Yang Unik di Maroko, Sebuah Kota yang Seluruhnya Berwarna Biru
RAU - Sunday, 05 April 2026 | 08:08 AM


*Kota Biru yang Memikat Dunia*
*Chefchaouen* adalah kota kecil di wilayah Pegunungan Rif, Maroko utara, sekitar 100 kilometer dari kota Tangier.
Kota ini didirikan pada tahun 1471 oleh seorang pemimpin lokal bernama *Ali ibn Rashid al-Alami.*
Awalnya, kota ini dibangun sebagai benteng pertahanan untuk melawan invasi Portugis.
Seiring waktu, Chefchaouen berkembang menjadi tempat tinggal bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk Muslim Andalusia dan komunitas Yahudi yang melarikan diri dari Spanyol setelah pengusiran pada akhir abad ke-15.
Namun yang membuat *Chefchaouen terkenal di seluruh dunia karena warna biru yang mendominasi hampir seluruh kota*. Gang-gang sempit, pintu rumah, tangga, hingga pot bunga dicat dengan berbagai gradasi biru.
Menurut Moroccan National Tourist Office, keunikan ini menjadikan Chefchaouen salah satu destinasi wisata paling populer di Maroko.
*Mengapa Kota Ini Berwarna Biru?*
Salah satu alasannya konon karena
pengaruh Tradisi Yahudi.
Salah satu penjelasan paling umum berkaitan dengan tradisi komunitas Yahudi yang menetap di Chefchaouen pada abad ke-15.
Dalam tradisi Yahudi, warna biru melambangkan:
•langit
•kedekatan dengan Tuhan
•spiritualitas
Konsep ini berkaitan dengan warna "tekhelet", warna biru suci yang disebut dalam teks keagamaan Yahudi.
Sejarawan dari Jewish Virtual Library menjelaskan bahwa banyak komunitas Yahudi di Afrika Utara memiliki tradisi mengecat rumah dengan warna biru sebagai simbol spiritual.
*Teori Lain Mengapa Rumahnya Biru*
Selain alasan religius, ada beberapa teori lain yang berkembang.
1. Mengusir Nyamuk
Sebagian penduduk percaya bahwa warna biru menyerupai air dan dapat membingungkan serangga seperti nyamuk, sehingga mereka menjauh dari rumah.
2. Membuat Kota Terasa Lebih Sejuk
Chefchaouen berada di daerah pegunungan yang bisa cukup panas. Warna biru dipercaya memberi kesan sejuk dan menenangkan bagi penghuni.
3. Identitas Pariwisata
Dalam beberapa dekade terakhir, warna biru juga menjadi identitas visual kota yang menarik wisatawan dari seluruh dunia.
Banyak warga Chefchaouen secara sukarela terus mengecat ulang rumah mereka setiap tahun untuk menjaga tradisi tersebut.
*Keunikan Arsitektur Chefchaouen*
Chefchaouen memiliki arsitektur khas yang dipengaruhi budaya Andalusia dan Maroko.
Beberapa cirinya:
•gang sempit berliku seperti labirin
•tangga batu yang dicat biru
•pintu kayu besar dengan pola tradisional
•balkon kecil dengan tanaman hias.
Kota tua Chefchaouen dipenuhi lorong kecil yang membuat pengunjung sering merasa seperti berjalan di dalam lukisan.
Pegunungan Rif yang mengelilingi kota juga memberikan latar belakang pemandangan yang dramatis.
*Fakta Menarik tentang Chefchaouen*
•Kota ini sering disebut "The Blue Pearl of Morocco."
Hampir setiap sudut kota menjadi lokasi favorit fotografer dunia.
•Warna biru di kota ini tidak hanya satu jenis, tetapi berbagai gradasi dari biru muda hingga biru tua.
•Penduduk setempat biasanya mengecat ulang rumah mereka setiap beberapa tahun untuk mempertahankan warna khas kota.
•Chefchaouen mengalami peningkatan wisata yang signifikan dalam dua dekade terakhir karena popularitasnya di media sosial.
Chefchaouen adalah contoh unik bagaimana tradisi budaya, sejarah, dan estetika dapat membentuk identitas sebuah kota.
Saat ini, Chefchaouen tidak hanya menjadi kota bersejarah, tetapi juga salah satu destinasi paling ikonik di dunia.
Next News

Rumah Sakit Masa Depan: Diagnosa dengan AI dan Robot
6 hours ago

Bosan Gaya Potong Rapi? Ini Tips Pilih Model Rambut Pria
in 6 hours

Kenapa Langit Terlihat Hitam Saat Mau Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
8 hours ago

Mitos atau Fakta: Menatap Matahari Bisa Menyembuhkan Katarak?
in 4 hours

Kenapa Sandal Baim Digandrungi Gen Z? Tren Lama yang Bangkit Lagi
in 4 hours

Manfaat dan Risiko Tidur di Ubin Saat Siang Hari Bolong
in 4 hours

Barca Femení vs Levante Badalona: Dominasi Tak Tertandingi di Liga F Spanyol
in 4 hours

Benarkah Pisang Bisa Membuat Kita Merasa Lebih Bahagia?
in 3 hours

Mengenal Perangkat Kesehatan Digital yang Semakin Populer
in 3 hours

7 April – Memperingati Hari Kesehatan Sedunia
in 2 hours





