Sabtu, 18 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Anak Tantrum, Bagaimana Cara Menenangkannya?

RAU - Saturday, 18 April 2026 | 09:12 PM

Background
Anak Tantrum, Bagaimana Cara Menenangkannya?

Anak tiba-tiba menangis keras, berteriak, berguling di lantai, bahkan menendang atau melempar barang.

Situasi seperti ini sering membuat orang tua panik.

Namun perlu dipahami dulu:

tantrum pada anak adalah hal yang umum, terutama pada usia balita.

Di fase ini, anak belum mampu mengungkapkan emosi dan keinginannya dengan kata-kata yang baik.



Jadi yang keluar adalah ledakan emosi.

Kenapa Anak Bisa Tantrum?

Tantrum bukan selalu berarti anak "nakal".

Sering kali ada penyebab sederhana.

1. Lapar atau Mengantuk

Ini penyebab paling sering.



Balita yang lapar, lelah, atau telat tidur sangat mudah meledak emosinya.

Kadang yang terlihat sebagai "ngamuk" sebenarnya tubuhnya sedang tidak nyaman.

2. Frustrasi

Anak ingin sesuatu, tetapi belum bisa menjelaskan.

Misalnya:



•ingin mainan tertentu

•tidak boleh menonton

•kesulitan memakai baju sendiri

Karena kemampuan bahasa masih terbatas, frustrasi berubah menjadi tantrum.

3. Terlalu Banyak Stimulasi



Suasana ramai, lampu terang, banyak orang, suara keras.

Sebagian anak mudah kewalahan.

Ini disebut overstimulasi.

4. Butuh Perhatian

Kadang anak hanya ingin merasa diperhatikan.



Misalnya orang tua sibuk bekerja, memegang ponsel, atau terlalu fokus pada saudara lain.

Cara Menenangkan Anak Saat Tantrum

Ini bagian yang paling penting.

1. Orang Tua Harus Tenang Dulu

Jangan ikut terbawa emosi.

Kalau anak berteriak lalu dibalas bentakan, situasi biasanya makin parah.



2.Gunakan suara tenang dan pendek.

Contoh:

"Mama tahu kamu sedang marah."

Kalimat seperti ini membuat anak merasa emosinya dipahami.

3.Amankan Lingkungan



Kalau anak sedang menendang atau melempar benda, jauhkan barang yang bisa melukai.

Prioritas pertama adalah keamanan.

4.Peluk Jika Anak Mau

Sebagian anak lebih cepat tenang dengan pelukan.

Namun kalau ia menolak disentuh, beri sedikit ruang.



5.Jangan Langsung Menuruti Semua Keinginan

Ini kesalahan yang sangat sering terjadi.

Misalnya anak menangis minta mainan lalu langsung dibelikan.

Anak bisa belajar bahwa tantrum adalah "cara berhasil" mendapatkan sesuatu.

6.Ajak Bicara Setelah Tenang



Setelah reda, baru ajak bicara.

Misalnya:

"Tadi kamu marah karena tidak boleh main HP ya?"

Ini membantu anak belajar mengenali emosinya.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

•Membentak



Ini hanya membuat anak makin takut atau makin marah.

•Memukul

Sangat tidak dianjurkan.

Anak bisa meniru cara ini untuk mengekspresikan emosi.

•Menyerah pada setiap tantrum



Ini bisa memperkuat kebiasaan.

Kapan Perlu Waspada?

Segera konsultasi bila tantrum:

•sangat sering

•lebih dari 20–30 menit

•sampai melukai diri sendiri



•usia sudah lebih besar tapi sangat intens

•disertai keterlambatan bicara atau sulit fokus

Kadang perlu dievaluasi apakah ada faktor lain seperti kecemasan atau ADHD.

Tantrum adalah bagian normal tumbuh kembang anak.

Kuncinya bukan menghentikan emosi secara paksa, tetapi membantu anak belajar mengenali dan mengelolanya.



Sikap orang tua yang tenang sangat menentukan.