Rajin Olahraga dan Makan Sehat, Kok Masih Bisa Kena Serangan Jantung?
Liaa - Saturday, 18 April 2026 | 07:35 PM


Ini pertanyaan yang sering membuat orang kaget.
"Dia rajin gym, makan bersih, badannya fit. Kok bisa kena serangan jantung?"
Jawabannya: bisa.
Karena tubuh yang terlihat sehat dari luar tidak selalu berarti pembuluh darah dan jantung di dalamnya benar-benar bebas risiko.
Justru ini salah satu miskonsepsi terbesar.
_Fit tidak selalu sama dengan sehat secara kardiovaskular._
Apa Penyebab Orang Terkena Serangan Jantung?
1. Faktor Genetik: Yang Paling Sering Tidak Terlihat
Ini salah satu penyebab terbesar.
Seseorang bisa sangat disiplin olahraga, tetapi tetap memiliki faktor keturunan seperti:
•kolesterol tinggi familial
•Lipoprotein(a) tinggi / Lp(a)
•riwayat keluarga serangan jantung dini
•gangguan otot jantung bawaan
Lp(a) adalah salah satu faktor yang sangat sering luput dari pemeriksaan rutin.
Padahal kadar tinggi bisa meningkatkan risiko serangan jantung meski kolesterol biasa terlihat normal.
Kalau ada orang tua atau saudara kandung pernah kena serangan jantung di usia muda, faktor ini sangat perlu dicurigai.
2. Ada Plak "Diam" yang Tidak Menimbulkan Gejala
Ini yang sering mengejutkan.
Plak kolesterol di pembuluh darah bisa tumbuh bertahun-tahun tanpa gejala.
Seseorang tetap bisa:
lari pagi,nge-gym,
berenang dan terlihat bugar.
Namun ternyata ada plak kecil yang sewaktu-waktu pecah.
Saat plak pecah, tubuh membentuk bekuan darah dan pembuluh jantung bisa tersumbat mendadak.
Inilah mekanisme paling umum terjadinya serangan jantung.
3. Olahraga Tidak Menghapus Semua Risiko
Ini penting.
Olahraga menurunkan risiko, tetapi tidak menghapusnya 100%.
Kalau seseorang:
•kurang tidur
•stres tinggi
•sering lembur
•merokok
•konsumsi makanan ultra-proses
•hipertensi tersembunyi
risiko tetap ada.
Bahkan orang yang kurus dan atletis tetap bisa memiliki:
•tekanan darah tinggi
•gula darah terganggu
•inflamasi kronis
Ini sering disebut sebagai fit but fragile paradox.
4. Kurang Tidur dan Stres Kronis
Ini sering terjadi pada orang yang tampak "super healthy".
Rajin olahraga, tetapi:
•tidur 4–5 jam
•kerja berat
•stres tinggi
•banyak kafein
Kondisi ini bisa meningkatkan:
•kortisol
•tekanan darah
•inflamasi pembuluh darah
Semua ini berpengaruh besar terhadap jantung.
5. Gangguan Irama Jantung atau Kelainan Otot Jantung
Pada beberapa orang, terutama yang aktif olahraga intens, masalahnya bukan serangan jantung karena sumbatan, tetapi cardiac arrest akibat gangguan irama.
Contohnya:
•Hypertrophic,
Saat Otot jantung menebal secara tidak normal, terutama dinding bilik jantung.
Akibatnya aliran darah bisa terganggu dan jantung lebih mudah mengalami gangguan irama
•Cardiomyopathy
Kondisi ketika otot jantung, terutama bagian kanan, perlahan digantikan oleh jaringan lemak atau jaringan parut. Ini bisa memicu detak jantung tidak teratur.
•ARVC
Kondisi ketika otot jantung, terutama bagian kanan, perlahan digantikan oleh jaringan lemak atau jaringan parut. Ini bisa memicu detak jantung tidak teratur.
•Athlete's heart yang patologis
Jantung yang membesar atau menebal akibat olahraga berat, tetapi perubahan ini sudah melewati batas normal dan mulai mengganggu fungsi jantung.
•Aritmia bawaan
Gangguan irama jantung yang sudah ada sejak lahir atau dipengaruhi faktor genetik, misalnya jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
Ini bisa terjadi bahkan pada usia muda
6. Overtraining atau Latihan Ekstrem
Olahraga sedang,sangat baik.
Tetapi latihan yang terlalu berat tanpa pemulihan cukup, bisa menjadi pemicu pada orang dengan faktor tersembunyi.
Misalnya:
•latihan berlebihan tanpa waktu pemulihan yang cukup
•endurance ekstrem
•angkat beban sangat berat tanpa screening
Latihan intens bisa meningkatkan kebutuhan oksigen jantung secara mendadak.
Jadi Apa yang Harus Dicek?
Selain olahraga, periksa juga:
•tekanan darah
•kolesterol lengkap
•gula darah
•Lipoprotein (a)
•EKG
•echo jantung jika ada riwayat keluarga
Karena jantung sehat bukan hanya soal bentuk tubuh.
Orang dengan gaya hidup sehat tetap bisa terkena serangan jantung karena faktor yang tidak terlihat, terutama:
•genetik
•plak diam
•stres
•kurang tidur
•gangguan jantung bawaan
Olahraga sangat penting, tetapi tetap perlu pemeriksaan rutin.
Next News

Mix and Match Jilbab Coklat untuk Gaya Harian yang Lebih Modis
in 7 hours

Manfaat Minyak Bunga Matahari yang Bikin Kamu Makin Sehat
in 6 hours

Kenapa Saat Makan Terlalu Cepat Bisa Tiba-Tiba Cegukan? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Penderita Asam Urat Bolehkah Makan Telur Asin? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Asal Bau pada Baju Itu dari Mana? Fakta tentang Ketiak dan Lipatan Tubuh
in 6 hours

Kenapa Seseorang Bisa Terkena Bell's Palsy? Ini Penjelasan Lengkap tentang Penyakitnya
in 6 hours

Kenapa baju hitam bisa membuat badan menjadi kurus Apakah itu mitos ada fakta?
in 5 hours

Kelelawar atau Keluang? Pahami Perbedaannya Agar Tak Keliru
7 hours ago

Kenapa Sih Udang yang Enak Itu Bisa Bikin Kulit Kita Ngamuk?
7 hours ago

Bercak Merah di Muka Habis Skincare-an? Ini Tandanya Kulit Stres
7 hours ago





