Rabu, 3 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Waspada! Kebiasaan Mengonsumsi Gula Berlebihan Bisa Merusak Organ Tubuh

RAU - Wednesday, 03 June 2026 | 01:14 PM

Background
Waspada! Kebiasaan Mengonsumsi Gula Berlebihan Bisa Merusak Organ Tubuh

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi sehari-hari. Kehadirannya dalam makanan dan minuman memberikan rasa manis yang disukai banyak orang. Namun, konsumsi gula secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram atau setara dengan sekitar empat sendok makan per orang per hari. Melebihi batas tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga obesitas. Kandungan fruktosa yang tinggi pada berbagai minuman manis diketahui dapat mengganggu hormon leptin yang berperan mengatur rasa kenyang. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak dan mengalami peningkatan berat badan.

2. Memicu Penyakit Jantung

Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Gula tambahan berpotensi meningkatkan tekanan darah, kadar lemak dalam darah, serta peradangan yang menjadi faktor pemicu serangan jantung dan stroke.

3. Meningkatkan Kadar Kolesterol

Pola makan tinggi gula juga berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Kondisi ini dapat memperbesar risiko penyumbatan pembuluh darah yang berdampak pada kesehatan jantung dan sistem peredaran darah.



4. Memperparah Jerawat

Makanan dan minuman manis yang tinggi karbohidrat olahan dapat memengaruhi kadar gula darah dan hormon dalam tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat serta memperburuk peradangan pada kulit.

5. Meningkatkan Risiko Kanker

Konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu peradangan kronis dan resistensi insulin. Kedua kondisi tersebut diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker jika berlangsung dalam jangka panjang.

6. Memengaruhi Kesehatan Mental

Pola makan tinggi gula dan makanan olahan dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati, termasuk depresi dan kecemasan. Fluktuasi kadar gula darah dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang.

7. Menyebabkan Gigi Berlubang

Gula merupakan sumber makanan bagi bakteri di dalam mulut. Saat bakteri memecah gula, mereka menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

8. Mengganggu Kualitas Tidur

Mengonsumsi makanan manis dalam jumlah besar, terutama pada malam hari, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan mengantuk keesokan harinya.



9. Memperburuk Gejala ADHD

Pada sebagian orang, terutama anak-anak yang memiliki gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), konsumsi gula berlebihan dapat memperparah gejala seperti sulit fokus dan hiperaktivitas.

10. Meningkatkan Risiko Penyakit Hati Berlemak

Asupan fruktosa yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan lemak pada hati. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi penyakit hati berlemak non-alkoholik.

11. Merusak Fungsi Ginjal

Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan ini dapat mengganggu fungsi penyaringan ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

Cara Membatasi Konsumsi Gula

Untuk menjaga kesehatan tubuh, penting untuk mengontrol asupan gula setiap hari. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:

Kurangi Gula dalam Makanan

  • Pilih produk dengan kandungan gula rendah.
  • Kurangi penggunaan gula saat memasak.
  • Perbanyak konsumsi buah segar sebagai alternatif camilan manis.
  • Hindari makanan olahan dengan tambahan gula berlebih.

Kurangi Gula dalam Minuman

  • Batasi konsumsi minuman bersoda dan minuman kemasan manis.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Pilih jus buah tanpa tambahan gula.
  • Konsumsi susu rendah lemak tanpa pemanis tambahan.

Meski dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, konsumsi gula harus tetap dibatasi agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Asupan gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes, gangguan hati, hingga kerusakan ginjal. Dengan menerapkan pola makan sehat dan mengurangi konsumsi makanan serta minuman manis, berbagai risiko tersebut dapat diminimalkan.