Kenapa Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Lama?
Laila - Sunday, 10 May 2026 | 08:57 PM


Banyak orang pernah mengalami kondisi ini.
Tidur cukup lama,
bangun siang,
tidak begadang,
tetapi tubuh tetap terasa lemas, berat, dan
sulit fokus seperti belum benar-benar beristirahat.
Akibatnya muncul pertanyaan:
"Kenapa masih capek padahal sudah tidur lama?"
Ternyata:
tubuh manusia tidak hanya membutuhkan durasi tidur, tetapi juga kualitas tidur.
Tidur bukan sekadar "mematikan tubuh"
Saat manusia tidur:
•otak tetap bekerja
•tubuh melakukan pemulihan
•hormon diatur kembali
•memori diproses
Tidur menjadi bagian penting bagi:
•energi
•konsentrasi
•kesehatan mental
•sistem imun
Karena itu,
tidur yang terganggu dapat memengaruhi kondisi tubuh keesokan harinya.
Kenapa tidur lama belum tentu membuat segar?
Menurut National Sleep Foundation, rasa lelah setelah tidur dapat dipengaruhi banyak faktor.
Misalnya:
•kualitas tidur buruk
•sering terbangun saat malam
•stres mental
•jadwal tidur tidak teratur
Tubuh mungkin berada di kasur lama,
tetapi otak tidak benar-benar mendapatkan istirahat optimal.
Stres dan kelelahan mental ikut memengaruhi
Banyak orang mengira kelelahan hanya berasal dari aktivitas fisik.
Padahal,
otak yang terus bekerja juga bisa membuat tubuh terasa lelah.
Tekanan pekerjaan, kecemasan, dan pikiran berlebihan dapat membuat tubuh sulit mencapai tidur yang benar-benar dalam.
Akibatnya:
•tidur terasa tidak memulihkan energi
•tubuh tetap terasa berat saat bangun.
Gadget dan cahaya layar juga berpengaruh
Paparan layar sebelum tidur:
•smartphone
•laptop
•televisi
dapat memengaruhi produksi Melatonin
Melatonin membantu tubuh mengenali waktu tidur.
Cahaya biru dari layar dapat membuat
otak merasa hari masih siang,
sehingga kualitas tidur ikut terganggu.
Tubuh punya "jam biologis" sendiri
Manusia memiliki Circadian Rhythm
atau ritme sirkadian.
Sistem ini membantu mengatur:
•rasa kantuk
•suhu tubuh
•hormon
•energi harian
Jika pola tidur sering berubah,misalnya tidur terlalu larut,
jadwal berantakan,
begadang lalu bangun siang,
maka ritme tubuh dapat ikut terganggu.
Apakah tidur terlalu lama juga bisa membuat lelah?
Menariknya:
tidur terlalu lama juga dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman.
Beberapa penelitian menemukan
tidur berlebihan dapat dikaitkan dengan rasa lesu dan penurunan energi pada sebagian orang.
Karena tubuh manusia:
sebenarnya menyukai ritme tidur yang konsisten.
Kapan rasa lelah perlu diperhatikan?
Jika rasa lelah terjadi terus-menerus
meski tidur cukup,
mengganggu aktivitas,
disertai gejala lain
maka kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Karena dalam beberapa kasus:
•gangguan tidur
•stres kronis
•kondisi kesehatan tertentu
dapat ikut memengaruhi energi tubuh.
Kenapa manusia modern sering merasa lelah?
Kehidupan modern membuat manusia
terus terhubung dengan pekerjaan,
menerima informasi tanpa henti,
jarang benar-benar beristirahat mental.
Akibatnya:
tubuh tidur, tetapi pikiran belum tentu ikut beristirahat.
Di era modern yang penuh tekanan dan distraksi digital, menjaga kualitas tidur menjadi semakin penting untuk kesehatan fisik maupun mental.
Next News

Benarkah Harus 10.000 Langkah Sehari agar Tubuh Sehat?
in 7 hours

Mental Health Awareness Month: Saat Kelelahan Mental Tidak Terlihat Dari Luar
in 6 hours

World Lupus Day: Penyakit yang Membuat Tubuh Menyerang Dirinya Sendiri
in 5 hours

Waspada Ikan Berformalin! Simak Cara Memilih Ikan yang Benar
in 4 hours

5 Trik Rahasia Lepaskan Permen Karet dari Pakaian dalam Sekejap
in 4 hours

Sering Nyeri Saat BAB? Waspada Ambeyen Bandel Mulai Menyerang
in 3 hours

Sejarah Singkat Uang: Alasan Kertas Berwarna Bisa Dipakai Belanja
in 3 hours

Mitos atau Fakta: Air Panas Lebih Cepat Jadi Es Batu?
in 3 hours

Mengapa Otak Manusia Lebih Cepat Memproses Visual Dibanding Teks?
in 3 hours

Mitos atau Fakta: Garam Bisa Bikin Nanas Tidak Gatal di Lidah
in 3 hours





