Benarkah Harus 10.000 Langkah Sehari agar Tubuh Sehat?
Laila - Sunday, 10 May 2026 | 10:00 PM


Dalam beberapa tahun terakhir,
target "10.000 langkah sehari" menjadi sangat populer.
Banyak smartwatch dan aplikasi kesehatan bahkan otomatis menggunakan angka tersebut sebagai target harian.
Akibatnya:
banyak orang merasa gagal jika belum mencapai 10.000 langkah.
Sebagian menganggap di bawah angka itu tidak sehat.
Padahal menurut penelitian:
kesehatan manusia tidak sesederhana satu angka tertentu.
Dari mana asal angka 10.000 langkah?
Menariknya:
angka 10.000 langkah awalnya bukan berasal dari standar medis modern.
Menurut berbagai laporan sejarah kesehatan dan kebugaran,
angka ini populer dari kampanye alat penghitung langkah di Jepang pada tahun 1960-an.
Karena terdengar sederhana dan mudah diingat,
angka tersebut akhirnya menyebar ke seluruh dunia.
Jadi, apakah harus 10.000 langkah?
Tidak selalu.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network,
peningkatan aktivitas berjalan memang berkaitan dengan penurunan risiko kematian.
Tetapi manfaat kesehatan sudah mulai terlihat bahkan sebelum mencapai 10.000 langkah.
Beberapa penelitian menemukan:
sekitar 6.000–8.000 langkah per hari sudah memberi manfaat signifikan bagi banyak orang dewasa.
Kenapa jalan kaki sangat baik untuk tubuh?
Jalan kaki termasuk aktivitas fisik ringan yang membantu:
•kesehatan jantung
•sirkulasi darah
•metabolisme tubuh
•kesehatan mental
•kekuatan otot dan sendi
Selain itu:
jalan kaki termasuk olahraga yang relatif aman dan mudah dilakukan banyak usia.
Tubuh manusia memang dirancang untuk bergerak
Masalah modern saat ini:
•terlalu lama duduk
bekerja di depan layar
•minim aktivitas fisik
Padahal tubuh manusia
sebenarnya tidak dirancang untuk diam terlalu lama.
Kurang bergerak dapat berkaitan dengan:
•obesitas
•penyakit jantung
•diabetes
•gangguan metabolisme
Apakah semakin banyak langkah semakin baik?
Secara umum:
lebih aktif memang lebih baik dibanding sangat pasif.
Namun para ahli menekankan
kualitas dan konsistensi aktivitas juga penting.
Karena berjalan terlalu berlebihan tanpa kondisi tubuh yang siap juga dapat menyebabkan kelelahan atau cedera pada sebagian orang.
Bagaimana dengan orang yang sibuk bekerja?
Tidak semua orang bisa
olahraga berat,
pergi ke gym, dan
punya waktu panjang untuk berolahraga.
Karena itu:
jalan kaki sering dianggap aktivitas paling realistis untuk menjaga tubuh tetap aktif.
Misalnya:
•berjalan saat menelepon
•naik tangga
•parkir sedikit lebih jauh
•berjalan pagi atau sore singkat
Jalan kaki juga memengaruhi mental
Menurut Harvard Health Publishing,
berjalan kaki juga dapat membantu suasana hati dan mengurangi stres pada sebagian orang.
Aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan endorfin,
hormon yang berkaitan dengan rasa nyaman dan relaksasi.
Berapa target yang realistis?
Bagi banyak orang,
konsisten bergerak lebih penting dibanding obsesif mengejar angka tertentu.
Jika sebelumnya sangat jarang bergerak,
menambah beberapa ribu langkah saja sudah menjadi perubahan baik bagi tubuh.
Karena kesehatan
dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.
Next News

Membangun Rumah Tangga yang Damai: Kunci Hubungan Harmonis Penuh Kasih dan Pengertian
in 6 hours

Istana Maimun, Jejak Kejayaan Kesultanan Deli dan Warisan Budaya Melayu di Kota Medan
in 6 hours

5 Makanan yang Bisa Membantu Menurunkan Kadar Kortisol dan Mengurangi Stres
in 6 hours

7 Makanan dan Minuman Sehat untuk Menjaga Kesehatan Otak agar Tetap Tajam
in 6 hours

Cara Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Daya Ingat Otak Menurut Sains dan Elon Musk
in 6 hours

Kuliner Khas Manado yang Wajib Dicoba: Pedas, Gurih, dan Kaya Rempah
in 5 hours

Cara Mengatasi Kulit Kusam agar Wajah Kembali Cerah dan Sehat
in 5 hours

Apakah Orang Introvert Tidak Bisa Tampil di Keramaian? Ini Penjelasan Lengkapnya
in 5 hours

Stranger Anxiety pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Tepat
in 4 hours

7 Benda Sehari-hari yang Dulu Sangat Mahal, Kini Justru Dianggap Biasa
in 2 hours





