi curhat kan.
Buat kalian para cowok yang mungkin merasa kesulitan bedain warna baju, tenang aja. Kalian nggak sendirian. Dan buat para cewek, mohon maklumnya ya kalau pasangannya sering salah beli barang gara-gara warnanya meleset dikit. Itu bukan karena mereka nggak perhatian, tapi emang pabrik genetiknya yang kasih spek begitu. Peace!
Next News

Benarkah Harus 10.000 Langkah Sehari agar Tubuh Sehat?
in 7 hours

Kenapa Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Lama?
in 6 hours

Mental Health Awareness Month: Saat Kelelahan Mental Tidak Terlihat Dari Luar
in 6 hours

World Lupus Day: Penyakit yang Membuat Tubuh Menyerang Dirinya Sendiri
in 5 hours

Waspada Ikan Berformalin! Simak Cara Memilih Ikan yang Benar
in 4 hours

5 Trik Rahasia Lepaskan Permen Karet dari Pakaian dalam Sekejap
in 4 hours

Sering Nyeri Saat BAB? Waspada Ambeyen Bandel Mulai Menyerang
in 3 hours

Sejarah Singkat Uang: Alasan Kertas Berwarna Bisa Dipakai Belanja
in 3 hours

Mitos atau Fakta: Air Panas Lebih Cepat Jadi Es Batu?
in 3 hours

Mengapa Otak Manusia Lebih Cepat Memproses Visual Dibanding Teks?
in 3 hours





