Kamis, 10 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

7 Cara Membantu Redakan Tenggorokan Teriritasi Akibat Abu Vulkanik

RAU - Thursday, 10 September 2026 | 09:54 AM

Background
7 Cara Membantu Redakan Tenggorokan Teriritasi Akibat Abu Vulkanik

Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan sejumlah keluhan pada saluran pernapasan, salah satunya tenggorokan terasa gatal, perih, berdahak, hingga memicu batuk.

Abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang dapat terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan. Tubuh kemudian dapat meningkatkan produksi lendir sebagai respons untuk menangkap dan mengeluarkan partikel tersebut.

Jika tenggorokan terasa tidak nyaman setelah terpapar abu vulkanik, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu meredakan keluhan:

1. Berkumur dengan air garam

Air garam hangat dapat membantu mengurangi rasa gatal dan tidak nyaman pada tenggorokan. Gunakan air hangat dengan sedikit garam, kemudian berkumur dan jangan ditelan.

2. Mengonsumsi permen pelega tenggorokan

Permen pelega tenggorokan dapat membantu meningkatkan produksi air liur sehingga tenggorokan tetap lembap. Beberapa produk juga mengandung mentol yang memberikan sensasi lega.



3. Minum teh hangat dengan madu

Minuman hangat dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan. Madu juga dapat membantu meredakan batuk pada sebagian orang.

4. Perbanyak cairan dan konsumsi makanan berkuah

Menjaga tubuh tetap terhidrasi penting ketika tenggorokan mengalami iritasi. Selain air putih, makanan berkuah seperti sup dapat menjadi pilihan.

5. Gunakan humidifier

Udara yang lembap dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada hidung dan tenggorokan. Jika menggunakan humidifier, pastikan perangkat selalu dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

6. Mandi dengan air hangat

Uap dari air hangat dapat memberikan rasa lega pada saluran pernapasan dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan.

7. Posisikan kepala lebih tinggi saat beristirahat

Ketika tenggorokan terasa penuh lendir atau saluran napas tidak nyaman, posisi kepala yang sedikit lebih tinggi saat tidur dapat membantu pernapasan dan membuat lendir lebih mudah mengalir.



Selain melakukan langkah-langkah tersebut, hal yang paling penting saat terjadi paparan abu vulkanik adalah mengurangi paparan sebanyak mungkin, misalnya dengan menggunakan masker yang sesuai dan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika kondisi abu sedang buruk.

Jika muncul sesak napas, nyeri dada, sulit bernapas, atau keluhan semakin berat, segera minta bantuan orang dewasa dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan.