Waspada! 12 Penyakit Keturunan Ini Bisa Turun ke Generasi Berikutnya
Liaa - Saturday, 18 April 2026 | 07:24 PM


Penyakit keturunan atau penyakit genetik merupakan kondisi yang diwariskan dari orang tua kepada anak melalui gen. Penyakit ini terjadi akibat mutasi atau kerusakan gen yang memengaruhi fungsi sel dalam tubuh. Faktor pemicunya bisa beragam, mulai dari paparan radikal bebas, bahan kimia, hingga stres berat.
Tidak semua orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit genetik pasti mengalaminya. Dalam beberapa kasus, seseorang hanya menjadi pembawa sifat (carrier) tanpa menunjukkan gejala, tetapi tetap dapat menurunkannya ke generasi berikutnya. Pola pewarisan juga berbeda-beda, tergantung jenis penyakitnya.
Berikut beberapa penyakit keturunan yang umum terjadi:
1.Diabetes tipe 1
Kondisi ini terjadi akibat gangguan produksi insulin sehingga kadar gula darah sulit dikontrol. Gejalanya meliputi sering haus, sering buang air kecil, dan gangguan penglihatan.
2.Thalasemia
Penyakit ini memengaruhi produksi hemoglobin sehingga menyebabkan anemia dan kelelahan kronis.
3.Hemofilia
Ditandai dengan kesulitan pembekuan darah, sehingga luka kecil pun bisa menyebabkan perdarahan berkepanjangan.
4.Anemia sel sabit
Sel darah merah berbentuk tidak normal sehingga menghambat aliran oksigen ke seluruh tubuh.
5.Penyakit Huntington
Menyebabkan penurunan fungsi otak secara bertahap yang berdampak pada gerakan dan kemampuan kognitif.
6.Alzheimer
Penyakit yang memengaruhi daya ingat dan fungsi otak, umumnya terjadi pada usia lanjut, tetapi bisa dipengaruhi faktor genetik.
7.Fibrosis kistik
Menyebabkan lendir menjadi kental dan menyumbat saluran pernapasan serta pencernaan.
8.Penyakit jantung
Risiko penyakit seperti jantung koroner atau aritmia dapat meningkat jika ada riwayat keluarga, meskipun gaya hidup tetap berperan besar.
9.Gangguan mental
Kondisi seperti depresi dan gangguan bipolar juga dapat dipengaruhi faktor genetik, terutama jika ada riwayat keluarga.
10.Penyakit celiac
Penyakit autoimun yang membuat penderitanya tidak dapat mengonsumsi gluten tanpa mengalami gangguan pencernaan.
11.Kanker
Beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, usus besar, dan prostat memiliki kaitan dengan faktor keturunan, meski tidak semua kasus disebabkan oleh genetik.
12.Tay-Sachs
Penyakit langka yang menyebabkan penumpukan lemak di otak dan dapat berakibat fatal sejak usia dini.
Untuk mengetahui risiko penyakit genetik, seseorang dapat melakukan Tes DNA. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi adanya mutasi gen, meskipun tidak selalu dapat memastikan seseorang akan mengalami penyakit tersebut.
Secara keseluruhan, meskipun penyakit keturunan tidak dapat sepenuhnya dicegah, risikonya masih bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat dan deteksi dini. Dengan pemahaman yang baik, seseorang dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Next News

Sate Madura: Kuliner Khas Indonesia dengan Cita Rasa yang Mendunia
4 hours ago

Mengapa Tubuh Mudah Lelah Meski Tidak Banyak Aktivitas? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui
4 hours ago

Bukan Antisosial, Ini Sisi Menarik dari Manusia Kutu Buku
16 hours ago

Sering Dikira Sama, Ternyata Temulawak dan Kunyit Punya Banyak Perbedaan
5 hours ago

Jahe: Rempah Tradisional dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan
5 hours ago

Telinga Berdenging (Tinnitus): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Alami
5 hours ago

Skincare vs Makeup: Mana yang Lebih Penting?
6 hours ago

Dampak Kerusakan Alam dan Cara Sederhana untuk Menjaganya
6 hours ago

Sejarah Mochi: Kue Tradisional Jepang yang Mendunia
6 hours ago

Bintang Laut: Hewan Laut Unik dengan Kemampuan Regenerasi yang Menakjubkan
6 hours ago





