Wajib Diketahui Pemilik Anabul, 3 Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Kucing di Indonesia
RAU - Thursday, 10 September 2026 | 10:00 AM


Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang banyak disukai masyarakat Indonesia. Seiring bertambahnya jumlah pemilik kucing, pengetahuan mengenai kesehatan dan perawatan hewan peliharaan juga semakin penting.
Salah satu studi Royal Canin bersama Kantar pada 2026 mencatat sekitar 31 persen rumah tangga di Indonesia memiliki hewan kesayangan. Populasi kucing juga disebut jauh lebih besar dibandingkan anjing.
Bagi pemilik kucing, mengenali perubahan kondisi tubuh dan perilaku hewan dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal. Berikut tiga gangguan kesehatan yang cukup sering menjadi perhatian pada kucing di Indonesia.
1. Masalah kulit
Gangguan dermatologi, seperti infeksi jamur dan masalah akibat kutu, termasuk keluhan yang perlu diperhatikan. Tandanya dapat terlihat dari kucing yang sering menggaruk, bulu mengalami kerontokan, kulit memerah, atau terjadi perubahan pada kondisi kulit.
Kebersihan lingkungan juga penting dijaga. Tempat tidur, kandang, tempat makan, litter box, dan area yang sering digunakan kucing sebaiknya dibersihkan secara rutin.
Jika gangguan kulit terus berlanjut atau kondisinya semakin buruk, pemeriksaan dokter hewan diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
2. Gangguan pencernaan
Masalah pencernaan dapat ditandai dengan muntah atau diare. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan perubahan makanan secara mendadak, makanan yang tidak sesuai, maupun masalah kesehatan tertentu.
Pemilik sebaiknya memperhatikan frekuensi muntah atau diare serta perubahan perilaku kucing. Jika keluhan berulang, kucing kehilangan nafsu makan, atau terlihat lemas, sebaiknya segera diperiksa oleh dokter hewan.
Pemberian makanan juga perlu disesuaikan dengan usia, kondisi tubuh, dan kebutuhan nutrisi kucing.
3. Gangguan saluran kemih
Masalah urinary atau saluran kemih juga menjadi salah satu gangguan yang perlu diperhatikan. Beberapa tandanya dapat berupa kucing lebih sering menggunakan litter box, terlihat kesulitan saat buang air kecil, atau buang air kecil di tempat yang tidak biasa.
Perubahan tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena gangguan saluran kemih dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan pada kondisi tertentu membutuhkan penanganan medis.
Pemilik juga perlu memastikan kucing memperoleh cukup air minum serta menyediakan litter box yang bersih dan mudah dijangkau.
Masalah kesehatan kucing di setiap wilayah dapat berbeda. Di Indonesia, gangguan kulit, pencernaan, dan saluran kemih menjadi beberapa masalah yang banyak mendapat perhatian. Sementara di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat, obesitas serta masalah kesehatan pada kucing lanjut usia lebih sering menjadi perhatian.
Karena itu, pemilik kucing tidak hanya perlu membawa hewan peliharaan ke dokter saat sakit, tetapi juga memahami perubahan perilaku dan kondisi tubuhnya sebagai bagian dari perawatan sehari-hari.
Next News

Bagaimana Semut Bisa Menemukan Jalan Kembali ke Sarangnya?
11 hours ago

Mengapa Pisang Bisa Lebih Cepat Matang Jika Disimpan Bersama Buah Lain?
11 hours ago

Berbagi Helm dengan Orang Lain, Apakah Bisa Menularkan Kutu Rambut?
in an hour

Cacing Tanah Memiliki Banyak Cincin di Tubuhnya, Apakah Setiap Cincin Punya Fungsi?
in an hour

Muncul Benjolan Kecil pada Gusi, Kapan Perlu Diwaspadai? Kenali Penyebab dan Tandanya
in an hour

Mengapa Wajah Sendiri Terlihat Berbeda di Cermin dan Kamera? Ini Penjelasannya
11 hours ago

Mengapa Gigi Bisa Terasa Ngilu Saat Minum Air Dingin? Kenali Penyebabnya
in 32 minutes

Jarang Mengganti Sikat Gigi Bisa Memengaruhi Kebersihan Mulut, Ini Alasannya
in 42 minutes

Air Putih Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
in 25 minutes

Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Mental?
in 17 minutes





