

Lebih dari dua lusin anggota layanan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah diberhentikan karena menolak untuk Vaksin Covid-19. Ini adalah pemecatan pertama di militer AS terkait mandat vaksin Presiden Joe Biden. Juru bicara Angkatan Udara Ann Stefanek mengatakan kepada media, Senin (13/12), sebanyak 27 penerbang yang telah diberhentikan dari angkatan karena melewatkan tenggat waktu vaksinasi adalah "personel yang lebih muda, berpangkat lebih rendah" dan sedang menjalani masa wajib militer pertama mereka.
Tidak seperti orang lain di militer AS yang telah mencari pengecualian agama dan medis dari mandat, penerbang yang dipecat tidak bisa mendapatkan alasan pengecualian.
Alasan pemecatan mereka secara resmi tidak mematuhi perintah, namun tidak jelas apakah mereka menerima pemecatan dengan hormat. Laporan menunjukkan bahwa sebanyak 40.000 personel militer AS telah menolak Vaksin Covid-19 atau mencari pengecualian – sekitar 3% dari pasukan.
BACA JUGA : Pemberian Vaksinasi Booster Covid-19 Gratis Hanya untuk 83,1 Juta Orang
Vaksin Covid-19
Menurut New York Times, beberapa pengecualian telah diberikan, termasuk untuk alasan medis dan bagi mereka yang sudah meninggalkan militer. Namu mereka yang menggunakan alas an agama, permintaan ditolak sejauh ini.
Anggota dinas Angkatan Udara yang bertugas aktif memiliki waktu hingga 2 November untuk mendapatkan vaksinasi, sementara personel Garda Nasional Udara dan Cadangan Angkatan Udara diberi tenggat waktu 2 Desember. Di kelompok terakhir saja, hampir 11.000 tentara gagal memenuhi tenggat waktu. Austin baru-baru ini terlibat dalam perselisihan dengan Garda Nasional Oklahoma mengenai mandat vaksin, dengan pemerintah negara bagian berargumen bahwa penjaganya tidak boleh terikat pada persyaratan federal.
Pemerintahan Biden telah mengancam akan menahan dana dari Pengawal Nasional Oklahoma jika gagal memastikan bahwa anggotanya divaksinasi sepenuhnya. Saat ini Pemerintah Oklahoma menuntut pemerintahan Biden atas ancaman tersebut.
SUMBER : news.okezone.com
Next News

Amerika Serikat Sempat Menunda Serangan ke Iran, Jalur Diplomasi Masih Terbuka
2 days ago

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kyushu Jepang, Korban Meninggal Bertambah 13 Orang
a day ago

Gempa M 7,1 Guncang Selatan Jepang, Berpotensi Tsunami
4 days ago

Prancis-Spanyol Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan yang Kian Meluas
4 days ago

Jepang Dilanda Suhu di Atas 40 Derajat Celsius Selama Lima Hari Berturut-turut
4 days ago

Kebakaran Hutan Meluas di Spanyol dan Prancis, Lebih dari 250 Ribu Orang Dievakuasi
4 days ago

Spanyol Tetapkan Darurat Nasional, Ribuan Warga Dievakuasi akibat Kebakaran Hutan
6 days ago

Prancis Setujui RUU Pembatasan Media Sosial bagi Anak di Bawah 15 Tahun
8 days ago

Resmi! Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris, Siapkan Kebijakan Ini
11 days ago

Korban tewas gempa Venezuela tembus 5.278 orang, 23.500 mengungsi
11 days ago





