Waspada! Kebiasaan Mengonsumsi Gula Berlebihan Bisa Merusak Organ Tubuh
RAU - Wednesday, 03 June 2026 | 01:14 PM


Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi sehari-hari. Kehadirannya dalam makanan dan minuman memberikan rasa manis yang disukai banyak orang. Namun, konsumsi gula secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram atau setara dengan sekitar empat sendok makan per orang per hari. Melebihi batas tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
1. Meningkatkan Risiko Obesitas
Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga obesitas. Kandungan fruktosa yang tinggi pada berbagai minuman manis diketahui dapat mengganggu hormon leptin yang berperan mengatur rasa kenyang. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak dan mengalami peningkatan berat badan.
2. Memicu Penyakit Jantung
Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Gula tambahan berpotensi meningkatkan tekanan darah, kadar lemak dalam darah, serta peradangan yang menjadi faktor pemicu serangan jantung dan stroke.
3. Meningkatkan Kadar Kolesterol
Pola makan tinggi gula juga berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Kondisi ini dapat memperbesar risiko penyumbatan pembuluh darah yang berdampak pada kesehatan jantung dan sistem peredaran darah.
4. Memperparah Jerawat
Makanan dan minuman manis yang tinggi karbohidrat olahan dapat memengaruhi kadar gula darah dan hormon dalam tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat serta memperburuk peradangan pada kulit.
5. Meningkatkan Risiko Kanker
Konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu peradangan kronis dan resistensi insulin. Kedua kondisi tersebut diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker jika berlangsung dalam jangka panjang.
6. Memengaruhi Kesehatan Mental
Pola makan tinggi gula dan makanan olahan dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati, termasuk depresi dan kecemasan. Fluktuasi kadar gula darah dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang.
7. Menyebabkan Gigi Berlubang
Gula merupakan sumber makanan bagi bakteri di dalam mulut. Saat bakteri memecah gula, mereka menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
8. Mengganggu Kualitas Tidur
Mengonsumsi makanan manis dalam jumlah besar, terutama pada malam hari, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan mengantuk keesokan harinya.
9. Memperburuk Gejala ADHD
Pada sebagian orang, terutama anak-anak yang memiliki gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), konsumsi gula berlebihan dapat memperparah gejala seperti sulit fokus dan hiperaktivitas.
10. Meningkatkan Risiko Penyakit Hati Berlemak
Asupan fruktosa yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan lemak pada hati. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi penyakit hati berlemak non-alkoholik.
11. Merusak Fungsi Ginjal
Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan ini dapat mengganggu fungsi penyaringan ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
Cara Membatasi Konsumsi Gula
Untuk menjaga kesehatan tubuh, penting untuk mengontrol asupan gula setiap hari. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:
Kurangi Gula dalam Makanan
- Pilih produk dengan kandungan gula rendah.
- Kurangi penggunaan gula saat memasak.
- Perbanyak konsumsi buah segar sebagai alternatif camilan manis.
- Hindari makanan olahan dengan tambahan gula berlebih.
Kurangi Gula dalam Minuman
- Batasi konsumsi minuman bersoda dan minuman kemasan manis.
- Perbanyak minum air putih.
- Pilih jus buah tanpa tambahan gula.
- Konsumsi susu rendah lemak tanpa pemanis tambahan.
Meski dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, konsumsi gula harus tetap dibatasi agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Asupan gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes, gangguan hati, hingga kerusakan ginjal. Dengan menerapkan pola makan sehat dan mengurangi konsumsi makanan serta minuman manis, berbagai risiko tersebut dapat diminimalkan.
Next News

Bukan Kolot, Ini 7 Ciri Orang yang Memiliki Jiwa Tua Menurut Psikologi
in 7 hours

Hari Sepeda Sedunia 3 Juni: Sejarah, Tujuan, dan Manfaat Bersepeda bagi Kehidupan Modern
6 hours ago

Sejarah Es Krim: Perjalanan Hidangan Dingin Favorit Dunia dari Zaman Kuno hingga Modern
in 6 hours

Rutin Makan Yogurt? Ini Deretan Manfaat yang Bisa Didapatkan
in 5 hours

Kenapa Makan Es Krim Bisa Bikin Sakit Kepala? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Warna Hijau Bukan Sekadar Warna Alam, Ini Makna Mendalam di Baliknya
in 5 hours

Kenali Gejala Kecemasan yang Sering Dikira Penyakit Fisik
in 5 hours

Ubah Stress Jadi Chill: Kekuatan Musik Saat Terjebak Macet
in 5 hours

Apa Sih yang Sebenarnya Diambil dari Darah Bekam?
in 2 hours

Kenapa mobil bisa memiliki banyak jenis bensin?
in 2 hours





