Urutan Berbuka Puasa yang Benar Agar Tubuh Tetap Bugar Selama Ramadan
Fajar - Friday, 06 February 2026 | 01:50 AM


Berbuka puasa sering kali menjadi momen "balas dendam" bagi sebagian orang setelah menahan lapar selama belasan jam. Padahal, secara teknis biologis dan syariat, ada aturan tertentu yang harus diperhatikan agar transisi dari kondisi perut kosong ke kondisi terisi makanan tidak menimbulkan syok pada sistem pencernaan.
Mengutip literatur kesehatan dan tuntunan fikih, cara kita berbuka sangat memengaruhi kualitas ibadah malam seperti salat tarawih dan tadarus. Berikut adalah urutan dan tata cara berbuka puasa yang sehat dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
1. Menyegerakan Berbuka (Ta'jil al-Fithr)
Secara hukum Islam, salah satu sunah utama dalam berbuka adalah menyegerakannya begitu adzan magrib berkumandang. Jangan menunda-nunda berbuka jika waktu telah tiba. Secara medis, menyegerakan berbuka sangat penting untuk mengembalikan kadar glukosa dalam darah yang menurun selama berpuasa, sehingga tubuh kembali mendapatkan energi dengan cepat.
2. Membatalkan dengan Air Putih atau Kurma
Rasulullah SAW memberikan teladan teknis yang sangat akurat bagi kesehatan. Beliau biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air putih.
- Mengapa Kurma? Kurma kaya akan gula alami (fruktosa dan glukosa) yang sangat mudah diserap tubuh tanpa membebani kerja pankreas secara berlebihan.
- Mengapa Air Putih? Air putih berfungsi untuk menghidrasi kembali sel-sel tubuh yang kekurangan cairan tanpa memberikan efek kejut gula (sugar spike) seperti yang sering terjadi jika kita langsung meminum minuman yang terlalu manis atau bersantan.
Sangat disarankan untuk menghindari minuman bersoda atau minuman yang terlalu dingin (es) saat pertama kali membatalkan puasa, karena dapat menyebabkan kontraksi pada otot lambung.
3. Urutan Membaca Doa yang Benar
Masih banyak perdebatan mengenai kapan sebaiknya doa dibaca. Berdasarkan urutan teknis yang lebih tepat:
- Membaca Basmalah.
- Membatalkan puasa dengan satu atau tiga teguk air/kurma.
- Baru kemudian membaca doa buka puasa.
Hal ini didasarkan pada makna doa itu sendiri. Sebagai contoh, dalam pembahasan Bacaan Doa Buka Puasa Ramadan yang Benar Sesuai Sunah Nabi, kalimat "telah basah urat-urat" hanya akan menjadi fakta yang benar jika kita sudah meminum air terlebih dahulu. Setelah membatalkan, Anda juga bisa memanfaatkan menyelipkan doa-doa pribadi lainnya.
4. Memberi Jeda Sebelum Makan Besar
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah langsung menyantap makanan berat seperti nasi dan lauk-pauk sesaat setelah adzan. Secara teknis, lambung membutuhkan waktu sekitar 15 sampai 20 menit untuk memproses makanan ringan sebelum siap menerima makanan berat.
Langkah terbaik adalah:
- Batalkan puasa dengan takjil ringan dan air putih.
- Laksanakan salat magrib terlebih dahulu. Jeda waktu salat magrib memberikan kesempatan bagi otak untuk menerima sinyal "kenyang" sehingga saat makan besar nanti, Anda tidak akan makan secara berlebihan (overeating).
5. Memperhatikan Komposisi Nutrisi
Saat masuk ke tahap makan besar, pastikan komposisi makanan tetap seimbang. Hindari makanan yang terlalu berminyak (gorengan berlebih) dan pedas karena dapat memicu asam lambung meningkat drastis. Pastikan ada asupan serat dari sayuran agar pencernaan tetap lancar selama bulan Ramadan.
Kesimpulan
Tata cara berbuka puasa yang benar menggabungkan antara ketaatan syariat dan kebijakan dalam menjaga kesehatan fisik. Dengan mengikuti urutan yang dicontohkan Nabi, kita tidak hanya mendapatkan pahala sunah, tetapi juga memastikan tubuh tetap bugar dan terhindar dari rasa kantuk atau lemas saat menjalankan salat tarawih.
Setiap langkah dalam berbuka, mulai dari memilih kurma hingga mengatur jeda makan besar, memiliki dampak besar bagi keberlangsungan ibadah kita. Jangan lupa untuk selalu menggunakan doa yang paling tepat sesuai tuntunan hadis.
Next News

Doa-Doa Penting di Bulan Ramadan Selain Doa Buka Puasa
4 days ago

Keutamaan Waktu Mustajab Saat Berbuka: Momen Emas Bagi Orang Berpuasa
4 days ago

Perbandingan Doa Buka Puasa: Allahumma Laka Shumtu vs Dzahabaz-zhama'u
4 days ago

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadan Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemahannya
4 days ago





